MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Rabu, 20 September 2017 - 14:46:46 WIB

Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Pulau Borneo, Mapala Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Kategori: Profile Organisasi Diposting oleh : Mapala UM Palangkaraya - Dibaca: 217 kali



Palangkaraya, MapalaPTM.com (20/9) - Mapala Universitas Muhammadiyah Palangka Raya adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dibidang ke Pecintaalaman wadah atau tempat mengembangkan minat, bakat, hobi serta keahlian Mahasiswa UM Palangka Raya khususnya yang konsen terhadap Lingkungan Hidup.
 
Demi menyelaraskan motto kampus UM Palangka Raya “The Green Islamic Campus”. Selain bergerak dibidang Lingkungan Hidup, Mapala UM Palangka Raya juga bergerak di beberapa cabang Olah Raga seperti: Panjat Tebing, Arung Jeram dan lain sebagainya. Sebut saja di tahun 2014 kemarin, Mapala yang lahir 9 April 2013 ini sukses menetaskan Atletnya dan dapat meraih beberapa mendali di ajang Porprov dan menyabet 2 mendali emas Porkot 2017 cabang Panjat Tebing.
 
Ketud Sudarmi salah satunya anak kehutanan, walau dia seorang pemula dalam panjat tebing semua tidak jadi masalah baginya. “Ditengah keterbatasan dinding yang memadai pun kita tidak punya untuk latihan semua tidak jadi masalah, masih ada tempat saudara yang lain buat latihan. Selama kita berusaha semua pasti bisa, semoga kedepan kita lebih bisa sukses lagi dan sarana dan parasarana kampus kami terpenuhi dan memadai”. Imbuhnya.
 
Selain memaparkan diatas pada tahun 2014, kemarin Mapala UM Palangka Raya juga ikut melakukan Ekspedisi Gunung Bukit Raya. Pendakian puncak Bukit Raya 2278 di Taman nasional Bukit Baka - Bukit Raya bersama rombongan Bupati Katingan serta Mapala, Orpala dan penggiat Alam Se Kalimantan.
 
Bukit Raya, Gunung yang terdiri dari berbagai bukit ini merupakan gunung tertinggi di kalimantan berbatasan langsung dengan Kalimantan barat yang pada posisi 112° 07’- 112° 56’ BT dan 00° 24’ – 00° 59 LS dan  masuk The Seven summits of Indonesia nomor 7.
 
Pendakian rutin juga Mapala UM Palangka Raya lakukan setiap 17 agustus, beberapa Anggota diikutsertakan dalam pendakian merah putih di Kalimantan selatan, terkhusus bagi mereka yang belum menjadi Anggota Penuh.
 
Pendakian bukan hal yang sia-sia seperti pandangan banyak orang. Semua tergantung kita memandangnya dari sudut mana, jika kita memandangnya dari sudut negatif maka hasilnya juga negatif. Dan jika kita memandangnya dari sudut positif maka hasilnya positif. Hikmah mendaki yaitu mengajarkan kita semakin menanjak kita tetap merunduk disini juga kita dilatih arti sebuah kesabaran dan banyak hikmah lain yang bisa dipetik.
 
Meski masih bertaraf kecil dan belum seberapa dengan Mapala-Mapala maju lainnya kalau bicara prestasi “Tapi lumayanlah buat kami, semoga kedepannya lebih jaya lagi Mapala UM Palangka Raya dan sarana dan parasana lebih di perhatikan lagi. Ucap Ketum Mapala UM Palangka Raya sekarang Ardi Wiranata.
 
Menginjak umur yang ke V Mapala UM Palangka Raya terus berbenah, meperbaiki menyongsong masa depan yang lebih baik lagi. Guna menyiapkan kader-kadernya serta melanjutkan visi dan misi organisasi yang termaktub dalam Anggran Dasar Organisasi.
 
Mapala yang berlambang 12 sinar 2 carabiner satu mata kompas ini, baru saja melaksanakan Diklatsar Pendidikan dan Latihan Dasar bagi Calon Anggotanya. Sejak di buka dan dilepas langsung oleh Rektor UM Palangka Raya Dr.H.Bulkani, M.Pd  beserta WR III Laksminarti, SH.,MH maka sebanyak 15 Orang peserta resmi mengikuti Diklatsar Mapala UM Palangka Raya 4 hari meteri Ruangan dan 3 hari meteri lapangan 11-17 september 2017.
 
