MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Kamis, 27 April 2017 - 13:02:33 WIB

Setelah Cor Kaki, Kini Muncul Lebih Menyeramkan Aksi Kubur Diri Protes Rampas Lahan Pertanian Petani

Kategori: Lainnya Diposting oleh : Adinda - Dibaca: 1277 kali



Jakarta, MapalaPTM.com (27/4) - Setelah aksi cor kaki yang dilakukan para petani Gunung Kendeng, Jawa Tengah, kini muncul aksi yang lebih serem: kubu diri. Aksi ini sudah dilakukan petani Telukjambe sejak Selasa (25/4) lalu di depan Istana. Sejumlah aktivis pun meminta Presiden Jokowi segera bertindak sebelum jatuh korban.
 
Kemarin, puluhan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Telukjambe Bersatu (STTB) melanjutkan aksinya di depan Istana. Dalam aksi ini tujuh petani dikubur, dari kaki sampai lehernya, dalam peti mati berbentuk makam. Aksi kubur diri ini dilakukan untuk meminta Jokowi menyelesaikan konflik sengketa lahan yang terjadi di Kampung Cisadang, Telukjambe, Karawang Jawa Barat. Sekitar 300 warga ikut hadir dalam aksi ini. 
 
Seperti diketahui, kesengsaraan petani ini dimulai saat Oktober lalu, lahan pertanian dan rumah mereka direbut oleh PT Pertiwi Lestari. 
 
Para petani yang kecewa berduyun-duyun meninggalkan tanahnya yang digusur. Sebanyak 187 kepala keluarga mengungsi ke Jakarta. Mereka ditampung di tempat terpisah. Selama 34 hari, para petani menginap di kantor YLBHI serta Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (Kontras). 
 
Koordinator aksi Haris Wiyono mengungkapkan aksi kubur tersebut bukan aksi menyakiti diri, melainkan sebuah upaya protes karena belum adanya respon mengenai tuntutan mereka. 
 
Haris juga menambahkan, mereka sepantasnya mendapatkan hak atas tanah itu. Lantaran mereka sudah menggarap tanah tersebut selama puluhan tahun, ditambah lagi sudah banyak surat dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah seperti Surat Keterangan Desa (SKD), Surat Keterangan Tanah (SKT) bahwasanya tanah tersebut segera disertifikatkan dan didistribusikan terhadap petani.
 
"Justru yang terjadi merajalela dengan merusak lahan pertanian dan menggusur rumah, padahal sesuai peraturan perundang-undangan sudah gugur demi Hukum, surat Menteri Agraria tidak mereka anggap," tambah Haris. 
 
Aksi ini terus dipantau oleh petugas medis dari Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Elis Ernawati petugas yang mengawasi aksi itu, berpendapat bahwa aksi kubur diri memiliki dampak yang lebih berbahaya daripada aksi menyemen kaki seperti yang sebelumnya dilakukan oleh para petani Kendeng saat memprotes pembangunan pabrik Semen di daerahnya. Ia khawatir, peserta aksi mengalami aspirasi karena makan dan minum dilakukan dalam posisi tidur. 
 
Permasalahan lain yang perlu diperhatikan dalam aksi ini, menurut Elis, adalah kesemutan dan aliran darah yang tidak lancar karena peserta aksi dituntut tidak bergerak dalam waktu yang lama.
 
Dokter Pradipta Suarsyaf dari pelayanan medis Dompet Dhuafa menambahkan yang perlu diperhatikan dari peserta aksi adalah status dehidrasi karena aksi tersebut juga dilakukan di bawah terik cahaya matahari. 
 
Direktur Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah, Gufroni meminta Jokowi segera turun tangan memenuhi permintaan petani ini. Dia bilang, jangan sampai negara kalah oleh pemilik modal. Malah rekomendasi Komisi II DPR untuk menetapkan status quo dalam konflik agraria di Karawang ini ternyata tidak diindahkan atau dipatuhi oleh PT Pertiwi Lestari. "Perusahaan malah makin agresif meratakan tanah milik para petani dengan buldozer," kata Gufroni di lokasi, kemarin.
 
 
 
 
 
 
Sumber: Rmol.co
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Portal Berita: MapalaPTM.com 
#Outdoor Gear: Warung.MapalaPTM.com
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.Com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.Com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Sambut HUT Cilegon, Dinas Parawisata Ajak 1500 Wisatawan Nusantara Mendaki Gunung Krakatau
Sambut Ultah Istiqlal, Gabungan Kelompok Pecinta Alam Siap Gelar Membersihkan Bangunan Masjid
Outdoor Festival 10-13 November di JX International Convention & Exhibition Hall Surabaya
11-13 November, FPTI Lampung Gelar Jambore Nasional ke-2 Panjat Tebing di Desa Sidodadi
Kejuaraan Panjat Dinding Tingkat Nasional MPALH Orange Competition 2016 di Universitas Negeri Padang



IP Anda Adalah: 54.224.100.134

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2852724)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47031)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (43926)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33726)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (31990)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30858)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30184)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30173)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25649)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25534)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24356)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22085)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20815)

Pecinta alam sebagai ekskul pembentukan karakter, Anies dukung eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani

Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia, Dua Putri asal Bandung Tiba di Basecamp Everest

Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang

Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru

Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi

GLADIAN NASIONAL XIV Sumatera Barat Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Presiden RI Oktober Mendatang

UPL MPA Unsoed Laksanakan Praktek Simulasi I Untuk Calon Atlet Ekspedisi Soedirman VII

Mabim LH Mapala Mahesa Observasi TPA Rawa Kucing

7 Hari Pencarian di Gunung Merbabu, Pendaki Slovakia Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Kalimenek

Dua Srikandi Indonesia Tiba di Nepal, Siap Bergerak Untuk Proses Aklimatisasi Menuju Everest