MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Rabu, 09 Agustus 2017 - 19:23:34 WIB

Tim Ekspedisi Elbrus IMPALA Universitas Brawijaya Malang Telah Berangkat Menuju Russia Hari Ini

Kategori: Internasional Diposting oleh : Reny - Dibaca: 481 kali



Malang, MapalaPTM.com (9/8) - Ekspedisi seven summit memang tengah naik daun di dunia kepencitaalaman. Bagaimana tidak, maraknya ekspedisi seven summits yang dilakukan pencinta alam Indonesia menunjukkan makin tinggi pula kemampuan managerial kegiatan mereka, sehingga menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kelompok Pencinta Alam yang melakukannya.
 
Setelah 22 tahun tidak terfokus pada pendakian gunung-gunung seven summits, pada tahun 2017 ini IMPALA UB kembali melanjutkan ekspedisi yang sempat terhenti sejak tahun 1995 silam. Sebelum ekspedisi Elbrus ini, kelompok mahasiswa pencinta alam Universitas Brawijaya ini telah mendaki Cartenz Pyramid di tahun 1986 dan 1995.
 
Setelah persiapan selama hampir dua tahun, akhirnya kegiatan bertajuk BRI-Brawijaya Elbrus Expedition 2017 ini berangkat ke Russia pada hari ini, tanggal 9 Agustus 2017 diantar Anggota IMPALA UB yang lain di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
 
Selama dua tahun, persiapan yang dilakukan tidak hanya persiapan fisik bagi atlet, melainkan juga persiapan mental, pertolongan pertama gawat darurat dan penyakit ketinggian, bahasa, jurnalistik serta dokumentasi kegiatan. Berbagai pihak yang berkompeten di bidangnya juga telah dirangkul untuk menunjang persiapan para delegasi.
 
Tim ini direncanakan tiba di Moscow, Russia, pada 11 Agustus mendatang, dan akan langsung melakukan penerbangan domestik menuju basecamp Taman Nasional Elbrus di Terskol, Kabardino-Balkariya, South Russia. Pendakian direncanakan dimulai tanggal 12 Agustus dengan aklimatisasi terlebih dahulu di Mt. Cheget yang juga berlokasi di Taman Nasional.
 
Aklimatisasi yaitu proses yang dilakukan untuk membiasakan diri dengan iklim dan kondisi sekitar. Salah satu yang membedakan pendakian gunung salju dengan gunung tropis yaitu proses pendakian harus konstan dengan kecepatan relatif rendah. Pendakian dilakukan setinggi-tingginya, namun camp diletakkan serendah-rendahnya. Hal ini yang membuat pendakian memakan waktu yang lama, karena pendaki diharuskan melakukan pendakian bolak-balik dari ketinggian tertentu ke ketinggian yang lain.
 
"Salah satu kesulitan mempersiapkan ekspedisi ini yaitu tidak adanya lokasi yang terjangkau di Indonesia yang dapat digunakan untuk mempersiapkan fisik selama proses latihan. Satu-satunya gunung yang juga masuk dalam kategori Seven Summits di Indonesia yakni Cartenz Pyramid masih sulit dijangkau dari segi akomodasi," ujar Gede Krisna,salah satu atlet yang akan berangkat.
 
Rencananya 3 orang delegasi IMPALA UB akan mengibarkan sang saka merah putih di puncak 5642 mdpl itu pada 16 Agustus mendatang. Ketiga delegasi ini yaitu Gede Krisna Adiwiradarma, Ahmad Sholahuddin Yazid, dan Endah Purwaningtyas Hadipranoto. Selain bendera merah putih, di puncak Elbrus tim ini juga akan membawa kerajinan topeng Malang. 
 
Setelah ekspedisi ini, IMPALA UB juga akan melanjutkan ekspedisi ke puncak-puncak lain yang belum dicapai di jajaran seven summits, diantaranya Kilimanjaro, Aconcagua, Denali, Vinson Massif, dan Everest, dan akan membawa nama Kota Malang di kancah ekspedisi Seven Summits untuk pertama kali.
 
Bp Rektor Universitas Brawijaya Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S. berpesan saat melepas keberangkatan tim, "Kalian tidak hanya membawa nama almamater dan juga nama kota Malang, melainkan nama Indonesia. Jadi harus hati-hati dan menjalankan semua prosedur yang dipersiapkan selama latihan."
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Reny - Humas Impala Univ. Brawijaya Malang
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Kedelapan Atlet Ekspedisi Mutiara Nusa Ina 2017 Mapala STACIA UMJ Siap Meluncur ke Maluku
Pengumuman Pendakian Gunung Merapi Dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun, 17 Agustus 2017
Mapala Mahesa Sebagai Tuan Rumah Jambore Siap Sambut Kedatangan Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia
Bocah Florida Pecahkan Rekor Pendaki Perempuan Termuda Mencapai Puncak Gunung Kilimanjaro, Afrika
Pria ini Mengantar Pizza Hangat Untuk 3 Pendaki yang Tinggal Selama 100 Hari di Puncak Merbabu



IP Anda Adalah: 54.166.232.243

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2793282)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45924)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (39738)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32549)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29737)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29279)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28846)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (27846)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24554)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23384)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22055)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20132)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19796)

Gunung tertinggi di Mongolia, 10 Pendaki Tewas dan 7 Lainnya Masih Hilang Akibat Longsoran Salju

41 Tahun Gemapala

Betho Beanal dari Mapala Equil, Orang Amungme Pertama Menggapai Puncak Carstensz Pyramid

Ajang Tahunan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia, TWKM XXIX Jakarta Telah Resmi Dibuka

7 Summit Indonesia in 100 Days, Tiga Pendaki Siap Memulai Pendakian Gunung Binaiya di Maluku

Mapala UMRI Sangat Bersemangat untuk Ikut Memeriahkan Acara TWKM ke-XXIX di Jakarta

Tim Putri Indonesia KMPA Eka Citra UNJ Bersiap Memulai Pendakian Menuju Dhampus Peak di Nepal

Event Tahunan Mapala Se-Indonesia, Kemenpora Tidak Mendukung Sepenuhnya TWKM XXIX Jakarta

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Daeng, Korps Pencinta Alam (KORPALA) Unhas Makassar

Petakan Potensi Pariwisata Bahari, Mapala UI Gelar Eksplorasi Bawah Laut di Teluk Tomini

Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Kota Berirama, Mapala Surya Rimba atau Mapasuri Unmuh Purworejo

Wow,Keren! Habiskan Masa Tua, Nenek Umur 85 Tahun Lakukan Panjat Tebing, Sky Diving dan Berselancar

Ekspedisi Menggapai Puncak Dhampus Dhaulagiri, 2 Putri Indonesia Mulai Berangkat Menuju Nepal