MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Minggu, 01 Oktober 2017 - 21:19:07 WIB

Cerita Perjalanan Pendakian Anak Pinggiran Kali Ciliwung atau Madoepala Jakarta ke Gunung Kerinci

Kategori: KPA Diposting oleh : Melly - Dibaca: 563 kali



Jakarta, MapalaPTM.com (1/10) - Awal ide kegiatan ini yang di pertemuan setiap hari di daerah pinggiran anak kali ciliwung Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta. Karena Sering di adakannya pertemuan ini kemudian mulai membara untuk mewujudkan oleh beberapa pemuda di antara Ade Tengil, Sinyo, Wisnu dan Irwan. Kemudian akhirnya berkembang untuk kerjasama dengan salah satu produsen kegiatan alam terbuka. Akhirnya sponsor di dapat untuk menutupi kekurangannya.
 
Pergerakan di mulai dari Jakarta kemudian Jambi lalu menggunakan transportasi travel ke Kerinci. Lalu sampai di Kayu Aro, Kerinci kami pun istirahat Home Stay Paiman.
 
Esok harinya persiapan di mulai pagi hari dari belanja logistik dan sarapan. Ade Tengil, Sinyo, Wisnu belanja ke pasar dekat home stay, "Selama berjalan ke pasar di suguhkan oleh perkebunan Teh terbaik di Indonesia dan Gunung Kerinci yang gagah" jelas Ade Tengil.
 
Selesai memenuhi kebutuhan logistik untuk saat pendakian gunung kerinci nanti akhirnya kami pun packing ulang agar semua logistik yang di beli dpaat terangkut semuanya.
 
Akhirnya kami mulai trekking melewati pos-pos yang ada di jalur Gunung Kerinci, Sampai sore kami berjalan lalu buka tenda untuk mengistirahatkan tenaga yang terkuras selama beberapa hari. Sebelum istirahat tim dapat tugas mendirikan tenda dan memasak untuk di makan, Karena perut sudah mulai lapar.
 
Hujan pun turun sangat deras, Kami harus ekstra mendirikan tenda agar tidak bocor membasahi pakaian kami. Tetangga tenda ternyata orang Medan yang selalu teriak kata HORAS. Saya dan teman akhirnya ikut teriak kata HORAS agar dapat mencairkan suasana walaupun hujan. Hari semakin malam, Satu persatu anggota tim mulai tidur pulas.
 
Esok paginya persiapan melanjutkan pendakian ke batas vegetasi, Karena di lokasi ini sangat nyaman untuk tenda. Istirahat 1 malam di batas vegetasi akhirnya kami bergerak ke Puncak dini hari agar harapannya sampai di puncak Gunung Kerinci tidak terkena asap belerang.
 
Asap belerang/kawah ini dapat mengakibatkan batuk-batuk dan sesak jika di hirup, Maka harus di siapakan kain basah untuk menutup hidung agarmengurangi hirupan belerang atau segera turun kembali batas vegetasi/ke tenda tim agar nyaman dan tenang.
 
Akhirnya sampai puncak, Satu persatu mengucapkan rasa syukur. Para pemuda sampai di titik tertinggi pulau Sumatra. Beres mendokumetasikan kami pun segera turun mengingat waktu yang sudah terlampaui jauh dengan yang di rencanakan. Perjalanan menuruni dari batas Vegetasi menuju home stay sangat bersahabat, Karena tidak turun hujan.
 
Lalu ke esok harinya mulai perjalanan ke Danau Gunung Tujuh untuk melatih keterampilan dalam mengaplikasi peta digital di smartphone, Alhasil sesuai dengan teori yang di pelajari.
 
Ade Tengil salah satu pemuda yang mengikuti kegiatan ini sedang melanjutkan studi di salah satu kampus swasta di Jakarta dengan program studi Manajemen Informatika dan juga anggota mangga doea selatan pecinta alam/MADOEPALA. Sampai di Danau Gunung Tujuh kami bermain air dengan perahu kecil/sampan.
 
