MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Jumat, 18 Agustus 2017 - 07:44:25 WIB

Rayakan HUT RI, Gemapala WIGWAM FH UNSRI Bentangkan Bendera Raksasa Merah Putih di Tebing Selangis

Kategori: Mapala Diposting oleh : Gemapala Wigwam FH UNSRI - Dibaca: 317 kali



Palembang, MapalaPTM.com (18/8) - Untuk turut merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 tahun Inilah yang bisa dilakukan teman mahasiswa," kata Dr Muhammad Erwin SH MHum (41), senior pendamping Tim Eksepedisi Bendera Tebing Selangis. Jawaban yang terdengar klise, ketika ditanya tentang alasan menggelar kegiatan yang tidak umum ini.
 
Tim Ekspedisi Pembentangan Bendera Merah Putih oleh Gerakan Mahasiswa Pencinta Alam "WIGWAM" Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Gemapala "WIGWAM" FH Unsri) terdiri dari sembilan orang yaitu Dr Muhamad Erwin SH, MHum (41) senior pendamping , Muhammad Raga Diwa ketua tim, Yasin Pratama, M. Hartomo, Finsa, Okta, Landi, Yasa, dan Dien berhasil membentangkan bendera merah putih berukuran 6 x 15 meter di tebing selangis.
 
Tebing setinggi 60m ini terletak di Kabupaten Lahat kecamatan Gumay ulu. Lokasi ini berada di hulu jembatan selangis sekitar 300km barat kota Lahat. Ruas jalan alternatif menghubungkan kota Lahat dan Pagaralam ini, relatif sepi dilalui kendaraan karena sebagian pengendara memilih jalur Lahat-Pagaralam melalui Tebing Endikat, Sungai Lematang.
 
Sungai selangis tidak terlalu populer bagi masyarakat awam, Namum di kalangan peneliti arkeologi, Sungai Selangis merupakan penanda jejak peradaban purba di dataran tinggi Sumatera Selatan. Selangis tak bisa lepas dari jejak peradaban itu, mulai muara di wilayah Tinggi hari, wilayah tebaran batu megalitik yang paling populer.
 
Bukti-bukti peninggalan megalitik, budaya mengukit batu, sudah dikenal sejak 2000 tahun sebelum masehi. Dan sebaran artefak di dataran tinggi Pasemah, sampai saat ini, merupakan kawasan megalitik terluas di dunia.
 
Peradaban ini diyakini mendahului peradaban Sriwijaya yang berada pada masa kejayaannya pada abad ke-7 sampai ke-11.Peneliti arkeologi dari balai Arkeologi Palembang, meyakini masih banyak peninggalan megalitik yang belum terekspose dan belum ditemukan di sepanjang daerah aliran Sungai Selangis.
 
Di tebing yang menghadap ke sungai ini pula, bentangan bendera Merah Putih berukuran 6 x 15 meter itu ditancapkan. Sang Merah Putih tak sendiri, dibawahnya ditemani bendera Gemapala "WIGWAM" FH Unsri, organisai pencinta alam yang berusia 41 tahun (beridiri sejak 21 November 1976) di lingkungan Universitas Sriwijaya dan merupakan organisasi mahasiswa pencinta alam tertua di sumatera selatan.
 
Inilah sentuhan pertama dan pemasangan bendera menghadap ke barat.Ia menjadi jejak bahwa sekelompok anak muda yang bergerak perlahan, naik-turun menggunakan seutas tali kernmantel, bergelut dengan tebing batu, menyeberangi sungai berarus deras, menaiki tebing terjal.
 
"Alhamdulillah beres dan bendera sudah terpasang", kata Dr Muhamad Erwin SH, MHum atau yang sering di panggil oleh kami kak Erwin.
 
Untuk menutup tulisan ini, tak salah mengutip kalimat "klise" dari tokoh mahasiswa legendaris, hidup di awal rezim Orde Baru, Soe Hok Gie yang kisah nya sudah difilmkan. "Negara jangan takut kehilangan pemimpin, selagi masih ada para pendaki gunung," kata Soe Hok Gie.
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Humas Gemapala Wigwam FH UNSRI, Palembang - Sumatera Selatan
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...

https://www.youtube.com/channel/UCXdXo93FVmRsdq0JSl5xUbA
Selengkapnya





Berita Terkait


Semangat Belajar Pantang Akhir, Marsono Gowes Onthel Jogja-Bojonegoro Rayakan Wisuda & HUT RI 72
Para Penulis di Mapala PTM Siap Deklarasi Bentuk Asosiasi Jurnalis Alam Bebas Saat Penutupan Jambore
Peserta Jambore Mapala PTMSI Mempelajari Permasalahan Mangrove Serta Potensinya di Tanjung Burung
Endro Wardoyo: Sejarah Mulai Terbentuknya Jambore MapalaPTM & Tanggapan Event ini Hingga Sekarang
Mapala Hiawata Antusias Menghadiri Kegiatan Jambore Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia di Tangerang



IP Anda Adalah: 54.166.232.243

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2793285)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45925)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (39738)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32550)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29738)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29280)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28847)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (27847)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24555)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23385)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22056)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20133)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19797)

Gunung tertinggi di Mongolia, 10 Pendaki Tewas dan 7 Lainnya Masih Hilang Akibat Longsoran Salju

41 Tahun Gemapala

Betho Beanal dari Mapala Equil, Orang Amungme Pertama Menggapai Puncak Carstensz Pyramid

Ajang Tahunan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia, TWKM XXIX Jakarta Telah Resmi Dibuka

7 Summit Indonesia in 100 Days, Tiga Pendaki Siap Memulai Pendakian Gunung Binaiya di Maluku

Mapala UMRI Sangat Bersemangat untuk Ikut Memeriahkan Acara TWKM ke-XXIX di Jakarta

Tim Putri Indonesia KMPA Eka Citra UNJ Bersiap Memulai Pendakian Menuju Dhampus Peak di Nepal

Event Tahunan Mapala Se-Indonesia, Kemenpora Tidak Mendukung Sepenuhnya TWKM XXIX Jakarta

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Daeng, Korps Pencinta Alam (KORPALA) Unhas Makassar

Petakan Potensi Pariwisata Bahari, Mapala UI Gelar Eksplorasi Bawah Laut di Teluk Tomini

Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Kota Berirama, Mapala Surya Rimba atau Mapasuri Unmuh Purworejo

Wow,Keren! Habiskan Masa Tua, Nenek Umur 85 Tahun Lakukan Panjat Tebing, Sky Diving dan Berselancar

Ekspedisi Menggapai Puncak Dhampus Dhaulagiri, 2 Putri Indonesia Mulai Berangkat Menuju Nepal