Diklatsar adalah salah satu syarat wajib bagi khusus Mahasiswa UM Palangka Raya apabila ingin bergabung dan menjadi Anggota Muda Mapala UM Palangka Raya. Diklatsar ini rangkaian kegiatan rutin Mapala UM Palangka Raya dilakukan satu tahun sekali selama satu minggu sebelum tahap selanjutnya, terdiri dari 4 hari materi ruangan dan 3 hari materi lapangan. Materi ruangan di UM Palangka Raya sedangkan materi lapangan dilaksanakan kitaran Bukit Tangkiling kec. Bukit Batu Kalimantan Tengah.
 
“Diklatsar hanya teruntuk khusus bagi Mahasiswa UM Palangka Raya dan ini merupakan kewajiban bagi Mahasiswa UM Palangka Raya jika ingin bergabung jadi Anggota Muda kami”. Ujar Apor Mapala UM Palangka Raya Hendra Saputra.
 
“Tujuan diadakannya Diklatsar selain memberi ilmu pengetahuan tentang hidup di Alam bebas yang penuh tantangan disini juga kita diajarkan tentang leadership jiwa kepimpinan yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya terutama bagi Organisasinya nanti sedikit banyak semoga bermanfaat”. Sahut Ketuplak Diklatsar Kamaliah Ditengah perkenalan Mapala UM Palangka Raya ke seluruh Mahasiswa UM Palangka Raya kemaren.
 
Terus berbenah dan terus melangkah kedepan semoga kita semua khususnya Mapala UM Palangka Raya bisa mengepakkan sayapnya lebih tinggi lagi melakukan pendakian event-event  nasional maupun internasional seperti Mapala-mapala maju lainnya. Dimana ada kemauan disitu ada jalan, keterbatasan bukan jadi pengahalang. Karena di Mapala kita diajarkan terus melangkah meski penuh dalam keterbatasan. Usaha tak akan membohongi hasil begitu pepatah yang sering kita dengar.
 
Semoga kita jadi penerus yang benar-benar peduli lingkungan berperan aktiv ditengah masyarakat ditengah gonjang – ganjing jaman ketidak balance .banjir dimana-mana, longsor dan pembakaran hutan, hutan gundul meraja lela dan lain sebgainya. Maka peran Mapala sangat diperlukan berperan aktiv mengantisipasi ini jaya selalu Mapala Indonesia.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Hendra Saputra - Mapala Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Mulai per 1 Oktober, Kuota Pendakian ke Gunung Semeru Ditambah dan Pendaftaran Gunakan Sistem Online
Terekam Video Peningkatan Aktivitas, Pendaki Diharapkan Waspada Apabila Ingin Mendaki Gunung Agung
Dalam 16 Hari, Enam Srikandi Mapasadha Berhasil Menyelesaikan Pendakian Sebanyak 14 Puncak Gunung
Seorang Pendaki Meninggal Dunia, Akibat Tertimpa Batu Saat Turun dari Puncak Mahameru Gunung Semeru
Gelombang Kelima, APGI Lakukan Sertifkasi Profesi Pemandu Wisata Gunung di Ambarawa Jawa Tengah



IP Anda Adalah: 54.166.232.243

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2793285)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45925)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (39738)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32550)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29738)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29280)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28847)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (27847)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24555)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23385)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22056)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20133)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19797)

Gunung tertinggi di Mongolia, 10 Pendaki Tewas dan 7 Lainnya Masih Hilang Akibat Longsoran Salju

41 Tahun Gemapala

Betho Beanal dari Mapala Equil, Orang Amungme Pertama Menggapai Puncak Carstensz Pyramid

Ajang Tahunan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia, TWKM XXIX Jakarta Telah Resmi Dibuka

7 Summit Indonesia in 100 Days, Tiga Pendaki Siap Memulai Pendakian Gunung Binaiya di Maluku

Mapala UMRI Sangat Bersemangat untuk Ikut Memeriahkan Acara TWKM ke-XXIX di Jakarta

Tim Putri Indonesia KMPA Eka Citra UNJ Bersiap Memulai Pendakian Menuju Dhampus Peak di Nepal

Event Tahunan Mapala Se-Indonesia, Kemenpora Tidak Mendukung Sepenuhnya TWKM XXIX Jakarta

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Daeng, Korps Pencinta Alam (KORPALA) Unhas Makassar

Petakan Potensi Pariwisata Bahari, Mapala UI Gelar Eksplorasi Bawah Laut di Teluk Tomini

Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Kota Berirama, Mapala Surya Rimba atau Mapasuri Unmuh Purworejo

Wow,Keren! Habiskan Masa Tua, Nenek Umur 85 Tahun Lakukan Panjat Tebing, Sky Diving dan Berselancar

Ekspedisi Menggapai Puncak Dhampus Dhaulagiri, 2 Putri Indonesia Mulai Berangkat Menuju Nepal