MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Rabu, 05 Oktober 2016 - 19:34:11 WIB

Tim SAR MapalaPTM Tinggalkan Garut Usai Tanggap Darurat yang Kedua

Kategori: News Diposting oleh : Kartini - Dibaca: 848 kali



Yogyakarta, MapalaPTM.com (5/10) - Pemerintah telah mengumunkan operasi SAR bencana banjir Garut berakhir. Masa tanggap darurat tahap kedua juga dinyatakan usai. “Selain kedua alasan ini, Tim  SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia meninggalkan Garut karena bantuan kemanusian sudah disalurkan semua ke korban banjir. Hari ini kami resmi mengakhiri operasi di Garut ”, demikian kata Ketua Divisi Operasional Wawan Siswoyo. (4/10)
 
Wawan menerangkan, bantuan kemanusiaan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dipercayakan kepada SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia telah didistribuskan di empat Kecamatan terdampak banjir. Empat kecamatan itu masing-masing Garut Kota, Bayongbong, Tarogong Kidul, dan Banyuresmi. 
 
“Bantuan yang berbentuk kebutuhan Balita, keperluan wanita, dan perlengkapan sekolah disalurkan langsung ke kampung – kampung. sebagian disampaikan melalui Pimpinan Muhammadiyah Daerah Garut. Anak dan ibu memang sasaran utama bantuan, karena mereka adalah kelompok paling rentan di bencana alam”, kata Wawan yang juga merupakan anggota Mapala Uiversitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB).
 
Ditemui di tempat terpisah, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Prof. Dr. Bambang Setiadji, MS. Mengatakan, bantuan itu merupakan ujud kepedulian dari Kampus yang dipimpinnya untuk mengurangi penderitaan korban banjir Garut.
 
“Harapan saya, semoga korban tidak bertambah. Warga yang kehilangan tempat tinggal dapat direlokasi ke tempat aman. Jangka pendek kebutuhan korban dapat terpenuhi, dan dibantu oleh Pemerintah maupun masyarakat”, demikian Bambang Setiadji.
 
Sementara itu, kordinator operasi Tim  SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia Novelano Ricani mengatakan, bantuan disalurkan setelah melakukan dua kali assessment atau pengumpulan data lapangan yang dilaksanakan secaras serial. 
 
“Data pertama yang kami dapat dari mendatangi Kecatamatan dan Kelurahan, kami mutahirkan dengan turun langsung ke kampung - kampung terdampak. Dari sini kami dapat menetukan kebutuhan masing-masing warga korban banjir di setiap kampung”, kata Noval.
 
https://lh3.googleusercontent.com/KpkFALXPlG6DUC0LfZJDjEP-2hv0iNtYfgCCmmtS9bpoKoboag7CQeH6LBm-k_FUYsYirxd_Ig=w1280-h800-rw-no
 
Diterangkan pula oleh Noval, selain menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tim  SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia dipercaya pula menyalurkan bantuan Jama’ah  Masjid BKI Jakarta Utara, dan Stacia Universitas Muhammadiyah Jakarta. Jama’ah Masjid BKI menyumbang perlengkapan dapur. Stacia menyumbang peralatan tulis menulis siswa Sekolah Dasar.
 
“Seperti halnya bantuan kemanusiaan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang dari Jamaah Masjid BKI dan Stacia sangata dibutuhkan warga di empat Kecamatan yang jadi fokus kami menyalurkan bantuan. Di masa tanggap darurat tahap kedua, pasokan bantuan ke Garut mulai berkurang. Bantuan dari tiga lembaga itu benar-benar dibutuhkan warga”, lanjut Noval.
 
Selama tujuh hari di Garut, Tim SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia mendirikan Posko di Kampung Tegal Jambu. Kelurahan Pananjung. Taragong Kidul. Selain beranggotakan tiga Pengurus SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia yakni Muh. Ansori, Farich Fauzie, dan Moh. Apri Riago, turut pula Edy Setiawan dari Mapala Universitas Muhammadiyah Jogjakarta.Tiga anggota Stacia Universitas Muhammadiyah Jakarta, Novelano Ricani, Adityo Dhanisworo, dan Andriyansyah. 
 
Dua nama terakhir diatas merupakan tim rescue pertama yang dikirim SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia ke Garut. Dalam tim rescue pertama bergabung pula tiga anggota Stacia lainnya yaitu M. Junaedi, Adlin Nefriza, Nurdin Lessy, serta Elis Farwati, dan Budi dari Mapala Camp STIEM Jakarta. Tia
 
Sedangkan tim Rescue kedua dari SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia berasal dari Lampung yang dipimpin Andi Sapriandi dari Mapasanda STIEM Lampung Selatan. Bergabung pula dalam tim ketiga tadi dua orang relawan. Masing-masing Ghufron Mujahidin dari Pusat Riyal Solo, serta Hendra Manalu dari Mapala Archa Buana Universitas Pamulang Jawa Barat.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Ahyar Stone - Mapala Malimpa Univ.Muhammadiyah Solo

-Portal Berita Petualang-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Twitter: @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Halaman di facebook: MapalaPTM.Com
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage MapalaPTM.Com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke portal berita petualang MapalaPTM.Com
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Tanggap Darurat diperpanjang, Tim SAR MapalaPTM kirim Tambahan Personel & Bantuan Logistik
Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Garut diperpanjang hingga 5 Oktober
Tim SAR MapalaPTM Kirim Personel Bantu Banjir Bandang di Garut, Jawa Barat
Mapala Stacia UMJ gelar Qurban dan pemugaran musholla di Gunung Putri
Mapala UMY Akan Kembali Lakukan Ekspedisi 7 Summits Dunia



IP Anda Adalah: 54.80.146.251

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2802853)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46205)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (40813)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32854)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30033)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29510)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29058)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (28722)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24836)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23641)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22881)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20489)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20048)

Anggota UPL MPA Unsoed Buka Jalur Penakir Gunung Slamet

Keluarga Besar Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia Ucapkan Selamat Milad Kepada Muhammadiyah Ke-105

Jenasah Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Membusuk, Diperkirakan Meninggal Lebih dari Sebulan

Yogyakarta Siap Gelar Kejurnas Panjat Tebing XVI Untuk Jaring Atlet Potensial

GEMAPALA WIGWAM FH UNSRI sukses adakan kegiatan MUSI RIVER CAMP

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Sejuta Bunga, Mapala "SULFUR" UNTIDAR Magelang

II-Outfest, Pameran Aktivitas Outdoor Terbesar akan Meriahkan Pertama Kalinya di Kota Makassar

Kongres IV Pecinta Alam Bandung Raya Rekomendasikan Forum Nasional Pecinta Alam Indonesia

Membentuk Karakter Pemuda Lewat Pendidikan Dasar KPA Summit Adventure

Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days Menggapai Puncak Rantemario, Latimojong

Matasitas Sahid Jakarta Siap Kembali Mengadakan Seminar dan Kejuaraan Orienteering

Kemenpar Selenggarakan Forum Group Diskusi Untuk Kembangkan Potensi Wisata Petualangan

Mapala UMRI Siap Gelar Pendidikan Dasar Cinta Alam V (PDCA) dan Pelantikan Calon Siswa