MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Senin, 25 September 2017 - 10:19:55 WIB

Festival Semeru di Jalur Pendakian Ranu Pani Kenalkan Budaya Suku Tengger Disambut Meriah Wisatawan

Kategori: Budaya Diposting oleh : Linda - Dibaca: 392 kali



Lumajang, MapalaPTM.com (25/9) - Budaya Suku Tengger dikenalkan dalam Festival Semeru 2017 yang digelar bertepatan dengan Hari Raya Karo di Desa Ranu Pani, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (24/9). 
 
Kegiatan yang diselenggarakan di Ranu Pani itu merupakan gelaran kedua dalam rangka mengangkat dan mengenalkan adat Suku Tengger di Kecamatan Senduro yang bertepatan dengan Hari Raya Karo yang merupakan hari terciptanya manusia di bumi dalam kepercayaan umat Hindu Suku Tengger.
 
"Festival Semeru bertepatan dengan Hari Raya Karo yang dipadukan biar tambah semarak karena banyak orang yang ingin tahu Suku Tengger itu seperti apa," kata Bupati Lumajang As'at Malik dalam sambutannya di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
 
Festival Semeru digelar dengan menampilkan seni budaya masyarakat setempat seperti Tayub, Jaranan Ranu Pani, Bantengan, serta penampilan seni lainnya yang diawali dengan arak-arakan tumpeng/gunungan hasil bumi dari penjuru desa dan upacara adat masyarakat suku Tengger Ranu Pani.
 
"Masyarakat dan pemerintah harus berinovasi dalam mengembangkan budaya dan pelestarian alam di Desa Ranu Pani, sehingga cukup bagus dikenalkan budaya Tengger melalui Festival Semeru 2017," katanya.
 
Menurut dia, bagi pendaki luar Lumajang atau luar negeri bisa melihat langsung peradaban masyarakat Tengger Ranu Pani masih lestari. "Keselarasan kehidupan antaran warga Tengger Ranu Pani dengan alam begitu menyatu dan ini perlu kita dukung," ungkapnya.
 
Festival Semeru ini bagian dari penguatan pariwisata Lumajang berbasis masyarakat. Sehingga, semua dari kegiatan ini yang menikmati masyarakat Tengger sendiri. 
 
"Kami pemerintah hanya bagian mendukung saran dan prasarana, seperti jalan, penunjuk arah, tempat istirahat dan pembangunan kantor desa," pungkasnya.
 
Festival Semeru akan terus diselenggarakan setiap tahun oleh masyarakat Ranu Pani dalam melestarikan Kebudayaan dari nenek moyangnya.
 
Bupati As'at mengaku bersyukur bisa menghadiri Festival Semeru ke-2 yang bertepatan dengan Hari Raya Karo dan berpesan, agar masyarakat menjaga ranu (danau) dengan baik untuk menjaga kelestarian alam.
 
"Sebagai wujud nyata komitmen Pemkab Lumajang dalam memajukan Desa Ranu Pani sebagai salah satu destinasi wisata internasional, maka kami akan terus melakukan perbaikan akses menuju Ranu Pani," tuturnya.
 
Menurutnya perbaikan jalan tersebut akan mempercepat akses ke tempat wisata di Ranu Pani yang saat ini sudah semakin mudah dan cepat djangkau oleh wisatawan, namun yang ingin dicapai Pemkab Lumajang adalah bagaimana Ranu Pani ini tetap bertahan bagus dan lebih dikenal banyak orang.
 
"Sebagai wujud tanggung jawab dalam melestarikan adat Tengger dan menyiapkan generasi muda, maka Pemkab Lumajang berencana menyediakan asrama bagi warga Ranu Pani yang bersekolah di Kecamatan Senduro," katanya.
 
Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah siswa-siswi yang belajar di Senduro karena mengingat jarak Ranu Pani dengan Senduro cukup jauh. 
 
"Masih ada anak-anak di Ranu Pani yang sekolah di luar Lumajang, sehingga pada tahun 2018, kami masih mempelajari hal itu sesuai dengan kebutuhan berapa banyak siswa dari Desa Ranu Pani yang sekolah di SMP dan SMA yang ada di Senduro," ujarnya.
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: Antara
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Hutan Seluas 101,7 Hektar Ludes Terbakar, Jalur Pendakian ke Puncak Gunung Ciremai Tak Ditutup
Heroe Soeprapto, Salah Satu Pendiri Young Pioneer atau Yepe di Malang Telah Meninggal Dunia
Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Pulau Borneo, Mapala Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Mulai per 1 Oktober, Kuota Pendakian ke Gunung Semeru Ditambah dan Pendaftaran Gunakan Sistem Online
Tim Ekspedisi 7SOJ-17 Mapala STIE Muhammadiyah Palopo Dijamu Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah



IP Anda Adalah: 54.166.232.243

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2793285)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45925)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (39738)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32550)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29738)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29280)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28847)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (27847)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24555)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23385)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22056)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20133)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19797)

Gunung tertinggi di Mongolia, 10 Pendaki Tewas dan 7 Lainnya Masih Hilang Akibat Longsoran Salju

41 Tahun Gemapala

Betho Beanal dari Mapala Equil, Orang Amungme Pertama Menggapai Puncak Carstensz Pyramid

Ajang Tahunan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia, TWKM XXIX Jakarta Telah Resmi Dibuka

7 Summit Indonesia in 100 Days, Tiga Pendaki Siap Memulai Pendakian Gunung Binaiya di Maluku

Mapala UMRI Sangat Bersemangat untuk Ikut Memeriahkan Acara TWKM ke-XXIX di Jakarta

Tim Putri Indonesia KMPA Eka Citra UNJ Bersiap Memulai Pendakian Menuju Dhampus Peak di Nepal

Event Tahunan Mapala Se-Indonesia, Kemenpora Tidak Mendukung Sepenuhnya TWKM XXIX Jakarta

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Daeng, Korps Pencinta Alam (KORPALA) Unhas Makassar

Petakan Potensi Pariwisata Bahari, Mapala UI Gelar Eksplorasi Bawah Laut di Teluk Tomini

Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Kota Berirama, Mapala Surya Rimba atau Mapasuri Unmuh Purworejo

Wow,Keren! Habiskan Masa Tua, Nenek Umur 85 Tahun Lakukan Panjat Tebing, Sky Diving dan Berselancar

Ekspedisi Menggapai Puncak Dhampus Dhaulagiri, 2 Putri Indonesia Mulai Berangkat Menuju Nepal