MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Selasa, 26 September 2017 - 19:45:29 WIB

Mapala Lawalata IPB Bogor Siap Gelar Seminar Ekspedisi Jelajah Negeri dan Kekayaan Pesisir Nusantara

Kategori: Event Diposting oleh : Lawalata IPB - Dibaca: 291 kali



Bogor, MapalaPTM.com (26/9) - Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian Bogor (LAWALATA IPB), merupakan wadah bagi mahasiswa IPB dan alumninya untuk tidak sendirian dalam mengekspresikan jiwa yang bebas, merdeka, alamiah, spontan dan jujur. 
 
“Suatu nilai yang identik dengan alam itu sendiri” yang selalu bertindak mengikuti nurani serta terus menerus mencari jalan untuk mengalahkan diri sendiri dengan prinsip tidak akan menyakiti alam beserta isinya serta berusaha mempertahankan perbedaan karakter tiap anggota dengan menyadari bahwa setiap makhluk hidup memiliki keunikan. 
 
Begitu pula dengan wawasan mengenai eksplorasi keanekaragaman hayati perlu dimiliki oleh setiap orang, terlebih bagi para peneliti muda. Pelajaran ini tidak hanya didapatkan di bangku kuliah saja. Akan tetapi, juga diperoleh dengan melakukan kegiatan langsung ke lapangan. Kegiatan langsung ke lapangan ini merupakan suatu ekspedisi yang secara rutin dilakukan oleh Lawalata (Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam) Institut Pertanian Bogor dengan berbasis scientific adventures.
 
Perwujudan untuk berbagi pelajaran mengenai menjaga, peduli, dan mencintai kenakeragaman hayati dilakukan melalui salah satu kegiatan dari Lawalata IPB, yakni berupa kegiatan Seminar Ekspedisi Lawalata IPB yang bertemakan “Jelajah Warna Negeri di Atas Awan dan Kekayaan Pesisir Nusantara” yang merupakan pemaparan serta diskusi langsung mengenai hasil dua ekspedisi Lawalata IPB pada tahun 2017. 
 
Pertama, Studi Lapang Anggota Ekspedisi Atap Sumbawa (Menapaki Jejak Rusa Timor Flores (Cervus timorensis  florensiensis) dan Mengkaji Pengaruh Penetapan Status Taman Nasional Terhadap Sosial Masyarakat di Sekitar Taman Nasional Tambora) 2017 di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kedua, Ekspedisi Pesisir Lampung Timur (Kesesuaian dan Daya Dukung Ekosistem untuk Ekowisata Mangrove di Pesisir Lampung Timur) 2017 di Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur.
 
Ekspedisi Lawalata IPB “Jelajah Warna Negeri di Atas Awan dan Kekayaan Pesisir Nusantara” dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian LAWALATA IPB akan keberlangsungan Rusa Timor dan Kawasan Ekowisata Mangrove yang ada di Indonesia yang merupakan bagian dari sumberdaya alam yang harus dijaga kelestariannya. Hal ini sesuai dengan misi LAWALATA IPB dalam mewujudkan gerakan lingkungan hidup secara partisipatif, kooperatif, dan berkelanjutan mulai dari hal-hal kecil dan nyata sesuai dengan perkembangan persoalan hidup.
 
Lawalata IPB akan mengadakan Seminar Hasil Ekspedisi Lawalata IPB “Jelajah Warna Negeri di Atas Awan dan Kekayaan Pesisir Nusantara” akan berlangsung pada pukul 08:00 WIB Sabtu, 30 September 2017 di Auditorium Sumardi Sastrakusumah (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB)
 
Open for public, free entry, lunch+snack, e-certificate, souvenir.
 
Acara ini akan memaparkan kegiatan Ekspedisi Lawalata IPB “Jelajah Warna Negeri di Atas Awan dan Kekayaan Pesisir Nusantara” serta hasil dari data yang didapatkan di lapangan. Sehingga dapat tersebar dan diketahui olah banyak pihak terkait keberlangsungan Rusa Timor dan Kawasan Ekowisata Mangrove.
 
Seminar ini terbuka untuk umum. Pendaftaran online akan buka hingga tanggal 29 September 2017 nanti dan bisa langsung untuk mengisi pendaftaran pada link https://goo.gl/forms/6QVWJx3iFyqRjSo22 atau mengunjungi website https://lawalataipb.or.id
 
Info Pendaftaran
Contact person : 085210097747 Dina S
Ig : Lawalata_ipb
Twitter : Lawalata_ipb
Website : lawalataipb.or.id
Line : http://line.me/ti/p/%40ywc6727a

 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Tersa - Mapala Lawalata IPB (Institut Pertanian Bogor)
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Kabut Tebal dan Ketinggalan Rombongan, Seorang Pendaki Hilang Saat Izin BAB di Puncak Gunung Slamet
Mapala Satria Universitas Muhammadiyah Purwokerto Gelar Diklatsar di Lereng Selatan Gunung Slamet
Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Pulau Borneo, Mapala Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Tim Ekspedisi 7SOJ-17 Mapala STIE Muhammadiyah Palopo Dijamu Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah
Dalam 16 Hari, Enam Srikandi Mapasadha Berhasil Menyelesaikan Pendakian Sebanyak 14 Puncak Gunung



IP Anda Adalah: 54.166.232.243

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2793285)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45925)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (39738)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32550)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29738)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29280)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28847)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (27847)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24555)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23385)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22056)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20133)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19797)

Gunung tertinggi di Mongolia, 10 Pendaki Tewas dan 7 Lainnya Masih Hilang Akibat Longsoran Salju

41 Tahun Gemapala

Betho Beanal dari Mapala Equil, Orang Amungme Pertama Menggapai Puncak Carstensz Pyramid

Ajang Tahunan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia, TWKM XXIX Jakarta Telah Resmi Dibuka

7 Summit Indonesia in 100 Days, Tiga Pendaki Siap Memulai Pendakian Gunung Binaiya di Maluku

Mapala UMRI Sangat Bersemangat untuk Ikut Memeriahkan Acara TWKM ke-XXIX di Jakarta

Tim Putri Indonesia KMPA Eka Citra UNJ Bersiap Memulai Pendakian Menuju Dhampus Peak di Nepal

Event Tahunan Mapala Se-Indonesia, Kemenpora Tidak Mendukung Sepenuhnya TWKM XXIX Jakarta

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Daeng, Korps Pencinta Alam (KORPALA) Unhas Makassar

Petakan Potensi Pariwisata Bahari, Mapala UI Gelar Eksplorasi Bawah Laut di Teluk Tomini

Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Kota Berirama, Mapala Surya Rimba atau Mapasuri Unmuh Purworejo

Wow,Keren! Habiskan Masa Tua, Nenek Umur 85 Tahun Lakukan Panjat Tebing, Sky Diving dan Berselancar

Ekspedisi Menggapai Puncak Dhampus Dhaulagiri, 2 Putri Indonesia Mulai Berangkat Menuju Nepal