MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Kamis, 16 Februari 2017 - 16:45:04 WIB

Puisiku Untuk Mapala UII, Kisah Pilu Yang Seharusnya Tak Terjadi pada Awal 2017 di Tanah Yogyakarta

Kategori: Puisi Diposting oleh : Sarah Dato - Dibaca: 3120 kali



Jakarta, MapalaPTM.com (16/2) - Milad Mapala Alpiniste STIE Ahmad Dahlan Jakarta yang ke 27 tahun digelar pada hari selasa malam (14/2) dengan tema "Mengingatkan Untuk Selalu Rindu Rumah"
 
Acara seremonial dimulai jam 19.00 WIB dengan menyuguhkan Video Documenter oleh Gatot dan Theatrikal oleh Manyink dkk. Pagelaran ini juga banyak dihadiri oleh anggota-anggota dari angkatan pertama hingga terakhir, hadir juga para pejabat kampus, para Anggota DPRD Tengerang Selatan, Airin sebagai Walikota Tangerang Selatan yang berhalangan hadir, Serta para tamu undangan lainnya.
 
Di Milad ke 27 tahun ini, Dhini selaku Ketua Umum PMPA Alpiniste berharap agar para seluruh anggotanya tetap solid dan terus menjunjung tinggi persaudaraan yang telah dibina selama bertahun-tahun.
 
Selain itu, Dhini pun ingin lembaganya dapat mengerahkan seluruh energinya untuk terus berkiprah nyata dalam memperhatikan lingkungan dan selalu menjaga alam ini agar tetap selalu lestari, serta terus berkontribusi dalam misi kemanusiaan.
 
Di sela-sela acara milad, Chiko Luciano selaku CEO MapalaPTM.com dan juga anggota Mapala Alpiniste membawakan sebuah karya Puisi Ciptaan Gunawan, Alam dan Chiko Luciano dengan puisi berjudul "Kisah Pilu Yang seharusnya Tak Terjadi Pada Awal 2017 di Tanah Yogyakarta".
 
Beberapa bait kutipan Puisi yang dibacakan oleh Chiko Luciano itu adalah sebagai berikut:
 
Kisah ini diawali tersebarnya berita melalui media sosial yg menjadi perbincangan saat ini.
Seorang sahabat hembuskan nafas terakhir, dihari berikutnya seorang lg dan seorang lg wafat menyusul sahabatnya.. 

Tahu kenapa? kalian tahu ?...tahu ?

Semua media nasional mulai memberitakan sebab musabab terjadinya hal itu.
Yang terdengar simpang siur dan terkadang sedikit ngelantur, dan menjadi bias diantara kebenaran yg sebenarnya..

Bahas membahas ngomong mengomong dilakukan oleh semua... mulai dari kalangan bawah hingga pejabat tinggi di negeri ini.
Wal hasil, semua menerka.. semua mengira.. yang akhirnya membuat stigma negative tentang yang namanya "MAPALA".
Dan akhirnya, eksistensi kelompok mahasiswa pecinta alam dimanapun.. dipertaruhkan..!!!

Lihat disana.. Orang yang tidak biasa mendaki gunung, berbicara..
Orang yang tidak biasa tidur di sleeping bag pun ungkapkan pendapat..
Orang yang biasa duduk di kursi empuk, Rumah mewah, Makan enak, Tidur nyaman, Berdiskusi di depan tv..

Mereka seolah yang paling pintar tentang Ruh Spirit dan Jiwa Kepecinta-alaman..
Mereka asyik wara wiwi dari tv ke tv, seolah mereka yang paling mengerti..

Harusnya... mereka itu masuk dulu ke hutan, tidur dulu ditenda, mendaki dulu dan merasakan dingin yang mencekam di antara hutan pinus... merasakan peluh yg membalut debu dan..... merasakan indahnya kebersamaan persaudaraan dialam bebas

Apa kata dunia..!!! Jangan hanya pandai bicara kalau tidak pernah merasakan itu semua...

Sahabat, tahu..? dan bisa merasakan...?? apa yang dibentuk alam terhadap diri kita.

Kita menjadi kuat... secara mental, bisa mandiri.. bisa bertahan dalam segala kondisi...
dan rasa persaudaraan yg tinggi hingga ingin kita bawa sampai mati..
 
