MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Sabtu, 30 September 2017 - 06:05:04 WIB

Menuju Milad ke 21, Mapala Hiawata FT UMP Gelar Screening Documenter Pendakian Gunung Patah

Kategori: Mapala Diposting oleh : Tri - Dibaca: 235 kali



Palembang, MapalaPTM.com (1/10) - Pasca pendakian gabungan dengan beberapa Mapala-Kpa di Sumsel ke Gunung Patah via Sumsel tembus ke Bengkulu, Hiawata FP UMP menggelar screening / nobar film dokumenter yang merupakan jurnal harian pada kegiatan pendakian Gunung Patah bulan Mei 2017 lalu.
 
Kegiatan sendiri dilakukan di sekretariat Mapala Hiawata pada 29 September 2017 pukul 20.18 WIB s/d selesai, di kampus Muhammadyah Palembang. Kegiatan yang diikuti oleh peminat film dokumenter terutama dari kalangan pecinta alam dan penggiat alam  bebas di Palembang.
 
Kegiatan ini pun adalah lanjutan dari kegiatan yang sama  digelar beberapa hari lalu di Sekretariat Forum PA (FORPA) Pagaralam tanggal 27 September 2017.
 
Maman, panggilan akrab Khottaman, ALB Hiawata selaku koordinator kegiatan sekaligus Ketua Tim Ekspedisi Gunung Patah Tembus Jalur Sumsel - Bengkulu Mei  2017 lalu ketika dikonfirmasi via ponsel menyampaikan bahwa selain sebagai bentuk rasa syukur bahwa Hiawata FT UMP akan memasuki usia ke 21 pada 4 November nanti, kegiatan ini di tujukan sebagai bentuk penyampaian informasi ke kalangan penggiat alam bebas bahwasannya di sumatera juga terdapat gunung dengan jalur pendakian terpanjang setelah jalur gunung leuser di TNGL, Aceh.
 
Gunung patah dengan ketinggian 2.852 mdpl (hasil pengukuran GPS di lokasi) merupakan jajaran pegunungan yang membelah 2 Provinsi yaitu Sumsel dan Bengkulu. Gunung ini sangat eksotis dan masih menyimpan banyak misteri karena belum ada jalur resmi pendakian. Di dalamnya hidup berbagai mamalia  besar yang dilindungi serta flora yang langka sebagai sumber keanekaragaman hayati.
 
Di kawasan ini terdapat Danau Tumutan 7 yang menurut informasi dan kepercayaan masyarakat Bengkulu (Padang Guci) merupakan sumber mata air bagi 7 sungai besar yang mengairi kedua provinsi. Lalu adanya kawah aktif yang menghembuskan aroma pekat belerang dengan ukuran sekitar 3-4x lapangan sepak bola.
 
"Titik awal pendakian kami pilih memang melalui Sumsel, tepatnya di Desa Rimba Candi, Kec. Bandar Jaya. Pemilihan ini karena memang selama ini saya telah beberapa kali mendaki Gunung Patah dan mencapai puncaknya melalui jalur ini" ujar Maman.
 
Sebagai informasi bahwasannya saat ini ada 3 titik masuk untuk pendakian Gunung Patah yang pernah di lakukan, yaitu 2 titik melalui Sumsel (Rimba Candi & Rantau Dedap) dan 1 titik melalui Bengkulu (Padang Guci).
 
"Setelah berdiskusi dan mengumpulkan informasi detail dari rekan tim lain yang mendaki bulan Maret 2017 di jalur rantau dedap maka kami memutuskan untuk menembus jalur ini langsung ke Provinsi Bengkulu dan alhamdulillah, dengan 9 anggota tim selama ±12 hari perjalanan akhirnya kami menuntaskan ekspedisi ini dan mencapai target  turun melalui Kec. Padang Guci, Bengkulu." ungkap Maman.
 
Selain merasa bangga dan senang atas minat rekan-rekan yang menghadiri pemutaran film dokumenter berdurasi 35 menit ini, Maman yang juga pehobi kegiatan menyelam dan paralayang ini menyampaikan harapannya agar kawasan Gunung Patah ini dapat selalu terjaga keasriannya karena kekayaan flora fauna di di dalamnya.
 
"Saya malah berpikir dan punya harapan besar, kelak kawasan Gunung Patah ini bisa meningkat statusnya dari kawasan Hutan Lindung menjadi Taman Nasional dan mudah-mudahan rekan-rekan pecinta alam dan penggiat alam bebas serta lingkungan punya konsep yang sama mengingat kawasan Gunung Patah inipun adalah warisan dunia sebagai bagian hutan hujan tropis sumatera." tutup Maman mengakhiri wawancara.
 
Mapala Hiawata sendiri adalah UKM tingkat fakultas yang bernaung di bawah Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang. Hiawata akan merayakan milad ke-21 tanggal 4 November mendatang yang di tandai dengan kegiatan Kejurnas Orienteering di kawasan Gunung Dempo Pagaralam pada 3-5 November 2017 nanti.
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: T.P
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Menjaga Tradisi, Wanita ini dijuluki Spider Woman Karena Memanjat Tebing Tanpa Tali dan Pengaman
Mapala Lawalata IPB Bogor Siap Gelar Seminar Ekspedisi Jelajah Negeri dan Kekayaan Pesisir Nusantara
Kabut Tebal dan Ketinggalan Rombongan, Seorang Pendaki Hilang Saat Izin BAB di Puncak Gunung Slamet
Hutan Seluas 101,7 Hektar Ludes Terbakar, Jalur Pendakian ke Puncak Gunung Ciremai Tak Ditutup
Mapala Satria Universitas Muhammadiyah Purwokerto Gelar Diklatsar di Lereng Selatan Gunung Slamet



IP Anda Adalah: 54.166.232.243

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2793286)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45925)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (39738)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32550)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29738)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29280)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28847)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (27847)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24555)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23385)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22056)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20133)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19797)

Gunung tertinggi di Mongolia, 10 Pendaki Tewas dan 7 Lainnya Masih Hilang Akibat Longsoran Salju

41 Tahun Gemapala

Betho Beanal dari Mapala Equil, Orang Amungme Pertama Menggapai Puncak Carstensz Pyramid

Ajang Tahunan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia, TWKM XXIX Jakarta Telah Resmi Dibuka

7 Summit Indonesia in 100 Days, Tiga Pendaki Siap Memulai Pendakian Gunung Binaiya di Maluku

Mapala UMRI Sangat Bersemangat untuk Ikut Memeriahkan Acara TWKM ke-XXIX di Jakarta

Tim Putri Indonesia KMPA Eka Citra UNJ Bersiap Memulai Pendakian Menuju Dhampus Peak di Nepal

Event Tahunan Mapala Se-Indonesia, Kemenpora Tidak Mendukung Sepenuhnya TWKM XXIX Jakarta

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Daeng, Korps Pencinta Alam (KORPALA) Unhas Makassar

Petakan Potensi Pariwisata Bahari, Mapala UI Gelar Eksplorasi Bawah Laut di Teluk Tomini

Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Kota Berirama, Mapala Surya Rimba atau Mapasuri Unmuh Purworejo

Wow,Keren! Habiskan Masa Tua, Nenek Umur 85 Tahun Lakukan Panjat Tebing, Sky Diving dan Berselancar

Ekspedisi Menggapai Puncak Dhampus Dhaulagiri, 2 Putri Indonesia Mulai Berangkat Menuju Nepal