MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Jumat, 30 Juni 2017 - 23:02:42 WIB

Pendakian Antar Propinsi Pegunungan Patah 2852 Mdpl via Sumsel-Bengkulu

Kategori: Alam Indonesia Diposting oleh : Aldi agustian - Dibaca: 2581 kali



Exsplorasi gunung patah 2852mdpl via sumsel-bengkulu

Kamis, 22 Juni 2017
EXPEDITION PARTY MT.PATAH VIA SUMSEL-BENGKULU PENDAKIAN ANTAR PROPINSI

Salam lestari...
Singkat cerita ini adalah sebuah expedition party pendakian antar propinsi yang menembus propinsi sumsel-bengkulu, yaitu puncak,kawah,danau dan bengkulu.ok perkenalkan team kami terdiri dari 9 orang mahasiswa pecinta alam yang terdiri dari ;

    aldi agustian (mapala hiawata ft-ump)
    zulfani adam (mapala hiawata ft-ump)
    dapid permata (mapala hiawata ft-ump)
    khotaman (mapala hiawata ft-ump)
    mario daty (masopala unsri)
    m.dolly lubis (mafesripala unsri)
    dimas okta (mafesripala unsri)
    oncom (gms unsri)
    jorgi (mapatera)

Perjalanan kami mulai dari desa bandar jaya (pagar alam sumsel) (13-mei-2017) berbekal pengalaman dari salah satu team yang sudah pernah ke puncak gunung patah dan data terbaru dari team kampala yang baru melakukan exspedisi di sana (kak opit).cerita sedikit kami memperkirakan perjalanan ini hanya memakan waktu 7 hari jadi persedian logistic kami membawa sekitar untuk perjalanan 7-9hari yang pasti rokok di utamakan hehee karna kami semua perokok aktif "smokiing kill' peralatan pendakian dan peralatan navigasi lengkap

Pada hari ke-1 kami melakukan perjalan dari desa talang bedeng pada pukul 14.00 dan sampai pada pukul 18.00 di desa terakhir yaitu desa pauk tunggal di karnakan cuaca pada hari itu sedang tidak bersahabat jadi team memutuskan untuk menginap di salah satu pondok warga.
         
Hari ke 2 pada pukul 08.00 team melanjutkan perjalanan dari pondok warga mulai memasuki pintu rimba gunung patah "WELCOME TO THE JUNGLE" kami mulai melewatii hutan yang sangat lebat jalur yang becek dan jalur naik turun bukit sampai beberapa kali harusi melewati aliran sungai kemudian berhenti pada pukul 17.00 untuk beristirahat dan mendirikan camp.
   
Hari ke 3 sekitar pukul 09.00 kami kembali bergegas melanjutkan perjalanan medan semakin berat dan beratnya carier semakin terasa. kami kembali beristirahat pada pukul 17.00 sudah hampir setengah perjalanan menuju puncak patah,ok seperti biasa mendirikan camp,masak,makan,canda tawa,breafing dan tertidur jangan lupa api .

Hari ke 4 pagi-pagi sekalii kami bersiap untuk ke puncak gunung patah sekitar pukul 13.00 kami sampai ke puncak gunung patah (catatan gak ada air jadi kami minum melalui lumut-lumut yg ada di pohon)

Sudah poto-poto untuk mempesingkat waktu maka team memutuskan untuk langsung berangkat menuju kawah gunung patah yang sudah bisa di lihat dari top waw!!! ternyata ini medan yang sebenarnya sama sekali belum ada jalur alias hutan rimba  jadi kami harus membuka jalur dengan menggunakan parang ,kami berbagi tugas team yang berada di depan (LEADERSHIP) sekali yaitu zulfani adam,dapid permata,dan khotaman atau kami sebut "THE PARANG MAN"hahaha,hari hampir sore kami kembali mendirikan camp.

Hari ke-5 terlewatkan dijalur saja alhasil baru pada hari ke-6 kami baru berhasil mencapai kawah gunung patah tentunya dengan susah payah menuju kesana.
 
Sekitar 1 jam kami diatas kawah gunung patah yang sangat indah dan memukau mata cuman bau belerangnya saja yang begitu menyengat menusuk hidung membuat kami sedikit takut untuk berlama-lama disana.diatas kawah terdapat pohon panjang umur dan bunyi kawah ini sendiri sudah bisa terdengar dari jarak -+1km sudah terdengar seperti bunyi pesawat terbang.kepala mulai pusing terkena bau belerang team kembali melanjutkan perjalan untuk menuju ke danau.
Hari ke-7 dengan medan yang sangat berat kami kembali naik turun bukit melewati kawasan hutan lumut,dan tumbuhan berduri yg sangat banyak team belum berhasil menemukan danau tersebut. akhirnya pada hari ke 8 team berhasil menemukan danau gunung patah yg berada di ketinggian 2500 mdpl kami sangat senang dan memutuskan untuk beristirahat mendirikan camp kembali di dekat danau yg sangat indah, tenang, beutiful hehe dan yang pasti dingin bgt wkwkwk....


