MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Jumat, 04 Agustus 2017 - 16:30:24 WIB

Terekam Video Saat Seseorang Kepergok Memetik Edelweis di Surya Kencana, Gunung Gede Pangrango

Kategori: Pendaki Diposting oleh : Miranda Kayla - Dibaca: 2911 kali



Jakarta, MapalaPTM.com (4/8) - Bunga edelweiss saat ini masuk ke dalam tumbuhan yang harus dilindungi, Habitat edelweis makin lama makin habis dan Kebanyakan karena faktor tangan-tangan jahil manusia.
 
Pendaki-pendaki yang memetik dan membawa pulang edelweiss sudah sepatutnya menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Saat ini sudah banyak gunung-gunung yang menerapkan peraturan baru tentang pelarangan memetik bunga edelweiss. Bagi pendaki yang ketahuan telah memetik edelweis, akan dikenakan sanksi.
 
Sebelumnya di media sosial telah dihebohkan tentang pendaki-pendaki gunung rinjani yang bukan lagi memetik bunga edelweis, tapi langsung mencabut pohon yang dilindungi itu hingga ke akar-akarnya. Serta pendaki gunung semeru yang juga memetik bunga edelweis tersebut hingga dikenakan sanksi tidak boleh mendaki gunung tersebut selama-lamanya.
 
Nah, ternyata cerita ini masih berlanjut saat kepergoknya seseorang telah memetik bunga edelweis yang dilindungi ini oleh Sdr Fadil dan bersama teman-teman pendaki yang berasal dari bogor pada tanggal 13 mei 2017, saat sore hari sekira pukul 17.00 WIB, di Area Alun-alun Surya Kencana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
 
Saat itu juga Sdr Fadil bersama teman-temannya langsung diam-diam merekam dengan video via camera hp dan menghampiri si pelaku yang sedang asyik bermain dengan bunga edelweis tersebut serta mengabadikannya via camera selularnya.
 
Setelah dihampiri oleh tiga orang pendaki yang berasal dari bogor itu dan bertanya tentang Identitas, maksud dan tujuan telah memetik bunga yang dilindungi itu kepada pelaku tersebut. "Dia mengaku bernama Faisal dan berasal dari Depok" Ujar Fadil saat diwawancarai oleh MapalaPTM.com (4/8).
 
Kemudian si pelaku ini mulai curiga bahwa pendaki-pendaki yang telah mendatanginya itu membawa camera dan merekamnya dalam sebuah video tentang apa yang telah diperbuatnya, lalu orang itu langsung melarikan diri.
 
Untuk para pembaca, diharapkan dapat ikut menyebarkan atau share artikle ini maupun videonya di media-media sosial untuk menemukan pelaku tersebut, dan membuat effect jera agar dapat dikenakan sanksi oleh pihak TNGGP. Sekaligus kita mendidik bahwa perilaku tersebut sangat tidak baik dan contoh buruk yang tidak mencerminkan pecinta alam atau pendaki-pendaki di indonesia.
 
Kalau mau mengabadikan bunga edelweis kan tidak perlu memetiknya, tapi hanya dengan jepretan-jepretan camera selularmu juga bisa kok? akan tetapi kenapa harus dipetiknya? (Tidak habis pikir nih orang) Berarti ada niat ingin membawa pulang bunga yang dilindungi ini sebagai oleh-oleh dari pendakian gunungnya.
 
Bunga edelweiss yang memiliki nama ilmiah Anaphalis javanica terkenal dengan sebutan bunga abadi. Edelweiss memang merupakan bunga yang butuh waktu yang sangat lama untuk layu. Itulah alasan mengapa bunga ini menjadi lambang keabadian. Seperti yang kita ketahui bersama, edelweiss hanya bisa tumbuh di gunung. Biasanya edelweiss tumbuh di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tidak butuh banyak air untuk tumbuh. Biasanya edelweiss tumbuh di padang savana sebuah gunung.
 
Pendaki Sejati tidak akan Mengambil Apapun kecuali Gambar, Seperti jargon-jargon pecinta alam yang sudah populer sejak dahulu kala: Pecinta alam sejati tidak akan mengambil apapun selain gambar, Tidak akan membunuh apapun selain waktu, Tidak akan meninggalkan apapun selain jejak kaki.
 
Jika kamu mengaku sebagai pecinta alam sejati, maka kamu perlu meresapi jargon itu di dalam hati dan pikiranmu. Jangan sampai jargon itu hanya lewat tanpa bekas apapun. Jadi jangan pernah membawa pulang apapun selain foto-foto perjalanan, Termasuk bunga edelweiss.
 
Tindakan memetik bunga Edelweiss bukan hanya merusak lingkungan dan melanggar kode etik Pencinta Alam, tapi juga melanggar hukum. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya
 
#Pasal 21:
(1) Setiap orang dilarang untuk :
a. mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati;

b. mengeluarkan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,
 
KETENTUAN PIDANA
 
#Pasal 40
(1) Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dan Pasal 33 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

(2) Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

(3) Barang siapa karena kelalaiannya melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dan Pasal 33 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

 
 
 
 
 
 
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Setelah Menghilang 30 Tahun, Jasad Pendaki Gunung asal Jerman Ditemukan dalam Glasier Alpine Swiss
Stop Buang Sampah Sembarangan, Trashbag Community Ajak Pendaki Membersihkan Gunung dari Sampah
Pendaki Wanita Gunung Rinjani asal Jakarta yang Dilaporkan Hilang Telah Ditemukan Selamat Pagi Ini
Kronologi Pendaki Perempuan asal Jakarta yang Jatuh ke Jurang Saat Menuju Puncak Gunung Rinjani
Tengkorak Tulang Belulang Manusia di Gunung Ciremai Diduga Pendaki ilegal Berjenis Kelamin Laki-Laki



IP Anda Adalah: 54.166.232.243

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2793282)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45924)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (39738)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32549)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29737)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29279)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28846)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (27846)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24554)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23384)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22055)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20132)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19796)

Gunung tertinggi di Mongolia, 10 Pendaki Tewas dan 7 Lainnya Masih Hilang Akibat Longsoran Salju

41 Tahun Gemapala

Betho Beanal dari Mapala Equil, Orang Amungme Pertama Menggapai Puncak Carstensz Pyramid

Ajang Tahunan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia, TWKM XXIX Jakarta Telah Resmi Dibuka

7 Summit Indonesia in 100 Days, Tiga Pendaki Siap Memulai Pendakian Gunung Binaiya di Maluku

Mapala UMRI Sangat Bersemangat untuk Ikut Memeriahkan Acara TWKM ke-XXIX di Jakarta

Tim Putri Indonesia KMPA Eka Citra UNJ Bersiap Memulai Pendakian Menuju Dhampus Peak di Nepal

Event Tahunan Mapala Se-Indonesia, Kemenpora Tidak Mendukung Sepenuhnya TWKM XXIX Jakarta

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Daeng, Korps Pencinta Alam (KORPALA) Unhas Makassar

Petakan Potensi Pariwisata Bahari, Mapala UI Gelar Eksplorasi Bawah Laut di Teluk Tomini

Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Kota Berirama, Mapala Surya Rimba atau Mapasuri Unmuh Purworejo

Wow,Keren! Habiskan Masa Tua, Nenek Umur 85 Tahun Lakukan Panjat Tebing, Sky Diving dan Berselancar

Ekspedisi Menggapai Puncak Dhampus Dhaulagiri, 2 Putri Indonesia Mulai Berangkat Menuju Nepal