MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Jumat, 24 Maret 2017 - 02:10:33 WIB

Para Pecinta Alam di Sumatera Mencoba Teruskan Ekspedisi Lanjutan Menuju Puncak Gunung Patah

Kategori: KPA Diposting oleh : Via Rosaline - Dibaca: 2097 kali



Sumsel, MapalaPTM.com (24/3) - Setelah menemui Danau dan Kawah, tim ini akan kembali mengeksplorasi Gunung Patah untuk mencapai puncaknya. Gunung Patah, 2817 Mdpl sepertinya tidak habis-habisnya mengundang daya tarik dan minat para penggiat alam bebas untuk mengeksplorasinya. 
 
Tercatat telah banyak Pencinta Alam setingkat KPA ataupun Mapala yang menggelar kegiatan alam bebas sejenis ekspedisi untuk mengeksplorasi Gunung Patah, walaupun tidak banyak pula yang bersedia mengekspos hasil kegiatan ekspedisinya dengan alasan tertentu. 
 
Saat tulisan ini dibuat, penulis mendapatkan informasi bahwa pada tanggal 28 Maret – 4 April 2017, gabungan salah satu KPA dari Prabumulih dan Lubuk Linggau bersama beberapa penggiat alam bebas lainnya yang berasal dari Sumatera Selatan akan menggelar kegiatan eksplorasi gunung patah melalui Desa Segamit / Karyatani, Kecamatan Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel.
 
Dihubungi melalui aplikasi chatting whatsapp, Opi yang bernama lengkap Opi Triputra, selaku Tim Head kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan yang pernah dilakukan sebelumnya.
 
Sedikit bercerita, ayah dua orang putra ini menjelaskan bahwa tahun 2002 dahulu saat masih aktif di organisasi Mapala Fakultas Pertanian Univ.Bengkulu (KAMPALA) dia bersama rekan-rekan anggota KAMPALA melakukan Ekspedisi yang digelar pada bulan Agustus 2002. Saat itu kegiatan ekspedisi melalui Desa Manau Sembilan Kab. Bengkulu Selatan, Prov. Bengkulu.
 
Berselang 13 tahun kemudian, beberapa rekan yang sama yang masih bergiat di alam bebas, menggelar lagi kegiatan serupa di bulan mei tahun 2015, kali ini melalui Desa Bungin Tambun 3, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. 
 
Setelah 12 hari berkutat di dalam hutan, akhirnya tim harus berkemas pulang di ketinggian 2418Mdpl, sangat dekat dengan Danau Tumutan 7 yang berada di ketinggian 2550Mdpl. 
 
Tidak berhasilnya misi mencapai kawah dan puncak gunung patah dikarenakan faktor lebatnya vegetasi hutan di gunung patah sendiri ditambah hampir 5 hari berturut-turut tim di guyur curah hujan yang tinggi. “Hutannya sangat lebat, banyak ngarai dan pohon-pohon besar, alami sekali isinya”, kenang Opi menyampaikan informasi hasil ekspedisi 2015 lalu.
 
Namun informasi ekspedisi tersebut akhirnya disharing dengan beberapa rekan-rekan KPA dari prabumulih dan tanjung enim, Sumatera Selatan (KPA Summit Adventure) dan pada tahun 2015 dan 2016, akhirnya tim dari KPA Summit Adventure berhasil menemukan keberadaan Danau Tumutan 7 (2550 Mdpl) dan Kawah yang terlihat aktif (2650 Mdpl). 
 
Ryan, salah satu anggota KPA Summit Adventure menyatakan bahwa saat tahun 2015 tersebut mereka melakukan penjelajahan bersama 3 orang rekan seorganisasi dan 2 orang penduduk lokal. “Yang pertama kali kami temukan adalah kawah gunung patah di ketinggian 2650 Mdpl”, ujar Ryan. “Lalu Danau di ketinggian 2550 MDpl.
 
Penjelajahan berikutnya kami juga menemukan 3 tapal batas provinsi Sumsel-Bengkulu yang menunjukan batas wilayah kedua provinsi karena keterbatasan waktu dan peralatan navigasi pendakian ke puncak gunung patah belum kami lakukan”, pungkas Ryan yang juga dihubungi melalui chatting whatapp.
 
Hasil ekspedisi lanjutan inilah yang kemudian di diskusikan kembali dengan Opi. “Saya coba cetak ulang peta kontur dengan data terbaru dan dari hasil analisa kontur memang melalui Provinsi Bengkulu sangatlah terjal dan banyak jurang sehingga waktu tempuh akan lebih lama”, ujar Opi menerangkan kenapa akhirnya dia memilih melakukan eksplorasi lanjutan tahun 2017 ini melalui jalur sumsel. 
 