Kemudian puisi ini dilanjutkan oleh Saudara Alam selaku anggota angkatan pertama, kutipan bait-bait puisinya sebagai berikut:
 
27 putaran bumi telah terlewati.... 27 generasi telah terlahir... dan lebih dari 27 kisah telah sama-sama kita lalui...
Sahabatku... apa yang telah kita bangun dengan ketulusan... telah bersemayam dengan semestinya di rumah ini sekarang...

Jangan pernah luluh saat api mulai padam... Jangan pernah berpaling saat nestapa melanda...

Untuk para sahabat-sahabatku di Mapala UII, Keluarga Besar Alpiniste serta Keluarga Besar Mapala PTM Se-Indonesia turut berduka atas musibah mu... deritamu...derita kita semua..

Semoga arwah tiga sahabat yang telah mendahului.. menghadap sang pencipta.... diberikan tempat yg sangat indah disisiNya..

Untuk para sahabat MAPALA di pertiwi tercinta... bulatkan tekad.. satukan langkah seirama.. satukan jiwa..
Kita halau stigma negatif tentang prosesi dan ritual kita dimata mereka yang tak mengerti...
Kita buktikan.. MAPALA adalah jiwa raga untuk menjadi manusia yang berguna....
 
 
Diakhir event milad ini, para tamu undangan dapat menikmati hangatnya suasana alunan musik yang diisi oleh para anggota-anggota PMPA Alpiniste hingga tengah malam.
 
 
 
 
 
Kontributor: Sarah Dato - PMPA Alpiniste STIE Ahmad Dahlan Jakarta
 
-Portal Berita Petualang-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Portal Berita: MapalaPTM.com 
#Outdoor Gear: Warung.MapalaPTM.com
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
 
Apabila ingin melihat Video puisinya, Jangan lupa bawa tissue yang banyak ya.... Silahkan langsung cekidot ke link dibawah ini di Lihat Selengkapnya...

https://www.youtube.com/watch?v=FQI85QdbBbY&feature=youtu.be
Selengkapnya





Berita Terkait


Bencana Banjir Merendam di 11 Kecamatan, Tim SAR Mapala PTM kirim Satu SRU ke Pandeglang
Siap Kibarkan Bendera Merah Putih di Gunung Mont Blanc, Vanaprastha Lakukan Latihan Fisik & Mental
Insiden Diksar Mapala UII, Pecinta Alam Se-Maluku Menyatakan Sikap Tolak Stigma Negative Pembunuh
Pernyataan Sikap Pecinta Alam Se-Bandung, Sistem Diksar Mapala Harus Ikuti Kode Etik
Menjaga Kelestarian Lingkungan, Pmpa Alpiniste STIE AD Gelar Operasi Bersih di Wilayah Setu Gintung



IP Anda Adalah: 54.226.41.91

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2823606)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46591)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (42509)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33275)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30412)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (30275)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29808)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29505)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25173)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (24223)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23978)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (21090)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20410)

Tim SAR Berhasil Evakuasi Pendaki Tersesat di Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang

Empat Pendaki Tersesat di Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang Akibat Kabut Tebal

Hobby Mendaki Gunung, Mahasiswi Cantik Asal Jogja Siap Taaruf Mencari Calon Imam

DIKDASLU KE- IX, MAPALU UM Sukabumi Lahirkan Angkatan Mutiara Api

Carstensz Pyramid, Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days Sukses Gapai 7 Puncak Tertinggi Indonesia

Perlengkapan Wajib Tidak Dibawa, 2 Pendaki Gunung Panderman Tersesat

Gunung Agung Kembali Erupsi, Warga Senantiasa Waspada

ICC Gelar Indonesian Climber First Ascent Expedition Bumi Rafflesia, Bengkulu

Jalur Pendakian Gunung yang Resmi Ditutup, Update Januari 2018

Puncak Gunung Bukanlah Tujuan

Usus: Cara Pendaki Gunung Zaman Now Menanggapi Mitos

UPL MPA Universitas Jenderal Soedirman Bersiap Mendaki Gunung Aconcagua, Argentina

Tersesat, Pendaki Nekat Gunung Agung Dapat Bisikan Religius