MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Minggu, 06 Agustus 2017 - 19:25:38 WIB

Pria ini Mengantar Pizza Hangat Untuk 3 Pendaki yang Tinggal Selama 100 Hari di Puncak Merbabu

Kategori: Pendaki Diposting oleh : Santoso - Dibaca: 6589 kali



Magelang, MapalaPTM.com (6/8) - Baru-baru ini dunia pendakian dihebohkan oleh aksi tiga pendaki, yaitu  Raka Metta Wantoro (Kota Salatiga), Bayu Ramadhon (Gunung Kidul) dan Dani Adi Kusuma (Semarang), Mereka tengah melakukan kegiatan konservasi dengan tajuk Ekspedisi dan Sosialisasi 100 Kentheng Songo Puncak Merbabu.
 
Sesuai label yang mereka usung, mereka akan tinggal selama 100 hari tanpa putus di titik tertinggi Gunung Merbabu. Mereka mengaku kegiatan itu murni inisiatif dari mereka tanpa dukungan sponsor.
 
Mereka menetapkan dua sasaran penting sebagai misi terhadap kelestarian alam, yaitu konservasi dan sosialisasi. Konservasi meliputi konservasi terhadap jalur pendakian, sanitasi air, flora dan fauna, serta perbaikan penunjuk jalur pendakian. Sosialisasi akan mengarah pada edukasi bagi para pendaki agar sadar sampah dan etika saat mendaki gunung.
 
Selain dua sasaran itu, mereka juga akan merestorasi batu Kentheng Songo yang menjadi ikon puncak Merbabu dengan mengumpulkannya kembali. Dua hari besar nasional juga tidak akan mereka lewatkan, mereka akan turut menggelar upacara peringatan HUT RI dan Sumpah Pemuda.
 
Misi mulia itu tentu saja mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan, terutama aktivis pecinta alam. Beberapa kelompok pecinta alam seperti Tim BCT (Base Camp Thekelan) dan Komppas (Komunitas Peduli Putra Syarif) Dusun Thekelan, Batur, Getasan, Kabupaten Semarang sudah mendukung sejak tahap persiapan.
 
Kini hampir tiga minggu sejak 20 Juli lalu, banyak bantuan yang berdatangan untuk mendukung terutama logistik. Suplai logistik banyak berasal dari pendaki yang sengaja membawa makanan saat menuju puncak Kentheng Songo, bahkan ada pendaki dari Bali yang khusus membawa tenda dan makanan untuk mereka.
 
Banyak yang menyadari, membantu memberikan makanan pada Raka, Dani, dan Bayu maka secara tidak langsung ikut peduli dalam upaya konservasi dan sosialisasi.
 
Kepedulian ini juga menular pada Eko. Bentuk dukungannya cukup unik, walaupun tidak jauh dari urusan makanan, namun aksinya mampu memberi semangat bagi Raka, Dani, dan Bayu. Minggu, 6 Agustus dia membawa pizza hangat untuk sarapan bagi tiga pendaki di Puncak Merbabu. mendaki dengan cari berlari, atau istilah populernya trail run. 
 
Pria asal magelang, Eko mengatakan “Malamnya beli di Kota, Subuh sebelum berangkat di oven lagi, bungkus alumunium foil biar awet angetnya, trus langsung tancap gas ke Wekas dan mulai lari”.
 
“Targetnya sih paling lama dua jam biar masih hangat, ternyata meleset 37 menit, jadinya itu makanan udah hampir dingin” tambah Eko.
 
Gokong sapaan akrab Eko di STAPALA, Mapala STAN Jakarta, sedang mempersiapkan diri untuk ekspedisi ke Aconcagua, di Argentina pada Desember mendatang bersama empat orang personil lainnya yang juga dari STAPALA.
 
Hampir setiap dua minggu dia melakukan latihan ke gunung-gunung terdekat. Khusus ke Merbabu kali ini dia mengatakan ingin bertemu Dani, Raka, dan Bayu, dia salut dan apresiasi dengan aksi tiga pendaki tangguh yang melakukan aksi peduli kelestarian alam.
 
“Saya salut dengan aksi mereka, dukungan saya bisanya cuman ini, mudah-mudahan nantinya saya kembali lagi ke Kentheng Songo. Dan yang lebih penting, aksi saya ini mampu menginspirasi agar lebih banyak lagi orang-orang untuk turut berpartisipasi.” tandas Eko lagi.
 
