MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Jumat, 29 September 2017 - 10:04:18 WIB

Menjaga Tradisi, Wanita ini dijuluki Spider Woman Karena Memanjat Tebing Tanpa Tali dan Pengaman

Kategori: Pemanjat Diposting oleh : Jennifer Lawrence - Dibaca: 642 kali



MapalaPTM.com (29/9) - Selama berabad-abad, masyarakat Miao yang tinggal di sebuah daerah Barat Baya China tepatnya di Ziyun, Guizhou, Tiongkok, China memiliki tradisi unik dan mengesankan yakni mendaki tebing curam. Semula, tradisi ini adalah bagian dari ritual penguburan jenazah yang mirip dengan tradisi di Tanah Toraja, Indonesia. 
 
Dikutip dari laman odditycentral.com, masyarakat Miao akan menyimpan jenazah kerabat mereka di atas tebing-tebing yang curam setempat di mana mereka tinggal. Mereka akan mengangkat peti mati kerabat yang telah meninggal dan menaruhnya di gua-gua kecil yang dibuat di atas tebing. Tidak sedikit juga yang hanya menggantung jenazah tanpa memasukkannya ke dalam gua. 
 
Menariknya, untuk mengangkat peti jenazah tersebut masyarakat akan memanjat tebing tanpa alat pengaman. Mereka akan memanjat dengan kedua kaki dan tangannya. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, tradisi ini mulai ditinggalkan dan pudar.
 
Meski mulai tradisi ini mulai pudar, saat ini masih ada beberapa masyarakat yang tetap memanjat tebing seperti nenek moyang mereka demi mencari tanaman herbal untuk obat asma dan rematik. Seluruh keluarga suku Miao terus menerus mencetak generasi yang harus bisa melakukan panjat tebing tanpa pengaman. 
 
Sayangnya, seorang wanita bernama Luo Dengping tak memiliki saudara laki-laki di keluarganya. Ia pun harus mau belajar memanjat tebing demi meneruskan tradisi di keluarganya. Awalnya, Dengping tak diperbolehkan oleh sang ayah untuk memanjat tebing. Tapi, saat usianya 15 tahun ia mulai diperbolehkan berlatih memanjat tebing. 
 
Kini, Dengping menjadi satu-satunya wanita keturunan masyarakat Miao yang bisa memanjat tebing tanpa pengaman atau pun tali. Keahliannya bahkan sangat mengesankan hingga membuatnya dijuluki sebagai 'Spider Woman.' Ia juga menjadi salah satu masyarakat Miao dengan pekerjaan tetap memanjat tebing untuk menghibur wisatawan yang datang ke desanya.
 
Dalam sebulan, Dengping mendapatkan upah kurang lebih sebesar Rp6 juta rupiah dari pekerjaannya. "Ini sangat berisiko dan nyawa yang jadi taruhannya. Namun saya harus melakukannya demi anak-anak saya. Saya ingin anak-anak bisa terus sekolah. Saya mendapatkan upah dan makan siang dari wisatawan, tentunya ini sangat baik untuk saya." Ungkap wanita berusia 37 tahun tersebut.
 
 
 
 
 
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Pendaki Gunung Berusia 33 Tahun Terjatuh Saat Turun dari Puncak Gunung Tertinggi Kedua di Afrika
Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Pendaki asal Tegal yang Hilang Selama Tiga Hari di Gunung Slamet
Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Pencarian Pendaki yang Hilang di Puncak Gunung Slamet
Kabut Tebal dan Ketinggalan Rombongan, Seorang Pendaki Hilang Saat Izin BAB di Puncak Gunung Slamet
MAPENA UMJ Siap Gelar Kejuaraan Kebut Gunung Tingkat Nasional di Gunung Gede Pangrango via Putri



IP Anda Adalah: 54.90.202.184

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2833655)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46728)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (42979)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33410)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (30956)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30550)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29931)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29807)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25317)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (24668)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24098)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (21439)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20526)

Warsito Ditemukan Selamat Setelah Menghilang 4 Hari di Lereng Gunung Merapi

Nagapala SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang Sukses Gelar Musang Ke-II

Eko Pasem, Siap Menahkodai Mapala Mahesa Universitas Muhammadiyah Tangerang

Canyoning: Olahraga Extreme yang Memacu Adrenalin

Wadah Kompetisi Orienteering Bergengsi- METALA Mengadakan Event Lomba Nasional MOC III

Jumlah Pendaki dari Tibet Menurun Drastis, China Ubah Ketinggian Gunung Everest

Debit Air Cisadane Meluap, Banjir Kiriman Mengancam Bibit Mangrove di Tanjung Burung

Diksar Mapala Gempa STKIP Muhammadiyah Sorong Angkatan XII Lahirkan Endemic Camp

Evakuasi Pendaki Hilang yang Telah Meninggal di Puncak Tusuk Gigi Gunung Raung

Lahirkan Penulis Masa Depan, METALA FEB UMS Gelar Pelatihan Jurnalis Bagi Seluruh Anggota

Evakuasi Pendaki Gunung Raung Terhambat Akibat Cuaca Buruk

Gelar Mabim Rafting, Mapala Mahesa Mendapat Tanggapan Pelatih FAJI Kota Tangerang

Pendaki yang Hilang di Gunung Raung Telah ditemukan Meninggal di Puncak Tusuk Gigi