MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Senin, 09 Oktober 2017 - 09:46:53 WIB

Kisah Jono dan Joni, Anjing Setia yang Selalu Temani Para Pendaki Menuju Puncak Gunung Agung

Kategori: Berita Diposting oleh : Kartika - Dibaca: 1072 kali



Foto: Mangku Badra saat berikan makanan kepada Jono pada 20 September 2017 lalu (Koleksi Foto Pribadi Mangku Badra)
 
MapalaPTM.com (9/10) - Nama dua anjing, Jono dan Joni, sangat akrab di kalangan pendaki yang pernah menuju puncak Gunung Agung. Kedua anjing tersebut tinggal di dekat Pura Tirta Giri Kusuma yang berjarak sekitar 4 jam perjalanan dari Pura Besakih. Kedua hewan ini dikenal sebagai anjing pemandu para pendaki gunung.
 
Wayan Mangku Badra, warga Dusun Pala Desa Besakih yang juga berprofesi sebagai pemandu wisata Gunung Agung kepada Kompas.com, Jumat(6/10/2017) bercerita, terakhir bertemu Joni adalah saat turun dari Gunung Agung pada tanggal 20 September 2017 lalu, dua hari sebelum status Gunung Agung naik menjadi awas.
 
"Saat itu saya ngasih minum Joni. Ini fotonya sempat difoto oleh salah seorang teman. Joni ini anjing betina saat bertemu terakhir dia seperti habis melahirkan. Tapi saya nggak ketemu sama anak-anaknya dan juga Jono, pasangannya. Kalau Jono warnanya dominan hitam," jelas Mangku Badra.
 
Lelaki yang mendaki Gunung Agung pertama kali pada tahun 1973 ini menceritakan, Jono dan Joni adalah milik seorang pemuda yang akrab dipanggil Upih. Saat Jono dan Joni masih anak-anak, Upih sering mengajak kedua anjingnya itu bermain di dekat Pura Giri, jalur yang dilewati para pendaki. Hingga kemudian Upih ditemukan tewas bunuh diri di dekat area tersebut.
 
"Kejadian itu sekitar 2 tahun yang lalu. Saya kenal Upih karena kita tinggal berdekatan. Tidak tahu alasan apa dia bunuh diri. Sejak saat itu Joni dan Joni tidak mau turun dari sekitar Pura Giri," jelasnya.
 
Menurut Mangku Badra, banyak pendaki yang melewati jalur pendakian memberi makan dan minum kepada Jono dan Joni, sehingga mereka berdua menjadi jinak. Mereka juga selalu ikut rombongan pendaki hingga ke puncak Gunung Agung.
 
"Mereka lari naik lebih dulu. Jika rombongan tidak terlihat, mereka akan menunggu tapi jika terlalu lama Jono dan Joni akan kembali mencari rombongan pendaki. Mereka jadi legenda di antara para pendaki yang pernah ke Gunung Agung," ungkapnya.
 
Setelah status Gunung Agung naik menjadi awas, Mangku Badra mengaku tidak tahu bagaimana nasib Jono dan Joni. Dia sempat naik kembali pada tanggal 22 September untuk mengajak Jono dan Joni turun, tetapi kedua anjing tersebut menolak dan balik arah menuju Pura Giri.
 
"Mereka sudah biasa bertahan di gunung dengan makan umbi-umbian dan setia menjaga tempat ditemukannya Upih yang meninggal bunuh diri. Mereka tidak mau diveakuasi. Kadang saya juga kepikiran dengan mereka di atas sana," jelasnya.
 
Memang banyak rumor bahwa Joni dan Jono sudah dievakuasi, namun Mangku Badra sendiri tidak begitu langsung percaya karena belum bertemu langsung dengan kedua anjing setelah tanggal 22 September 2017.
 
"Saya kenal baik kedua anjing itu sejak kecil karena sering naik ke atas dan bertemu dengan Joni dan Joni yang selalu ikut dengan rombongan pendaki sampai ke puncak Agung. Mereka tidak pernah turun gunung. Semoga Sang Hyang Widi melindung mereka," harapnya.
 
Sejak status Gunung Agung ditetapkan awas, Mangku Badra memilih tidak mendaki dan mengikuti aturan yang direkomendasikan PVMBG. Dia tinggal di pengungsian, namun beberapa kali mengantar para relawan yang membantu warga yang tinggal di pengungsian.
 
 
 
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Menumbuhkan Sikap Cinta Terhadap Alam, Siswa SDN 7 Muntok Lakukan Kegiatan Lintas Alam Bukit Kukus
3 Pemangku Adat Jadi Viral di Medsos Karena Mendaki dan Mengunggah Video Kawah Puncak Gunung Agung
Cerita Perjalanan Pendakian Anak Pinggiran Kali Ciliwung atau Madoepala Jakarta ke Gunung Kerinci
Wajib Daftar Secara Online Mulai Hari ini Untuk Para Pendaki yang Ingin Mendaki Gunung Semeru
Menjaga Tradisi, Wanita ini dijuluki Spider Woman Karena Memanjat Tebing Tanpa Tali dan Pengaman



IP Anda Adalah: 54.91.171.137

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2809348)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46444)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (41530)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33115)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30265)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29701)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29321)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (29314)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25036)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23850)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (23417)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20820)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20279)

Awal Januari 2018, Jalur Pendakian Gunung Prau Mulai Ditutup Selama Tiga Bulan Kedepan

MapalaPTM.com dan Mapala di Indonesia Ucapkan Selamat Hari Gunung Se-Dunia

Sekretaris Diktilitbang Muhammadiyah: "Kita Ingin Melibatkan 173 Kampus PTM di SARMMI"

Salju Abadi Carstensz Pyramid Hadir di Jogja Outdoor Show, Segera Kunjungi Sebelum Penutupan

Keseimbangan Ekologi Kawasan Karst, Karfapala Unkhair Gelar Kemah Konservasi Karst

Jogja Night Run, Siap Ramaikan Jogja Outdoor Show Malam Ini

Dinas Lingkungan Hidup Bersama PKK Kota Prabumulih Mengadakan Sosialiasi Pengelolahan Sampah (3R)

MUBLOC V, Makopala Universitas Budi Luhur Jakarta Siap Gelar Kejuaraan Orienteering di TMII

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Mulai Dibuka Kembali per 9 Desember Hingga Akhir Tahun

Komik Lucu Si Otong: Mila, Si Pendaki Kece Berniat Menggapai 7 Summits Indonesia

Segera Kunjungi, Gebyar Diskon Jogja Outdoor Show di GOR Universitas Negeri Yogyakarta

Puncak Para Dewa "Mahameru", Berhasil Digapai Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days

Pagi ini, Gunung Agung Kembali Erupsi Hingga Keluarkan Abu Vulkanik Setinggi 2.100 Meter