Saat bertemu di Puncak Kentheng Songo, Eko sempat ngobrol banyak dengan trio pendekar lingkungan. Tentu saja isi obrolannya tentang suka duka selama tiga minggu camp di ketinggian 3.124 mdpl. Minggu pagi bertepatan dengan hari ke 18, ternyata tim tinggal berdua yaitu Raka dan Dani, sementara Bayu sudah turun pada hari ke 9 karena orang tuanya sakit.
 
Mengenai logistik Raka dan Dani tidak menemui kendala, banyak pendaki yang memberikan makanan kepada mereka. Tentang cuaca justru mereka merasa lebih tersiksa karena terik panas daripada dinginnya malam. Selama 18 hari baru sekali turun hujan, dan hanya  terjadi badai kecil. Soal mandi, mereka cukup rajin turun ke mata air terdekat sekaligus ambil persediaan air.
 
Raka yang merupakan ketua tim, sambil ngobrol di depan tenda tampak sibuk mengamati pendaki-pendaki yang berfoto di area Kentheng Songo. “Beberapa kali Raka beranjak dari duduknya, mendatangi para pendaki yang berpose foto menginjak Kentheng Songo, mulailah dia ceramah ke para pendaki itu” tutup Eko.
 
Kentheng Songo merupakan situs sejarah berbentuk lesung berjumlah sembilan. Raka sangat menjaga benda itu dan merintis kerjasama dengan Taman Nasional untuk membuat pagar agar tidak rusak diinjak oleh pendaki. Ia berharap pagar itu bisa terealisasi segera.
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Santoso, Stapala - STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Jakarta)
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Stop Buang Sampah Sembarangan, Trashbag Community Ajak Pendaki Membersihkan Gunung dari Sampah
Proyek PLTB PT SAE Dihentikan Sementara Akibat Tiga Sungai Keruh di Lereng Gunung Slamet
Anggota Muda Alpiniste Siap Gelar Pengembaraan XXVII ke Puncak Sejati Gunung Raung via Kalibaru
Mapala STIEM Palopo Siap Gelar Pendakian Tujuh Puncak Gunung di Pulau Jawa Pada Bulan Agustus
Peringati Hari Sungai Nasional, Miris Melihat Hilir Sungai Cisadane Telah Dipenuhi Oleh Sampah



IP Anda Adalah: 107.22.52.86

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2773638)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45629)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32185)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29364)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29090)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28446)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (25206)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24326)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23178)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (20313)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19568)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (19566)

Tim SAR Gabungan Temukan Dua Pendaki Hilang di Gunung Semeru (19287)

Peserta Jambore Mapala PTMSI Mempelajari Permasalahan Mangrove Serta Potensinya di Tanjung Burung

Endro Wardoyo: Sejarah Mulai Terbentuknya Jambore MapalaPTM & Tanggapan Event ini Hingga Sekarang

HUT RI 72, Bendera Merah Putih Sepanjang 178 Meter Akan Dikibarkan Seribu Pendaki di Gunung Arjuno

Ratusan Pendaki Telah Berada di Gunung Kerinci Untuk Rayakan HUT RI ke-72

Kembali ke Jakarta, Lima Pendaki WNA Melapor ke Kedutaan Akibat Dilarang Mendaki Carstenz

Mapala Hiawata Antusias Menghadiri Kegiatan Jambore Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia di Tangerang

Mapala UMRI dari Bumi Lancang Kuning Siap Menggentarkan Suasana Jambore MPTM-SI di Tangerang

Tetap Kompak, Mapala di Universitas Muhammadiyah Palembang Siap Berangkat ke Jambore XI di Tangerang

Mapala Muhammadiyah Paling Ujung Timur Indonesia di Papua Siap Ramaikan Jambore yang Pertama Kalinya

Mapala Muci berangkat untuk Jambore XI di Tangerang

Walau Arungi Lautan Lepas 3 Hari 3 Malam, Mapala Ibnu Jazirah Tetap Semangat ke Jambore di Tangerang

KP3 Udara Terbitkan Surat Larangan Terbang ke Arah Carstenz, Pendaki WNA Tertahan di Lembah Kuning

Mapala UMMU Ternate Telah Berangkat Menuju Jambore XI Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia di Tangerang