MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Kamis, 23 Maret 2017 - 16:57:44 WIB

Belanda Kembali Duduki Indonesia, Gerbong Maut Bondowoso Tewaskan 48 Orang Pejuang NKRI

Kategori: Sejarah Diposting oleh : #bumijugabutuhcinta - Dibaca: 794 kali



MapalaPTM.com (23/3) - Namanya 'Monumen Gerbong Maut'. Monumen yang terletak di tengah Kota Bondosowo-Jawa Timur ini, yang berdiri tepat di depan kantor Bupati Bondowoso, sengaja dibangun untuk mengenang peristiwa 'maut' yang menyebabkan tewasnya 48 orang pejuang kemerdekaan RI di Bondowoso.
 
Mereka adalah tawanan Kolonial Belanda. Mereka tewas di dalam gerbong kereta api dalam perjalanan saat dipindah dari penjara Bondowoso ke penjara di Surabaya.
 
Mereka dipindahkan menggunaka  gerbong kereta api barang yang tak berventilasi. Di dalamnya gelap gulita, panas, penuh sesak yang mengakibatkan kekurangan oksigen untuk bernafas. Tak ada makanan dan minuman untuk mereka.
 
Peristiwa maut ini terjadi pada tanggal 23 November 1947. Walau waktu itu Soekarno-Hatta sudah memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, namun Belanda kembali ingin menduduki Indonesia.
 
Mereka pun menginvasi berbagai daerah di wilayah Indonesia, termasuk mendaratkan tentaranya di bagian Timur Pulau Jawa melalui Pantai Pasir Putih Situbondo.
 
Dari sanalah Belanda mulai melakukan aksi milternya, tak terkecuali menyerang dan menangkap para pejuang kemerdekaan republik ini hingga ke daerah Bondowoso. 
 
Mereka ditangkap, disiksa, dan dipenjarakan. Dalam waktu sekejap penjara Bondowoso penuh. Dercatat ada sekitar 637 orang pejuang asal Bondowoso yang menghuni penjara itu. Belanda pun memutuskan, tahanan yang termasuk dalam 'pelanggaran berat' akan dipindahkan ke penjara di Surabaya. 
 
Dari sinilah proses kematian mereka berawal. Mereka dipindahkan dengan menggunakan kereta api dalam tiga tahap. Setiap tahap mengangkut 100 orang tahanan. Pemindahan tahap I dan II berjalan dengan baik, karena gerbong yang digunakan terdapat ventilasi udara seluas 10-15 cm, Di setiap stasiun yang disinggahi para tahanan mendapatkan makanan dari orang yang mendekati gerbong sehingga tidak kelaparan.
 
Namun, pada pemindahan tahap III petaka 'maut' yang membuat mereka meregang nyawa terjadi. Sebab, gerbong yang digunakan berbeda dengan gerbong yang digunakan pada pemindahan tahanan tahap I dan II. Gerbong tahap III ini tanpa ventilasi. Para tahanan pun tak mendapatkan makanan. Tentara Belanda melarang orang-orang mendekati gerbong saat berhenti di setiap stasiun yang dilalui. 
 
Pemindahan tahap III ini diberangkatkan menggunakan tiga gerbong. Gerbong I diisi 32 orang, gerbong II 30 orang, dan gerbong III 38 orang. Para tahanan dinaikkan ke gerbong secara paksa 30 menit sebelum lokomotif dari Situbondo yang akan menarik gerbong itu mampir di stasiun Bondowoso. Setelah semua tahanan masuk, gerbong ditutup dan dikunci rapat dari luar. 
 
Tepat pukul 07.30 kereta yang mengangkut para tahanan diberangkatkan dari stasiun Bondowoso menuju Surabaya.
 
Suasana di dalam gerbong gelap gulita, udara terasa panas. Mereka mulai sesak akibat oksigen yang sangat terbatas. Saat dalam perjalanan para tahanan mencoba menggedor-gedor dinding gerbong namun tak digubris tentara Belanda yang mengawal mereka.
 
