MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Kamis, 16 Maret 2017 - 22:20:08 WIB

Cerita Mistis Pasar Setan, Anak Kecil Kelaparan Minta Makan Pada Tengah Malam di Gunung Sumbing

Kategori: Hiburan Diposting oleh : Citra - Dibaca: 6035 kali



Kisah kamis horor ini diangkat dari kejadian nyata.
Saya merupakan pecinta alam. Semasa kuliah, naik gunung menjadi agenda saya setiap bulannya. Mulai dari gunung Gede - Pangrango sampai gunung Rinjani pernah saya daki bersama teman-teman.
 
Cerita seram ini terjadi ketika saya dan 3 orang teman saya mendaki gunung Sumbing yang berada di Jawa Tengah. Karena ingin melihat sunrise, maka kami memutuskan untuk berangkat pada pukul  6 sore. Perjalanan untuk mencapai puncak membutuhkan waktu sekitar 7-8 jam. Kami naik gunung Sumbing melalui jalur pendakian dari Garung.
 
Saat itu, kami sampai di pos tiga pada tengah malam, sekitar jam 12 malam. Dari pos 3 ini untuk menuju pos Pestan (singkatan dari pesta setan) tidak lama, sekitar 30 menit. Karena sudah terlalu lelah, akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan tenda di pos Pestan agar dapat beristirahat dan makan malam. Rencana kami, menjelang subuh akan melanjutkan perjalanan mencapai puncak. Dari Pestan kami harus naik lagi menuju Pasar Watu dan perjalanan tersebut membutuhkan waktu sekitar 2 jam.
 
Malam itu suasana cukup gelap meski ada beberapa kelompok pendaki lain di pos ini yang mendirikan tenda. Setelah tenda berdiri, kami mulai kelaparan. Saya pun mengeluarkan kompor kecil dan mulai memasak mi instan bersama salah seorang teman bernama Doni. Sementara dua teman saya yang lain berada dalam tenda. 
 
Ketika saya sedang masak mi instan sambil jongkok, tahu-tahu seorang anak laki-laki memegang perut sembari memandang saya. Ia memakai kaos berwarna putih, celana pendek hitam, dan sandal jepit. Karena malam terlalu gelap dan dengan penerangan seadanya, saya tidak terlalu memerhatikan wajahnya. Saya mengira anak kecil tersebut merupakan penduduk setempat yang sedang mendaki seperti kami. Melihat gerak tubuhnya yang seperti kelaparan, saya bertanya, “Kenapa dek, kamu lapar?”. Ia mengangguk. 
 
Mi yang saya masak sudah jadi. Saya meletakkan sedikit mi tersebut ke mangkuk dan memberikannya kepada anak itu. Setelah itu, ia pun mulai menyantapnya dan kami bertiga makan dalam suasana hening. Udara semakin dingin dan mi ini terasa sangat lezat di mulut saya.
 
Tak lama setelah selesai makan, anak tersebut muntah di dekat kompor. Namun anehnya, yang ia muntahkan bukanlah mi, tetapi jeroan. Saya dan Doni pun kaget dan ketakutan. Kami langsung angkat kaki masuk ke dalam tenda dan meninggalkan anak kecil itu sendirian.
 
Beberapa menit berlalu, setelah saya dan Doni mulai tenang, teman saya yang lain, Joko, memberanikan diri ke luar tenda dan melihat ke tempat kami memasak mi tadi. Namun anak kecil itu sudah tidak ada, tapi sisa muntahannya masih teronggok di dekat kompor. Kami pun mendatangi beberapa tenda pendaki lain dan bertanya apakah ada yang mengajak anak kecil mendaki, semua menjawab tidak ada.
 
Jadi, siapa anak kecil tadi? Hiiiii...........
 
 
 
 
 
Sumber: WomanTalk
 
-Portal Berita Petualang-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Portal Berita: MapalaPTM.com 
#Outdoor Gear: Warung.MapalaPTM.com
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage MapalaPTM.Com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke portal berita petualang MapalaPTM.Com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Empat Pendaki Meninggal Akibat Tertimpa Longsoran Salju di Pegunungan Alpen
Terkendala Cuaca Buruk, Kronologi Tim SAR Berhasil Evakuasi Dua Jenazah Pendaki Gunung Mekongga
Tim SAR Berhasil Temukan Dua Jenazah Pendaki Gunung Mekongga Akibat Hipotermia
Terpisah Dari Tim Pendakian, Empat Orang Dilaporkan Hilang di Gunung Mekongga
Pendaki Nepal Usia 86 Tahun Coba Rebut Kembali Mahkota Sebagai Orang Tertua Mendaki Puncak Everest



IP Anda Adalah: 54.92.182.0

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2883134)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47422)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45237)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34161)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (34146)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31259)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30751)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30515)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (26973)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26256)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24685)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22980)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21208)

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia

Tim Putri Indonesia asal Mahitala Unpar Bandung Menunggu Waktu Menuju Puncak Everest