MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Jumat, 02 Juni 2017 - 05:19:43 WIB

Drone asal Rusia Melayang di atas Puncak Gunung Everest dalam Pecahkan Rekor Penerbangan Dunia

Kategori: Tehnologi Diposting oleh : Mirna Kemal - Dibaca: 1730 kali



Tengboche, MapalaPTM.com (2/6) - Pesawat udara tak berawak dari Rusia SKAT 640 4G TERRA (UAV) telah menetapkan rekor ketinggian penerbangan dunia untuk pesawat ringan dengan berat kurang dari 1 ton dengan terbang di atas gunung tertinggi di Bumi, Everest.
 
Selama uji coba di Himalaya dilakukan oleh pengembang pesawat tak berawak tersebut, UAV mencapai ketinggian 9.333 meter (30.620 kaki) saat terbang di atas gunung tertinggi di dunia.
 
Catatan tersebut dikonfirmasi oleh dua badan pemerintah Nepal. Para pengembang telah mengirim aplikasi ke Guinness World Records, untuk mendapatkan pengakuan atas tanda yang ditetapkan oleh pesawat tak berawak mereka, lapor surat kabar Delovaya Tribuna Rusia.
 
Selain terbang di ketinggian rekor, UAV harus berperang melawan kondisi penerbangan yang keras, karena menghadapi udara tipis, tingkat radiasi dan suhu subzero yang meningkat, serta hembusan angin hingga 27 meter per detik.
 
UAV diluncurkan dari desa Tengboche di timur laut Nepal, 3.867 meter di atas permukaan laut. Pesawat itu mencapai Everest dalam waktu kurang dari satu jam, sementara total durasi penerbangannya mencapai satu setengah jam.
 
Para pengembang mengatakan penerbangan tersebut dibuat oleh kendaraan udara serial yang tidak disesuaikan, menambahkan bahwa hal itu menunjukkan banyak kesempatan untuk penggunaan model pesawat tak berawak ini.
 
Hasil uji terbang menunjukkan "kinerja yang bagus" UAV di atas ketinggian dalam hal kemampuan manuver dan pengendalian.
 
SKAT 640 4G TERRA adalah model dengung "sayap terbang" dengan motor listrik. Namun, para pengembang belum merilis spesifikasi teknis apapun.
 
Uji coba drone yang berhasil membuka lebih banyak kesempatan untuk digunakan oleh para pengendara, pendeteksi tanah dan tim penyelamat, serta militer, menurut Dmitry Sharov, perancang kepala di SKAT Systems, perusahaan yang mengembangkan UAV.
 
 
Para pendaki gunung sekarang dapat dengan cepat melakukan pengintaian cuaca, es dan gletser setiap saat, sementara layanan pertolongan di daerah pegunungan dapat memantau situasi di daerah rawan longsor dan merencanakan operasi penyelamatan berdasarkan pemantauan real-time dalam kondisi cuaca apapun.
 
Dengan menggunakan drone, geodesists juga bisa melakukan survei topografi foto udara dan mendapatkan gambar beresolusi tinggi tanpa menggunakan helikopter atau pesawat terbang. Militer juga bisa melakukan pengintaian menggunakan pesawat tak berawak, atau melacak target di daerah terpencil.
 
 
 
 
 
 
Sumber: Delovaya Tribuna Rusia - RT.com
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Portal Berita: MapalaPTM.com 
#Outdoor Gear: Warung.MapalaPTM.com
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.Com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.Com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Meninggal saat Mendaki Gunung Everest, Pendaki Wanita Singapura inginkan Abunya Tersebar di Nepal
Ekspedisi Damavand di Iran, Arkadia sabet Rekor MURI Persembahan untuk Milad UIN Jakarta ke-60 Tahun
Wanita Hongkong Pertama Gapai Puncak Everest Hadapi Kritik Online karena Tidak Bantu Pendaki Sekarat
Dua kali dalam Seminggu, Pendaki Spanyol Jejakkan Kaki di Puncak Gunung Everest hanya 17 & 26 Jam
Jatuh ke dalam Celah & Terkubur Salju, 3 Jenasah Pendaki asal India Dievakuasi dari Gunung Everest



IP Anda Adalah: 54.224.102.26

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2803062)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46219)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (40832)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32866)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30045)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29521)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29071)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (28744)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24846)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23650)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22909)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20502)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20059)

Jelang Milad ke-X, Mapalamu Luwuk Banggai Sulawesi Tengah Gelar Berbagai Kegiatan

Kerinci, Atap Sumatera Mempesona Berhasil Digapai Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days

Manfaatkan momen Car Free Day, MAPALA UMRI lakukan kegiatan ini

Anggota UPL MPA Unsoed Purwokerto Buka Jalur Pendakian di Gunung Slamet via Penakir

Keluarga Besar Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia Ucapkan Selamat Milad Kepada Muhammadiyah Ke-105

Jenasah Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Membusuk, Diperkirakan Meninggal Lebih dari Sebulan

Yogyakarta Siap Gelar Kejurnas Panjat Tebing XVI Untuk Jaring Atlet Potensial

GEMAPALA WIGWAM FH UNSRI sukses adakan kegiatan MUSI RIVER CAMP

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Sejuta Bunga, Mapala "SULFUR" UNTIDAR Magelang

II-Outfest, Pameran Aktivitas Outdoor Terbesar akan Meriahkan Pertama Kalinya di Kota Makassar

Kongres IV Pecinta Alam Bandung Raya Rekomendasikan Forum Nasional Pecinta Alam Indonesia

Membentuk Karakter Pemuda Lewat Pendidikan Dasar KPA Summit Adventure

Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days Menggapai Puncak Rantemario, Latimojong