Pagi beranjak siang, suasana di dalam gerbong yang terbuat dari plat baja itu kian panas menyiksa. Tak ada air minum apalagi makanan. Beberapa tahanan yang kehausan terpaksa meminum air kencing temannya sendiri. Sepanjang perjalanan, mereka hanya bisa pasrah tanpa bisa melakukan apa-apa. Hidup mereka sepenuhnya dissrahkan kepada Tuhan.
 
Setelah menempuh perjalanan yang begitu menyiksa selama 13 jam lebih, kereta akhirnya tiba di stasiun Wonokromo, Surabaya. Sekitar pukul 20.00, para petugas Belanda mulai membuka gerbong dan menyuruh para tahanan untuk keluar, namun tak ada jawaban dari dalam gerbong.
 
Saat gerbong diperiksa, sebanyak 48 orang tahanan meninggal akibat lapar, haus, dan kepanasan. Pada gerbong III yang berisi 38 tahanan, semuanya meninggal, gerbong II terdapat 8 yang meninggal, dan gerbong I ada 2 yg meninggal. Hampir semua yang meninggal kulitnya terkelupas akibat terpanggang panasnya gerbong yang terbuat dari besi baja itu.
 
 
 
 
 
Kontributor: Zwaeb - Mpa STIEM Palopo

-Portal Berita Petualang-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Portal Berita: MapalaPTM.com 
#Outdoor Gear: Warung.MapalaPTM.com
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage MapalaPTM.Com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke portal berita petualang MapalaPTM.Com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Puisiku Untuk Mapala UII, Kisah Pilu Yang Seharusnya Tak Terjadi pada Awal 2017 di Tanah Yogyakarta
Catatkan Rekor Muri, Pria Asal Indonesia Pertama Berlayar Seorang Diri dari Amerika Ke Bali
Akibat Global Warming, BMKG Khawatir Puncak Es di Atas Gunung Jayawijaya akan Meleleh Tahun 2020
Bersih, Hijau, Asri, Penuh Tanaman Bunga dan Sayur: Kampung 3G (Glintung Go Green) Kota Malang
PERINGATI SUMPAH PEMUDA, KMPA EKA CITRA UNJ GAPAI PUNCAK TRIKORA!



IP Anda Adalah: 54.224.102.26

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2803062)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46219)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (40832)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32866)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30045)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29521)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29071)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (28744)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24846)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23650)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22909)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20502)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20059)

Jelang Milad ke-X, Mapalamu Luwuk Banggai Sulawesi Tengah Gelar Berbagai Kegiatan

Kerinci, Atap Sumatera Mempesona Berhasil Digapai Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days

Manfaatkan momen Car Free Day, MAPALA UMRI lakukan kegiatan ini

Anggota UPL MPA Unsoed Purwokerto Buka Jalur Pendakian di Gunung Slamet via Penakir

Keluarga Besar Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia Ucapkan Selamat Milad Kepada Muhammadiyah Ke-105

Jenasah Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Membusuk, Diperkirakan Meninggal Lebih dari Sebulan

Yogyakarta Siap Gelar Kejurnas Panjat Tebing XVI Untuk Jaring Atlet Potensial

GEMAPALA WIGWAM FH UNSRI sukses adakan kegiatan MUSI RIVER CAMP

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Sejuta Bunga, Mapala "SULFUR" UNTIDAR Magelang

II-Outfest, Pameran Aktivitas Outdoor Terbesar akan Meriahkan Pertama Kalinya di Kota Makassar

Kongres IV Pecinta Alam Bandung Raya Rekomendasikan Forum Nasional Pecinta Alam Indonesia

Membentuk Karakter Pemuda Lewat Pendidikan Dasar KPA Summit Adventure

Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days Menggapai Puncak Rantemario, Latimojong