Hari ke-9 logistic mulai menipis team sudah berhasil mencapai target kami memutuskan untuk segera pulang dan harus dengan secepat mungkin menemukan sebuah desa di daerah bengkulu .rupanya
medan semakin berat jalur semakin kacau dan yang palimg mencekam rokok sudah ludes habis terisap semua .di jalur ini sangat banyak sekali hewan penghisap darah alias pacat (Hirudinea)  dan tawon (Vespula maculata) pun dimana mana team harus siap siaga menghadapi ancaman tersebut,hari ke 9 berlalu kami belum berhasil menuju desa di bengkulu

Hari ke 10 kembali kami harus meleawati bukit barisan menembus hutan rimba bahkan kami harus rock climbing menggunakan carier degan sisa tenaga yg sudah hampir habis celakanya lagi salah satu team kami yaitu oncom (gms unsri) kakinya mengalami luka dan iritasi semakin menyebar dikakinya,dan yang lain juga sama saja ada yang  mengalami luka di kaki di tangan oleh duri bahkan ada yang badanya bengkak-bengkak akibat terkena sengatan tawon.

Beruntung sekali cuaca bagus salah satu anggota dari team kami  melihat sebuah desa dari punggungan bukit barisan yang kalau di jalani masih sangat jauh sekali,logistic sudah tinggal beras dan garam lagi kami melakukan survival memakan pohon pisang (bagian dalamnya alias umbut) dan buahnya.team sudah mulai putus asa karna melewati jalur yg sangat sulit dan tak ada ujungya bahkan kami mengikuti aliran-aliran sungai untuk dapat menemukan desa. kami sudah mulai bosan selama 10 hari hanya melihat hutan rimba saja dan akhirnya yang di tunggu-tunggu pada hari ke 12 kami berhasil menemukan ladang kebun kopi yang ada penghuninya alhamdulilah akhirnya kami sampai kami berhasil dan kami masih selamat dan hidup yeh hahahaha

  
Sekitar 2 jam dari kebun tersebut sudah ada perkamupungan kecil pada pukul 17.00 tanggal 22-mei-2017 kami sampai di sebuah proyek irigasi desa manau 9 BENGKULU yang ada warungnya hahaha seperti orang gila kami makan makan dan penantian selama 5 hari tidak merokok kami lampiaskan semua kami pun di jemput oleh salah satu teman kami dari desa manau 9 yaitu nopri dkk kami menginap dirumahnya di sambut dengan baik oleh warga warga disana terima kasih sekali ,terima kasih gunung patah atas segala pelajaran yang sudah di berikan untuk kami.tetaplah alami dan lestari...
 
Catatan....
*untuk informasi peta,akses akomodasi,titik koordinat,budget dsb bisa langsung datang saja ke secretariat kami mapala hiawata ft-ump di kampus B JL.talang banten
    

Thanks to :

    GARIS MILANG
    WARGA DESA BANDAR JAYA PAGAR ALAM
    PEMUDA RAFLESIA BENGKULU
    KHOTAMAN DETWO
    MAPALA HIAWATA FT-UMP
    MASOPALA
    MAFESRIPALA
    GREEN MACHINE SPIRIT
    MAPATERA
    KAMPALA
    WARGA DESA MANAU 9 BENGKULU
    KARYAWAN PROYEK IRIGASI MANAU 9 BENGKULU

 

Kontributor: Cacing (Aldi Agustian) - Mapala Hiawata Univ.Muhammadiyah Palembang

-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Portal Berita: MapalaPTM.com 
#Outdoor Gear: Warung.MapalaPTM.com
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...

https://youtu.be/93p7uz3QGa8 https://youtu.be/lFtKgL-_ySc
Selengkapnya





Berita Terkait


Menapaki Gunung ke-6, 2 Putri Indonesia Berhasil Lewati 3 Camp & Semakin Dekat Dengan Puncak Denali
Drone asal Rusia Melayang di atas Puncak Gunung Everest dalam Pecahkan Rekor Penerbangan Dunia
Ekspedisi Damavand di Iran, Arkadia sabet Rekor MURI Persembahan untuk Milad UIN Jakarta ke-60 Tahun
Wanita Hongkong Pertama Gapai Puncak Everest Hadapi Kritik Online karena Tidak Bantu Pendaki Sekarat
Setelah Cor Kaki, Kini Muncul Lebih Menyeramkan Aksi Kubur Diri Protes Rampas Lahan Pertanian Petani



IP Anda Adalah: 54.198.164.83

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2852762)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47031)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (43932)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33726)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (31991)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30860)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30184)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30173)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25649)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25536)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24356)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22087)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20816)

Pecinta alam sebagai ekskul pembentukan karakter, Anies dukung eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani

Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia, Dua Putri asal Bandung Tiba di Basecamp Everest

Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang

Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru

Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi

GLADIAN NASIONAL XIV Sumatera Barat Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Presiden RI Oktober Mendatang

UPL MPA Unsoed Laksanakan Praktek Simulasi I Untuk Calon Atlet Ekspedisi Soedirman VII

Mabim LH Mapala Mahesa Observasi TPA Rawa Kucing

7 Hari Pencarian di Gunung Merbabu, Pendaki Slovakia Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Kalimenek

Dua Srikandi Indonesia Tiba di Nepal, Siap Bergerak Untuk Proses Aklimatisasi Menuju Everest