MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Rabu, 13 September 2017 - 13:55:02 WIB

Gelombang Kelima, APGI Lakukan Sertifkasi Profesi Pemandu Wisata Gunung di Ambarawa Jawa Tengah

Kategori: Berita Diposting oleh : APGI - Dibaca: 198 kali



Ambarawa, MapalaPTM.com (13/9) - Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) kembali melaksanakan sertifikasi profesi gelombang kelima pada tanggal 13 – 14 September 2017 di Gedung BKKBN Ambarawa Jawa Tengah.
 
Sektor Pariwisata memiliki perkembangan yang pesat di seluruh dunia termasuk di Indonesia, hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah wisatawan, munculnya berbagai destinasi wisata baru, meningkatnya para profesional di bidang pariwisata dan sampai dengan meningkatnya penerimaan devisa negara dari kegiatan pariwisata.
 
Salah satu bagian dari sektor pariwisata yang juga mendukung perkembangannya adalah bidang wisata petualangan seperti wisata mendaki gunung. Wisata mendaki gunung kini semakin ramai digeluti oleh seluruh lapisan masyarakat baik dari wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.
 
Perkembangan wisata mendaki gunung juga diikuti oleh meningkatnya kebutuhan industri wisata mendaki gunung baik bidang jasa wisata maupun produk wisata petualangan mendaki gunung.
 
Namun demikian dalam perkembangannya keberadaan para profesional pemandu wisata gunung di Indonesia belum memiliki suatu standar kompetensi yang jelas di tingkat nasional dan belum memiliki legalitas sebagai suatu profesi yang resmi di Indonesia.
 
Sampai akhirnya fenomena-fenomena tersebut mendorong berdirinya APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia) pada awal tahun 2016, APGI merupakan satu-satunya wadah resmi yang menaungi profesi pemandu wisata gunung di Indonesia.
 
APGI berdiri sejak 15 Januari 2016 di Jakarta yang dideklarasi oleh para tokoh pendaki dan pemandu gunung dari lintas generasi di Indonesia. Sejak berdiri, APGI terus berupaya melakukan usaha-usaha peningkatan kualitas kegiatan wisata mendaki gunung di Indonesia, yang utamanya adalah peningkatan kualitas SDM nya yaitu Pemandu Wisata Gunung itu sendiri.
 
APGI bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Pramuwisata Indonesia melaksanakan Sertifikasi Kompetensi Kerja Sektor Pariwisata Bidang Kepemanduan Gunung yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata, sertifikasi ini sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mengenai sertifikasi profesi di Indonesia.
 
Sampai saat ini APGI telah melaksanakan lima gelombang Sertifikasi Pemandu Gunung dimulai dari yang pertama di Bogor Juni 2016, di Manado Juli 2016, di Yogyakarta September 2016, Malang November 2016 dan yang saat ini sedang berlangsung gelombang kelima di Ambarawa September 2017.
 
Hasil dari pelaksanaan sertifikasi pada tahun 2016 tersebut kini telah terdapat 167 orang Pemandu Wisata Gunung Indonesia yang telah tersertifikasi secara resmi melalui BNSP, tutur Ronie Ibrahim selaku Ketua Umum APGI.
 
Dalam acara ini turut hadir  Bapak Partono selaku Kepala Dinas Dinas Pariwisata Daerah Semarang Jawa Tengah  dan Bapak Baguslan Harahap selaku Asdep Pengembangan SDM Kepariwisataan Kementerian Pariwisata.
 
Pak Baguslan dalam sambutannya sangat senang meilhat antusiasme para peserta yang berjumlah 75 orang yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, ada yang dari Palembang,NTB, NTT, Kalimantan bahkan sampai dari Maluku.
 
Untuk itu ia menambahkan,  Pemerintah sebagai pemangku kepentingan melalui Kementerian Pariwisata siap memfasilitasi sertifikasi kompetensi kerja sampai 2-3 tahun kedepan, hal ini agar  setiap orang yang menjalani profesi pemandu wisata gunung memiliki standar kompetensi nasional dan mempunyai sertifikasi profesi.
 
"Karena dengan sertifikasi merupakan tanda bukti kompeten menjalani suatu profesi, dengan demikian  dapat meningkatkan profesionalismenya serta kualitas kinerjanya agar dapat bersaing secara global di tingkat internasional." ujarnya lagi.
 
Ia mengatakan, tahun 2017 telah mengalokasikan 6500 pemandu wisata untuk sertifikasi profesi dan tahun 2018 akan ditingkatkan menjadi 7500 pemandu wisata. Penyiapan SDM Pemandu Wisata Gunung yang kompeten merupakan salah satu bagian dari usaha Pemerintah untuk menuju pencapaian target wisatawan mancanegara sebesar 200 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019.
 
Acara sertifikasi pemandu gunung kali ini dibuka secara resmi oleh Bapak Partono selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, dalam sambutannya ia menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya acara ini di kota Ambarawa dan mengucapkan selamat datang di kota Ambarawa yang merupakan kota “Heritage” karena memiliki banyak  peninggalan sejarah sejak zaman revolusioner kemerdekaan Indonesia.
 
