MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Sabtu, 08 Oktober 2016 - 17:23:18 WIB

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru

Kategori: Pendaki Diposting oleh : Ditha Wardani - Dibaca: 24327 kali



Lumajang, MapalaPTM.com (8/10) - Sahat M Pasaribu, pendaki asal Sidamukti, RT 003/RW 022, Desa Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, yang meninggal di Semeru diduga karena sakit. 
 
Dari penuturan rekan korban yang melapor ke Pos Ranupani, korban awalnya mengeluh masuk angin dan selanjutnya beberapa kali muntah-muntah.
 
Menurut penuturan Sulistyawan, anggota rombongan yang bersama korban mengaku jumlah rombongan totalnya ada 13 orang. Mereka berangkat dari Ranupani pada Rabu 5 Oktober 2016, pukul 16.00 WIB, dan tiba di Ranukumbolo pukul 21.30 WIB.
 
Pada Kamis 6 Oktober 2016, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kalimati sekira pukul 11.00 WIB. Sekira pukul 16.00 WIB, rombongan tiba di Kalimati. 
 
Sekira pukul 19.00 WIB, rombongan makan bersama di tenda masing-masing. Saat itu, kondisi cuaca gerimis, dan angin bertiup kencang.
 
"Korban mengeluh masuk angin dan hanya makan sedikit. Korban sempat dikerik kemudian istirahat sampai pagi," kata rekan korban yang disampaikan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Antong Hartadi, Sabtu (8/10/2016).
 
Selanjutnya, pada Jumat 7 Oktober 2016, sekira pukul 01.00 WIB, tiga orang dari rombongan melanjutkan pendakian ke puncak. Sedang anggota rombongan lainnya tidak mendaki ke puncak.
 
Sekira pukul 08.00 WIB, korban keluar dari tenda dan langsung muntah-muntah berupa air. Korban juga mengeluh pusing dan mual. Sekira pukul 10.30 WIB, rombongan sarapan termasuk korban, namun hanya sedikit yang dimakan lalu dimuntahkan.
 
Pukul 12.30 WIB, rombongan hendak menuju Ranupani dan baru berjalan 200 meter korban terlihat pucat, bengong, linglung, pandangan kosong, dan tidak kuat jalan. 
 
Rekan korban berusaha menggendong korban tapi tidak kuat. Lalu diputuskan sebagian anggota rombongan mencari bantuan ke Ranupani. Beberapa rekan korban lalu berusaha membawa Sahat menuju Jambangan dengan menggunakan tandu. 
 
 
Sekira pukul 16.00 WIB, korban dan rekan-rekannya mendirikan tenda di Jambangan. Mereka juga sempat makan di Jambangan bersama korban. Korban masih mengeluh pusing dan mual.
 
Sekira pukul 19.00 WIB, kondisi korban terlihat semakin parah dan nafasnya mulai serak, seperti lendir di pernafasan. Badan panas, kepala pusing, serta tidak bisa diajak komunikasi. Korban istirahat dengan dua lapis sleeping bag malam itu.
 
Sabtu 8 Oktober, sekira pukul 00.09 WIB, tim evakuasi datang dan langsung memberikan oxygen kepada korban. Korban juga dikompres air hangat di bagian belakang leher. Sekira pukul 00.15 WIB, nafas korban semakin tidak teratur. 
 
Dan sekira pukul 00.20 WIB, nafas korban tiba-tiba terhenti. Tim evakuasi lalu mengecek denyut jantung dan nadi, tapi tidak ada. Mereka lalu mengevakuasi korban sekira pukul 01.30 WIB menuju Ranupani. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: SindoNews

Portal Berita Petualang MapalaPTM.com bekerjasama dengan Brand-brand Outdoor di Indonesia dalam hal penjualan perlengkapan maupun peralatan produk-produk Outdoor untuk mensupport Biaya-biaya Operasional Tim Jurnalist MapalaPTM.com...
 
Apabila para Pembaca setia MapalaPTM.com ingin berkontribusi juga untuk mendukung dan mensupport tim Jurnalist Kami, Maka diharapkan bantuannya untuk ikut membagikan link Warung.MapalaPTM.com ke sahabat2, Teman2, Tetangga2 agar dapat berkunjung di Warung.MapalaPTM.com... 
 
"Toko-toko Outdoor di seluruh kota di Indonesia dan seluruh Brand Outdoor di dunia akan Segera hadir disini..."
 
Dont Forget yeaaaa...!!!
The Biggest in the World Shopping Online For Special Outdoor Equipment... Only at Warung.mapalaPTM.com...
 
Note: Jangan lupa lihat produk-produk Outdoornya di paling bawah halaman ini...!!!

-Portal Berita Petualang-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Twitter: @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Halaman di facebook: MapalaPTM.Com
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage MapalaPTM.Com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke portal berita petualang MapalaPTM.Com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi
Junko Tabei, Wanita yang Pertama Kali menjajaki Puncak Everest Gunung Tertinggi di Dunia
Kronologis Meninggalnya Pendaki Jakarta di Landengan Dowo Lereng Gunung Semeru
Pendaki asal Jakarta Timur telah ditemukan Meninggal di Lereng Gunung Semeru
Kram Kaki - Asma dan Hipotermia, Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki di Gunung Lawu



IP Anda Adalah: 107.22.52.86

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2773638)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45630)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32185)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29364)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29090)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28446)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (25206)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24327)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23178)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (20313)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19568)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (19566)

Tim SAR Gabungan Temukan Dua Pendaki Hilang di Gunung Semeru (19288)

Peserta Jambore Mapala PTMSI Mempelajari Permasalahan Mangrove Serta Potensinya di Tanjung Burung

Endro Wardoyo: Sejarah Mulai Terbentuknya Jambore MapalaPTM & Tanggapan Event ini Hingga Sekarang

HUT RI 72, Bendera Merah Putih Sepanjang 178 Meter Akan Dikibarkan Seribu Pendaki di Gunung Arjuno

Ratusan Pendaki Telah Berada di Gunung Kerinci Untuk Rayakan HUT RI ke-72

Kembali ke Jakarta, Lima Pendaki WNA Melapor ke Kedutaan Akibat Dilarang Mendaki Carstenz

Mapala Hiawata Antusias Menghadiri Kegiatan Jambore Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia di Tangerang

Mapala UMRI dari Bumi Lancang Kuning Siap Menggentarkan Suasana Jambore MPTM-SI di Tangerang

Tetap Kompak, Mapala di Universitas Muhammadiyah Palembang Siap Berangkat ke Jambore XI di Tangerang

Mapala Muhammadiyah Paling Ujung Timur Indonesia di Papua Siap Ramaikan Jambore yang Pertama Kalinya

Mapala Muci berangkat untuk Jambore XI di Tangerang

Walau Arungi Lautan Lepas 3 Hari 3 Malam, Mapala Ibnu Jazirah Tetap Semangat ke Jambore di Tangerang

KP3 Udara Terbitkan Surat Larangan Terbang ke Arah Carstenz, Pendaki WNA Tertahan di Lembah Kuning

Mapala UMMU Ternate Telah Berangkat Menuju Jambore XI Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia di Tangerang