MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Minggu, 10 September 2017 - 09:53:38 WIB

Satu Syarat Anggota Muda Jadi Anggota Penuh, Mapelba Banten Mengadakan Penghijauan di Desa Walikukun

Kategori: Mapala Diposting oleh : Mapelba - Dibaca: 102 kali



Banten, MapalaPTM.com (10/9) - Anggota Muda UKM Mahasiswa Pecinta Alam Bina Bangsa atau MAPELBA di STIE Bina Bangsa Banten melaksanakan penghijauan di tepi sungai Ciujung, Desa Walikukun Kecamatan Carenang Kabupaten Serang Provinsi Banten, kegiatan ini merupakan salah satu persyaratan Anggota muda untuk menjadi Anggota Penuh di UKM MAPELBA Banten.
 
Setelah melakukan beberapa kegiatan sebelumnya yang telah menjadi acuan dasar Organisasi ini, kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan oleh Anggota Muda dari mulai persiapan, penentuan lokasi sampai pelaksanaannya tapi tidak lepas dari arahan pengurus agar tidak terlalu keluar dari tema yang sudah ditentukan.
 
Kegiatan ini bertemakan Hijaukan Bumiku Lestarikan Alamku, tema ini sengaja diambil karena memang sesuai dengan kondisi yang terjadi dilingkungan kami khususnya dan umumnya di wilayah Indonesia. Karena kami sadar bahwa kesadaran untuk menanam pohon masih sangat minim sekali sehingga masih banyak bencana yang disebabkan karena kurangnya pohon sebagai serapan air.
 
Ada 5 orang Anggota Muda yang berhasil lolos ke tahap ini dari 10 orang lainnya karena tidak mengikuti tahap sebelumnya, kelimanya adalah: MA"Bekser"Bustamillah, Didin"Cetoy"Toharudin, Maria"Bangir"Ulfah, Kasya"Lomong"Kusnadia, dan Nurul"Geder"Hidayat, dengan 2 orang Pengarah yaitu: MF"Jibrong"Hadiwijaya dan Rizky"Bogem"Mulyana.
 
Walaupun ini merupakan salah satu syarat untuk menjadi Anggota Penuh pada pelaksanaannya semua Anggota MAPELBA turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
 
Awalnya kegiatan ini akan dilaksanakan pada pertengahan Bulan Agustus karena menemui banyak kendala akhirnya dengan terpaksa kegiatan ini diundur dan dilaksanakan pada awal bulan September tepatnya Tanggal 2 September 2015 di tempat yang sejak awal sudah disepakati. MA"Bekser"Bustamillah menjadi Ketua Pelaksana pada kegiatan ini dan dia mengaku sedikit kesulitan dalam mengkordinir anggotanya karena agak susah diatur.
 
Dalam kegiatan ini awalnya berkoordinasi dengan pihak kampus melalui Kabag Kemahasiswaan dan Wakil Ketua III Bidang kemahasiswaan, beliau merespon baik dengan kegiatan ini, akan tetapi jalur koordinasi di kampus kita masih belum sebaik kampus yang lain, masih ribet dan segala keputusannya bergantung pada ketua karena memang kampus kami belum menjadi Universitas, akhirnya ini menjadi tantangan kami dalam melaksanakan kegiatan ini.
 
Kami tidak lantas putus asa dan terus berusaha agar kegiatan ini tetap dilaksanakan karena semangat Anggota Muda yang luar biasa, setelah mendapat penjelasan dari pihak kampus dan menghadap bapak ketua, kembali kami harus menggigit jari karena masih belum di acc, padahal kami sudah mendapatkan bibit pohon dari DLHK Provinsi Banten dan sudah menjalin komunikasi dengan pihak Desa Walikukun, kami tetap optimis mungkin pihak kampus ingin mengetahui kesungguhan kami.
 
setelah sering kami koordinasi dan komunikasi akhirnya kami memutuskan untuk tetap melaksanakan kegiatan ini walaupun proposal pengajuan kami tidak di acc oleh kampus karena bapak ketua menyarankan untuk diundur, tapi karena kami sudah matang mempersiapkannya dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada bapak ketua kami tetap melaksanakan kegiatan tersebut.
 
Persiapan terakhir kami H-1 sudah mempersiapkan segala sesuatunya di Sekretariat tercinta dan packing semua perlengkapan, kemudian pagi hari pada hari pelksanaan kami berangkat menuju lokasi penanaman di Desa Walikukun dan langsung disambut oleh Kepala Desa dan masyarakat setempat dengan baik, setelah persiapan dan sedikit gladi untuk acara pembukaaan kami langsung mulai begitu sudah oke.
 