Ia menyambut baik sertifikasi ini sebagai sarana untuk menyiapkan tenaga pariwisata yang kompeten agar siap menyambut dan memimpin perjalanan para wisatawan, karena menurutnya trend pariwisata ini sudah menjadi gaya hidup di kalangan masyarakat, khususnya trend wisata alam salah satunya wisata mendaki gunung. Untuk itu semua pihak harus bekerja sama dengan baik untuk penyiapan SDM nya.
 
Ambarawa sendiri kini sedang fokus dalam mengembangkan wisatanya, karena di kota ini memiliki berbagai macam destinasi unggulan dan memiliki 35 destinasi wisata, 40 desa wisata dan 2 destinasi gunung, yaitu Gunung Ungaran dan Gunung Telomoyo. Gunung telomoyo kini sangat ramai dikunjungi wisatawan tidak hanya yang mendaki gunung tetapi juga untuk aktivitas paralayang, bahkan dalam waktu terdekat akan diadakan event internasional Paralayang di Gunung Telomoyo.
 
Untuk itu diakhir sambutannya ia berpesan kepada para peserta untuk sungguh-sungguh mengikuti rangkaian sertifikasi ini agar dapat menambah ilmu dan wawasan dengan baik serta kedepannya tidak berhenti sampai sertifikasi tetapi terus berusaha mengembangkan kompetensi dan kualitas kerjanya.
 
Pelaksanaan sertifikasi kali ini juga menjadi moment yang bersejarah bagi kepemanduan wisata gunung di Indonesia, pada akhir sesi acara pembukaan, APGI untuk pertama kalinya mendeklarasikan Kode Etik dan Kode Perilaku Pemandu Wisata Gunung Indonesia.
 
Deklarasi Kode Etik ini dibacakan oleh Ketua Umum APGI, Ronie Ibrahim dengan didampingi oleh Adiseno selaku perwakilan Dewan Penasehat APGI dan Muhammad “Ogun” Gunawan selaku perwakilan Dewan Etik APGI.
 
Ronie mengatakan Kode Etik ini nanti akan menjadi acuan sikap dan perilaku para pemandu gunung Indonesia dalam menjalankan tugas profesinya agar sesuai dengan tujuan dalam meuwujudkan kegiatan pemanduan gunung yang aman, nyaman dan selamat.
 
"Selain itu melalui kode etik ini juga sebagai acuan perilaku pemandu wisata gunung dalam pengabdiannya terhadap Tuhan, Alam, Sesama Manusia serta Tanah Air dan Bangsa." tutupnya.
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Rahman Mukhlis - Sekjen APGI
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Dilaporkan Hilang di Gunung Gede Pangrango, Akhirnya Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Survivor
Seorang Guru Bahasa Inggris asal Sukabumi Menghilang di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Seorang Pendaki Terjatuh ke Jurang Saat Melakukan Pendakian ke Gunung Ciremai via Jalur Palutungan
Tim Ekspedisi 7SOJ-17 Mapala STIEM Palopo Jejakkan Kaki di Puncak Gunung Tertinggi Jawa Tengah
Film Negeri Dongeng, Pendakian ke 7 Gunung Tertinggi di Indonesia Siap Beredar di Bioskop Tanah Air



IP Anda Adalah: 54.224.158.232

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2786237)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45774)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32369)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29563)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29184)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28652)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (26755)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24435)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23274)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (21275)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (19870)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19680)

Tim SAR Gabungan Temukan Dua Pendaki Hilang di Gunung Semeru (19377)

Mapala Satria Universitas Muhammadiyah Purwokerto Gelar Diklatsar di Lereng Selatan Gunung Slamet

Heroe Soeprapto, Salah Satu Pendiri Young Pioneer atau Yepe di Malang Telah Meninggal Dunia

Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Pulau Borneo, Mapala Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Sambut Milad ke-21, Mapala HIAWATA FT Universitas Muhammadiyah Palembang gelar Kejurnas Orienteering

Mulai per 1 Oktober, Kuota Pendakian ke Gunung Semeru Ditambah dan Pendaftaran Gunakan Sistem Online

Tim Ekspedisi 7SOJ-17 Mapala STIE Muhammadiyah Palopo Dijamu Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

Terekam Video Peningkatan Aktivitas, Pendaki Diharapkan Waspada Apabila Ingin Mendaki Gunung Agung

Dalam 16 Hari, Enam Srikandi Mapasadha Berhasil Menyelesaikan Pendakian Sebanyak 14 Puncak Gunung

Seorang Pendaki Meninggal Dunia, Akibat Tertimpa Batu Saat Turun dari Puncak Mahameru Gunung Semeru

Gelombang Kelima, APGI Lakukan Sertifkasi Profesi Pemandu Wisata Gunung di Ambarawa Jawa Tengah

Dilaporkan Hilang di Gunung Gede Pangrango, Akhirnya Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Survivor

Seorang Guru Bahasa Inggris asal Sukabumi Menghilang di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Sambut Mahasiswa Tahun Ajaran 2017/2018, Mapala UMRI Universitas Muhammadiyah Riau Gelar Atraksi