MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Senin, 02 Oktober 2017 - 10:48:00 WIB

3 Pemangku Adat Jadi Viral di Medsos Karena Mendaki dan Mengunggah Video Kawah Puncak Gunung Agung

Kategori: Gunung Hutan Diposting oleh : Mirna Kemal - Dibaca: 1200 kali



Bali, MapalaPTM.com (2/10) - Mangku Mokoh, salah satu pemangku adat Gunung Agung, Bali sudah dua kali naik ke puncak gunung dan mengunggah video pada hari jumat (29/9) yang berdurasi kurang dari 1 menit untuk menggambarkan situasi dan kondisi kawah gunung agung pada saat ini.
 
Ia bahkan sudah dua kali mendaki gunung agung dan Melalui akun media sosialnya yang di facebook, ia pun meminta maaf karena nekat ke puncak Gunung Agung yang masih dalam kondisi level 4 atau status awas.
 
Mangku Mokoh pun menyampaikan, ia belum yakin bahwa Gunung Agung akan meletus. Ia pun mempersilahkan kepada siapa saja yang tidak mempercayai keyakinannya, untuk menemuinya di Pura Pejinengan di Karangasem, Bali.
 
Terlihat di video itu bahwa kawah Gunung Agung masih mengeluarkan asap tebal dan Terdengar juga suara angin kencang di sekitar areal puncak gunung agung.
 
Kawah Gunung Agung juga tertangkap satelit mengalami retakan sepanjang 80 meter. Rekahan tersebut mulai terbakar pada bagian atasnya, pertanda keluarnya gas dalam jumlah besar.
 
"Ini kawah, kalau kita lihat dari atas itu di tengah ada retakan. Tidak jauh dari situ sudah mulai terbakar, tepatnya di bagian atasnya," kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil di Pos Pengamatan Gunung Agung, Rendang, Karangasem, Bali, yang dirilis dari laman detik.com pada Minggu (1/10/2017).
 
Devy menyatakan terbakarnya kawah itu karena ada gas yang keluar membentuk steaming jet yang telah terjadi sejak sepekan lalu. Namun PVMBG tengah menantikan gambar terbaru dari satelit untuk mempelajari jumlah gas yang keluar dari rekahan tersebut.
 
"Steaming jet itu merupakan suara gas yang berusaha keluar ke permukaan. Sebetulnya, kekuatan letusan itu bukan magma tapi gasnya. Semakin banyak kandungan gasnya maka semakin eksplosif letusannya," ujar Devy.
 
Selain mempelajari tekanan gas yang ada di dalam perut Gunung Agung, para peneliti PVMBG juga tengah mencari tahu kandungan dan konsentrasinya. Namun untuk mengetahui hal itu, sebuah alat khusus digunakan untuk mengukur panjang gelombang volume konsentrasi gas digunakan tapi terkendala cuaca berawan.
 
"Nah, kita tidak berani ukur ke sana (kawah), kita hanya bisa menembak dari jauh tapi belum berhasil karena berawan gunungnya. Alat itu bisa menangkap volume konsentrasi gas dengan memanfaatkan sinar ultraviolet. Kita karakterisasi perubahan panjang gelombangnya dari sensor," ucap Devy.
 
Oleh karena itu, Devy menyatakan, tim PVMBG tengah mencari waktu tepat untuk menggunakan alat tersebut. Sehingga kandungan sulfur dari gas dapat diperkirakan sehingga bisa diketahui konsentrasi gas di dalam gunung berapi yang sudah berstatus awas selama 9 hari itu.
 
"Permasalahannya dengan peralatan geo-kimia ini, dia butuh langit yang cerah. Itu untuk kita mengukur kandunga gas," ungkap Devy.
 
Rekahan sepanjang 80 meter tersebut ditemukan melalui foto satelit tertanggal 27 September 2017. Selain rekahan, hotspot seluas 120 meter persegi juga tampak di dalam foto dan menjadi ventilasi keluarnya asap putih.
 
 
 
 
 
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Cerita Perjalanan Pendakian Anak Pinggiran Kali Ciliwung atau Madoepala Jakarta ke Gunung Kerinci
Wajib Daftar Secara Online Mulai Hari ini Untuk Para Pendaki yang Ingin Mendaki Gunung Semeru
Menjaga Tradisi, Wanita ini dijuluki Spider Woman Karena Memanjat Tebing Tanpa Tali dan Pengaman
Pendaki Gunung Berusia 33 Tahun Terjatuh Saat Turun dari Puncak Gunung Tertinggi Kedua di Afrika
Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Pendaki asal Tegal yang Hilang Selama Tiga Hari di Gunung Slamet



IP Anda Adalah: 54.166.232.243

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2793286)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45925)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (39738)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32550)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29738)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29280)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28847)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (27847)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24555)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23385)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22056)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20133)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19797)

Gunung tertinggi di Mongolia, 10 Pendaki Tewas dan 7 Lainnya Masih Hilang Akibat Longsoran Salju

41 Tahun Gemapala

Betho Beanal dari Mapala Equil, Orang Amungme Pertama Menggapai Puncak Carstensz Pyramid

Ajang Tahunan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia, TWKM XXIX Jakarta Telah Resmi Dibuka

7 Summit Indonesia in 100 Days, Tiga Pendaki Siap Memulai Pendakian Gunung Binaiya di Maluku

Mapala UMRI Sangat Bersemangat untuk Ikut Memeriahkan Acara TWKM ke-XXIX di Jakarta

Tim Putri Indonesia KMPA Eka Citra UNJ Bersiap Memulai Pendakian Menuju Dhampus Peak di Nepal

Event Tahunan Mapala Se-Indonesia, Kemenpora Tidak Mendukung Sepenuhnya TWKM XXIX Jakarta

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Daeng, Korps Pencinta Alam (KORPALA) Unhas Makassar

Petakan Potensi Pariwisata Bahari, Mapala UI Gelar Eksplorasi Bawah Laut di Teluk Tomini

Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Kota Berirama, Mapala Surya Rimba atau Mapasuri Unmuh Purworejo

Wow,Keren! Habiskan Masa Tua, Nenek Umur 85 Tahun Lakukan Panjat Tebing, Sky Diving dan Berselancar

Ekspedisi Menggapai Puncak Dhampus Dhaulagiri, 2 Putri Indonesia Mulai Berangkat Menuju Nepal