“Selain itu setelah tercapai 2 puncak, artinya tinggal puncak utama yang akan menjadi target kami dan insyallah berdasarkan estimasi saya dihari ke 3 puncak utama sudah dapat tercapai”, disampaikan Opi dengan optimis.
 
“Januari 2017 setelah berdiskusi kami menetapkan jadwal kegiatan dimana pra kegiatan berupa survei sudah dilakukan oleh Ryan dan beberapa rekan dari KPA Summit Advendure”, disampaikan lebih lanjut oleh Opi.
 
“Kegiatan survei selain penggalian data awal untuk eksplorasi bulan mei juga menginspirasi kami untuk berbagi dengan adik-adik usia sekolah di sana. Akhirnya setelah diskusi dan mendapat sambutan positif dari kepala desa, kami mendirikan rumah baca yang berisi buku-buku pelajaran maupun buku anak-anak yang didapat dari sumbangan berbagai pihak. Nanti di eksplorasi ini juga kami akan kembali membawa buku bekas layak pakai untuk di titipkan di rumah baca tersebut, mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk adik-adik disana”, ujar Ryan menambahkan lebih rinci.
 
Selanjutnya Opi menjelaskan bahwa kegiatan eksplorasi inipun membawa misi kampanye untuk peduli pada kondisi hutan hujan tropis sumatera dimana gunung patah terdapat di dalamnya. 
 
“Kita perlu ketahui bersama, setiap tahunnya sekurangnya 13 juta hektar luasan hutan di Indonesia rusak oleh berbagai faktor termasuk hutan-hutan di sumatera, padahal hutan hujan tropis sumatera merupakan salah satu situs warisan dunia yang sudah di nyatakan oleh UNESCO” tegasnya. 
 
Kami bermaksud membawa misi kepedulian pada nasib hutan hujan tropis sumatera melalui taggar #SaveSumateraRainForest yang kami kampanyekan di media sosial maupun di lapangan nantinya.
 
Jadi bukan semata-semata sekedar menyalurkan hobi mendaki, namun eksplorasi gunung patah ini juga bertujuan melakukan pemetaan jalur akses pendakian, pendataan dan analisa vegetasi serta keanekaragaman hayati yang terkandung didalamnya. 
 
“Hutan hujan tropis sumatera adalah situs warisan dunia sebagai tempat pelestarian bagi hutan, air dan mahluk di dalamnya yang masuk kategori hampir punah dan dilindungi, diantaranya harimau sumatera, gajah sumatera, orang utan maupun flora sejenis kantung semar dan rafflesia”, dijelaskan lebih lanjut oleh Opi. 
 
Kami berharap hasil eksplorasi ini nantinya bisa menjadi referensi bagi penggiat alam bebas dan lingkungan hidup. Nantinya hasil eksplorasi akan kami bagi melalui akun instagram @otp2880 ataupun melalui portal-portal berita online, disampaikan Opi menutup informasinya melalui chatting whatsapp.
 
Wah, kita tunggu hasil eksplorasinya !
 
 
 
 
 
Kontributor: A Faris 
 
-Portal Berita Petualang-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Portal Berita: MapalaPTM.com 
#Outdoor Gear: Warung.MapalaPTM.com
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage MapalaPTM.Com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke portal berita petualang MapalaPTM.Com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Tim Patroli Balai Taman Nasional Sweeping Pendaki Illegal di Gunung Merbabu
Pementasan Wayang Tertinggi Se-Dunia, Tim Ekspedisi Kilimanjaro Mapala UMY Jogja Tiba di Afrika
Muda Mendunia dari Jogja Untuk Indonesia, Tim Ekspedisi Kilimanjaro Mapala UMY Tiba di Turki
Menilik Kehidupan Muslim Suku Chagga, Tim Ekspedisi Kilimanjaro Mapala UMY Mulai Berangkat ke Afrika
Tim SAR Berhasil Evakuasi Pendaki Pelajar Sidoarjo akibat Hilang Kesadaran di Gunung Penanggungan



IP Anda Adalah: 54.198.134.127

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2853478)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47045)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (43974)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33734)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (32023)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30869)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30194)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30188)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25662)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25558)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24364)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22108)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20833)

PEMUTARAN FILM DAN DISKUSI ASIMETRIS DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI BUMI SEDUNIA

“END PLASTIC POLLUTION” DALAM TEMA PERINGATAN HARI BUMI 2018

Pecinta alam sebagai ekskul pembentukan karakter, Anies dukung eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani

Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia, Dua Putri asal Bandung Tiba di Basecamp Everest

Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang

Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru

Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi

GLADIAN NASIONAL XIV Sumatera Barat Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Presiden RI Oktober Mendatang

UPL MPA Unsoed Laksanakan Praktek Simulasi I Untuk Calon Atlet Ekspedisi Soedirman VII

Mabim LH Mapala Mahesa Observasi TPA Rawa Kucing