Penanaman berjalan dengan baik dan lancar yang langsung dipandu oleh bapak kepala Desa dan ada juga Pengurus dari Karang Taruna Desa setempat yang ikut bekerjasama dengan kami, mereka begitu antusias dan mereka juga bilang semoga kedepannya kerjasama dalam bidang penghijauan terus berlanjut dan tidak berhenti sampai disini saja.
 
Setelah selesai menanam bibit kami bersama Kepala Desa, Aparat Desa, Pengurus Karang Taruna, RT, RW, serta masyarakat disana lanjut dengan acara makan bersama, sungguh hal itu menjadi pengalaman yang indah bagi kami, tidak perlu dengan kemewahan untuk mencari kesenangan, cukup makan bersama masyarakat dipinngiran kali ciujung yang eksotis sungguh indah.
 
setelah makan siang, kami istirahat untuk memulihkan tenaga. dan menjelang sore kami lanjutkan kembali penanaman yang belum selesai itu, sampai sore kami selesai dan amit setelah penutupan dan sedikit berbincang.
 
Kami ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu mensukseskan kegiatan ini, terutama kepada Keluarga Besar UKM MAPELBA Banten, DLHK Provinsi Banten, Kepala Desa Walikukun, Karang Taruna Desa Walikukun, dan Segenap masyarakat setempat, tidak lupa kepada pihak kampus juga terimakasih. semoga sedikit yang kami lakukan bisa membawa manfaat bagi kita semua, jika tidak maka manfaatkanlah itu kata bang pidi baiq.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: MF Jibrong Hadiwijaya - Mapelba STIE Bina Bangsa, Banten
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Promosi Ke Mahasiswa Baru, Mapala Citta Mandala Gelar Pameran di Kampus Universitas Warmadewa Bali
Tim Ekspedisi 7SOJ-17 Mapala STIEM Palopo Jejakkan Kaki di Puncak Gunung Tertinggi Jawa Tengah
Tim Ekspedisi 7SOJ-17 Mapala STIE Muhammadiyah Palopo Jajal Puncak Gunung Tertinggi di Jawa Tengah
Kaderisasi Anggota Muda Melalui Ekspedisi Citra Bestari, Enam Gua di Kawasan Karst Krui Terpetakan
Pengembaraan Anggota Muda, KMPA Eka Citra UNJ Merintis Jalur Pendakian Baru ke Puncak Gunung Leuser



IP Anda Adalah: 54.224.158.232

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2786237)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45774)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32369)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29563)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29184)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28652)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (26755)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24435)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23274)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (21275)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (19870)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19680)

Tim SAR Gabungan Temukan Dua Pendaki Hilang di Gunung Semeru (19377)

Mapala Satria Universitas Muhammadiyah Purwokerto Gelar Diklatsar di Lereng Selatan Gunung Slamet

Heroe Soeprapto, Salah Satu Pendiri Young Pioneer atau Yepe di Malang Telah Meninggal Dunia

Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Pulau Borneo, Mapala Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Sambut Milad ke-21, Mapala HIAWATA FT Universitas Muhammadiyah Palembang gelar Kejurnas Orienteering

Mulai per 1 Oktober, Kuota Pendakian ke Gunung Semeru Ditambah dan Pendaftaran Gunakan Sistem Online

Tim Ekspedisi 7SOJ-17 Mapala STIE Muhammadiyah Palopo Dijamu Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

Terekam Video Peningkatan Aktivitas, Pendaki Diharapkan Waspada Apabila Ingin Mendaki Gunung Agung

Dalam 16 Hari, Enam Srikandi Mapasadha Berhasil Menyelesaikan Pendakian Sebanyak 14 Puncak Gunung

Seorang Pendaki Meninggal Dunia, Akibat Tertimpa Batu Saat Turun dari Puncak Mahameru Gunung Semeru

Gelombang Kelima, APGI Lakukan Sertifkasi Profesi Pemandu Wisata Gunung di Ambarawa Jawa Tengah

Dilaporkan Hilang di Gunung Gede Pangrango, Akhirnya Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Survivor

Seorang Guru Bahasa Inggris asal Sukabumi Menghilang di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Sambut Mahasiswa Tahun Ajaran 2017/2018, Mapala UMRI Universitas Muhammadiyah Riau Gelar Atraksi