MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Minggu, 06 Agustus 2017 - 19:25:38 WIB

Pria ini Mengantar Pizza Hangat Untuk 3 Pendaki yang Tinggal Selama 100 Hari di Puncak Merbabu

Kategori: Pendaki Diposting oleh : Santoso - Dibaca: 7514 kali



Magelang, MapalaPTM.com (6/8) - Baru-baru ini dunia pendakian dihebohkan oleh aksi tiga pendaki, yaitu  Raka Metta Wantoro (Kota Salatiga), Bayu Ramadhon (Gunung Kidul) dan Dani Adi Kusuma (Semarang), Mereka tengah melakukan kegiatan konservasi dengan tajuk Ekspedisi dan Sosialisasi 100 Kentheng Songo Puncak Merbabu.
 
Sesuai label yang mereka usung, mereka akan tinggal selama 100 hari tanpa putus di titik tertinggi Gunung Merbabu. Mereka mengaku kegiatan itu murni inisiatif dari mereka tanpa dukungan sponsor.
 
Mereka menetapkan dua sasaran penting sebagai misi terhadap kelestarian alam, yaitu konservasi dan sosialisasi. Konservasi meliputi konservasi terhadap jalur pendakian, sanitasi air, flora dan fauna, serta perbaikan penunjuk jalur pendakian. Sosialisasi akan mengarah pada edukasi bagi para pendaki agar sadar sampah dan etika saat mendaki gunung.
 
Selain dua sasaran itu, mereka juga akan merestorasi batu Kentheng Songo yang menjadi ikon puncak Merbabu dengan mengumpulkannya kembali. Dua hari besar nasional juga tidak akan mereka lewatkan, mereka akan turut menggelar upacara peringatan HUT RI dan Sumpah Pemuda.
 
Misi mulia itu tentu saja mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan, terutama aktivis pecinta alam. Beberapa kelompok pecinta alam seperti Tim BCT (Base Camp Thekelan) dan Komppas (Komunitas Peduli Putra Syarif) Dusun Thekelan, Batur, Getasan, Kabupaten Semarang sudah mendukung sejak tahap persiapan.
 
Kini hampir tiga minggu sejak 20 Juli lalu, banyak bantuan yang berdatangan untuk mendukung terutama logistik. Suplai logistik banyak berasal dari pendaki yang sengaja membawa makanan saat menuju puncak Kentheng Songo, bahkan ada pendaki dari Bali yang khusus membawa tenda dan makanan untuk mereka.
 
Banyak yang menyadari, membantu memberikan makanan pada Raka, Dani, dan Bayu maka secara tidak langsung ikut peduli dalam upaya konservasi dan sosialisasi.
 
Kepedulian ini juga menular pada Eko. Bentuk dukungannya cukup unik, walaupun tidak jauh dari urusan makanan, namun aksinya mampu memberi semangat bagi Raka, Dani, dan Bayu. Minggu, 6 Agustus dia membawa pizza hangat untuk sarapan bagi tiga pendaki di Puncak Merbabu. mendaki dengan cari berlari, atau istilah populernya trail run. 
 
Pria asal magelang, Eko mengatakan “Malamnya beli di Kota, Subuh sebelum berangkat di oven lagi, bungkus alumunium foil biar awet angetnya, trus langsung tancap gas ke Wekas dan mulai lari”.
 
“Targetnya sih paling lama dua jam biar masih hangat, ternyata meleset 37 menit, jadinya itu makanan udah hampir dingin” tambah Eko.
 
Gokong sapaan akrab Eko di STAPALA, Mapala STAN Jakarta, sedang mempersiapkan diri untuk ekspedisi ke Aconcagua, di Argentina pada Desember mendatang bersama empat orang personil lainnya yang juga dari STAPALA.
 
Hampir setiap dua minggu dia melakukan latihan ke gunung-gunung terdekat. Khusus ke Merbabu kali ini dia mengatakan ingin bertemu Dani, Raka, dan Bayu, dia salut dan apresiasi dengan aksi tiga pendaki tangguh yang melakukan aksi peduli kelestarian alam.
 