Beres penjelahan di Danau Gunung Tujuh kami bergerak ke Danau Kaco melewatri Keliling Danau. Sepanjang perjalan danau-danau semuanya.
 
Sampai di desa terakhir sebelum menuju Danau Kaco kami bermalam di Home Stay Bang Zacky Zaid. di sini sangat nyaman untuk bermalam dan istirahat. Besok pagi setelah sarapan mulai berangkat ke Danau Kaco. Sepanjang perjalanan di desa kamipun menemui masjid tertua.
 
Ada yang kurang baik sesampainya di pintu rimba, Ada pungli ayng tidak jelas peruntukannya untuk apa. karena salah satu tim, Sinyo menanyakan secara detail soal biaya tersebut.
 
Selesai ngobrol dengan orang menagihkan pungli kami berangkat ke danau kaco. Setelah sampai di danau kaco rasa senang terbayarkan dan langsung cepat-cepat berenang di danau itu.
 
Setelah dari danau kaco Sinyo bertanya ke Bang Zacky Zaid Soal pungli. Memang sudah ada pertemuan untuk masalah ini (pungli), Dulu saat belum berkembang wisata ini tidak ada yang melirik. Pada saat berkembang dan wisatawan yang berdatangan mulai banyak ke sini adanya pungli, ujar Bang Zacky Zaid.
 
Setelah beres ke Danau Kaco kami pun bergegas untuk melanjutkan perjalanan ke Jambi menggunakan Travel dan Akhirnya terbang ke Jakarta untuk ke rumah masing-masing.
 
Ada petikan kata yang baik untuk para penjelajah, Yaitu : Persiapkan dengan matang agar perjalanan tidak sia-sia. Lalu Pergi Untuk Pulang.
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Irwan Nopiyanto 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Wajib Daftar Secara Online Mulai Hari ini Untuk Para Pendaki yang Ingin Mendaki Gunung Semeru
Menjaga Tradisi, Wanita ini dijuluki Spider Woman Karena Memanjat Tebing Tanpa Tali dan Pengaman
Pendaki Gunung Berusia 33 Tahun Terjatuh Saat Turun dari Puncak Gunung Tertinggi Kedua di Afrika
Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Pendaki asal Tegal yang Hilang Selama Tiga Hari di Gunung Slamet
Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Pencarian Pendaki yang Hilang di Puncak Gunung Slamet



IP Anda Adalah: 54.166.232.243

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2793286)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45925)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (39738)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32550)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29738)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29280)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28847)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (27847)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24555)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23385)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22056)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20133)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19797)

Gunung tertinggi di Mongolia, 10 Pendaki Tewas dan 7 Lainnya Masih Hilang Akibat Longsoran Salju

41 Tahun Gemapala

Betho Beanal dari Mapala Equil, Orang Amungme Pertama Menggapai Puncak Carstensz Pyramid

Ajang Tahunan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia, TWKM XXIX Jakarta Telah Resmi Dibuka

7 Summit Indonesia in 100 Days, Tiga Pendaki Siap Memulai Pendakian Gunung Binaiya di Maluku

Mapala UMRI Sangat Bersemangat untuk Ikut Memeriahkan Acara TWKM ke-XXIX di Jakarta

Tim Putri Indonesia KMPA Eka Citra UNJ Bersiap Memulai Pendakian Menuju Dhampus Peak di Nepal

Event Tahunan Mapala Se-Indonesia, Kemenpora Tidak Mendukung Sepenuhnya TWKM XXIX Jakarta

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Daeng, Korps Pencinta Alam (KORPALA) Unhas Makassar

Petakan Potensi Pariwisata Bahari, Mapala UI Gelar Eksplorasi Bawah Laut di Teluk Tomini

Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Kota Berirama, Mapala Surya Rimba atau Mapasuri Unmuh Purworejo

Wow,Keren! Habiskan Masa Tua, Nenek Umur 85 Tahun Lakukan Panjat Tebing, Sky Diving dan Berselancar

Ekspedisi Menggapai Puncak Dhampus Dhaulagiri, 2 Putri Indonesia Mulai Berangkat Menuju Nepal