“Saya salut dengan aksi mereka, dukungan saya bisanya cuman ini, mudah-mudahan nantinya saya kembali lagi ke Kentheng Songo. Dan yang lebih penting, aksi saya ini mampu menginspirasi agar lebih banyak lagi orang-orang untuk turut berpartisipasi.” tandas Eko lagi.
 
Saat bertemu di Puncak Kentheng Songo, Eko sempat ngobrol banyak dengan trio pendekar lingkungan. Tentu saja isi obrolannya tentang suka duka selama tiga minggu camp di ketinggian 3.124 mdpl. Minggu pagi bertepatan dengan hari ke 18, ternyata tim tinggal berdua yaitu Raka dan Dani, sementara Bayu sudah turun pada hari ke 9 karena orang tuanya sakit.
 
Mengenai logistik Raka dan Dani tidak menemui kendala, banyak pendaki yang memberikan makanan kepada mereka. Tentang cuaca justru mereka merasa lebih tersiksa karena terik panas daripada dinginnya malam. Selama 18 hari baru sekali turun hujan, dan hanya  terjadi badai kecil. Soal mandi, mereka cukup rajin turun ke mata air terdekat sekaligus ambil persediaan air.
 
Raka yang merupakan ketua tim, sambil ngobrol di depan tenda tampak sibuk mengamati pendaki-pendaki yang berfoto di area Kentheng Songo. “Beberapa kali Raka beranjak dari duduknya, mendatangi para pendaki yang berpose foto menginjak Kentheng Songo, mulailah dia ceramah ke para pendaki itu” tutup Eko.
 
Kentheng Songo merupakan situs sejarah berbentuk lesung berjumlah sembilan. Raka sangat menjaga benda itu dan merintis kerjasama dengan Taman Nasional untuk membuat pagar agar tidak rusak diinjak oleh pendaki. Ia berharap pagar itu bisa terealisasi segera.
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Santoso, Stapala - STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Jakarta)
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Stop Buang Sampah Sembarangan, Trashbag Community Ajak Pendaki Membersihkan Gunung dari Sampah
Proyek PLTB PT SAE Dihentikan Sementara Akibat Tiga Sungai Keruh di Lereng Gunung Slamet
Anggota Muda Alpiniste Siap Gelar Pengembaraan XXVII ke Puncak Sejati Gunung Raung via Kalibaru
Mapala STIEM Palopo Siap Gelar Pendakian Tujuh Puncak Gunung di Pulau Jawa Pada Bulan Agustus
Peringati Hari Sungai Nasional, Miris Melihat Hilir Sungai Cisadane Telah Dipenuhi Oleh Sampah



IP Anda Adalah: 54.234.190.237

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2824298)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46596)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (42548)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33279)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30415)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (30312)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29812)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29510)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25175)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (24239)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23983)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (21103)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20414)

AOC II, Aldakawanaseta Universitas Dian Nuswantoro Semarang Kembali Menggelar Kejuaraan Orienteering

Tim SAR Berhasil Evakuasi Pendaki Tersesat di Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang

Empat Pendaki Tersesat di Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang Akibat Kabut Tebal

Hobby Mendaki Gunung, Mahasiswi Cantik Asal Jogja Siap Taaruf Mencari Calon Imam

DIKDASLU KE- IX, MAPALU UM Sukabumi Lahirkan Angkatan Mutiara Api

Carstensz Pyramid, Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days Sukses Gapai 7 Puncak Tertinggi Indonesia

Perlengkapan Wajib Tidak Dibawa, 2 Pendaki Gunung Panderman Tersesat

Gunung Agung Kembali Erupsi, Warga Senantiasa Waspada

ICC Gelar Indonesian Climber First Ascent Expedition Bumi Rafflesia, Bengkulu

Jalur Pendakian Gunung yang Resmi Ditutup, Update Januari 2018

Puncak Gunung Bukanlah Tujuan

Usus: Cara Pendaki Gunung Zaman Now Menanggapi Mitos

UPL MPA Universitas Jenderal Soedirman Bersiap Mendaki Gunung Aconcagua, Argentina