MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Kamis, 12 Oktober 2017 - 10:26:41 WIB

Baloengnom Story: Cuaca Buruk dan Hipotermia Menyerang Pendaki asal Jakarta di Carstensz Pyramid

Kategori: Pendaki Diposting oleh : Karina - Dibaca: 2014 kali



Foto: Saat evakuasi jenasah Ahmad Hadi atau Bulux van Dekil di carstensz pyramid (by,Baloengnom)
 
MapalaPTM.com (12/10) - Kabar duka menyelimuti dunia pendakian di Indonesia, Seorang pendaki asal jakarta yang bernama Ahmad Hadi (34) atau sapaannya dipanggil bulux menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 21.00 WIT di teras satu di elevasi sekitar 4.458 Mdpl, dalam perjalanan turun dari puncak Carstensz Pyramid.
 
Salah satu pendaki yg saat itu mengawal pendaki dari Norwegia, baloengnom menceritakan bahwa teamnya sudah mencapai summit carstensz pyramid pada tgl 7 October pukul 08.30 WIT, mereka gagal kembali ke Timika pada tgl 8 October di karenakan heli RTB (return to base) karena cuaca buruk.
 
Di tanggal yang sama 8 October 2017, team gabungan almarhum sudah start ke summit Carstensz berangkat pukul 03.45. Diceritakan baloengnom, ketika itu hujan badai mendera sejak pukul 14.00, berlangsung hingga malam hari.
 
Masih teringat dengan jelas, di malam dingin dibawah guyuran hujan deras itu. Ia menyusul korban dan teman pendamping korban, sesama guide juga yang mengawal korban di sepanjang pendakian.
 
Satu teman pendaki yang lain sudah lebih awal menyusul ke atas. Mereka berdua berjalan sayu ke arah saya yang sedang jumaring/meniti tali ke atas. Saya menyusul tergesa-gesa dengan membawa kompor multi fuel, survival blanket, dan sebutir apel. Berharap bisa menghangatkan korban yang mungkin sudah tidak punya daya melawan dingin, saat itu hampir pukul 21.00 WIT.
 
Mencapai teras satu, saya bertemu dengan dua guide yang bergerak turun, tapi tidak nampak korban ikut serta, saya bertanya, bulux mana bang? "bulux sdh lewat.." jawab mereka. Kemudian mereka mengajak saya naik lagi ke posisi korban, kami cek ulang berkali-kali denyut nadinya.
 
Sebelumnya sudah dilakukan juga CPR, bulux saat itu di posisi terbaring tenang. Mukanya basah diguyur hujan, dia seperti tidur nyenyak dan seperti tidak ada beban untuk pergi. sepertinya dia (bulux) memang ingin berbaring disana dan merasa nyaman.
 
Kami panggil berkali kali: "bulux bangun.. bulux bangun.." kami tunggu beberapa lama, barangkali dia hanya tidur/pingsan, bulux tidak bergeming dan beberapa kali cek nadi, dan memastikan. Salah satu dari kami berucap: "Bulux kamu tunggu disini dan jam 03.00 pagi, kami akan datang lagi.. kamu jgn kemana2". 
 
Saat itu hujan deras, dan kondisi pendaki yang saat itu stand by di yellow valley dalam kondisi kelelahan. Saya sepanjang hari itu melakukan perjalanan ke glacier carstensz timur, sedangkan teman2 bulux baru saja mencapai basecamp pada sore dan malam hari sebelum meninggalnya bulux. Kami putuskan mengamankan jenazah di posisi aman, evakuasi akan kami lakukan besok pagi pukul 03.00.
 
9 Oktober, pagi hari sekira pukul 04.00 WIT, tim gabungan pendaki bergerak ke teras satu. Kami berenam, menurunkan jenazahnya dari atas tebing setinggi lebih kurang 150m. Tiba di dasar tebing, 4 orang mengulurkan tenaganya meskipun kondisi mereka juga payah setelah dihajar badai semalam. bahkan tamu dari norwegia pun juga ikut mengangkat jasad korban untuk mengurangi beban kami berenam yang sudah kepayahan.
 
Foto: Tenda saat jenasah alm.Ahmad Hadi atau Bulux van dekil disemayamkan satu malam di Yellow Valley, Carstensz Pyramid
(by, Baloengnom)
 
Jenasah alm. Ahmad Hadi tiba di helipad yellow valley pada pukul 10.00 WIT, heli tidak dapat melakukan penjemputan jenasah di hari itu dikarenakan cuaca buruk. Jenazah alm.hadi bulux disemayamkan selama satu malam di dalam tenda di Camp Yellow Valley.
 
Pada tanggal 10 Oktober, heli asiaone yang kami carter untuk menjemput tamu Norwegia datang menjemput kami. Disusul heli airfast menjemput jenazah.
 
 
 
 
 
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Sambut Milad ke 17, Mapala Mahesa Akan Adakan Talkshow Life Environment dan Berbagai Lomba
Kronologis Pendaki asal Jakarta yang Meninggal Saat Mendaki Gunung Carstenz Akibat Hipotermia
Pipit: Alhamdulillah Jenazah Suami Saya Sudah Bisa di Evakuasi dari Yellow Valley Carstensz
Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz
Kisah Jono dan Joni, Anjing Setia yang Selalu Temani Para Pendaki Menuju Puncak Gunung Agung



IP Anda Adalah: 54.166.232.243

Translate



Kategori



Gallery Foto


Labengki Island have a coral clusters from large to small gives beauty that served when we visited. Labengki large and small can be used for diving. Besides diving, we can snorkel course. Plus the white sand and the color of the sea is so clear.

Unisex species Kima. One of the largest species in the world. Kima is a kind of shellfish that is large enough. And this is where there are breeding for this species.

One route that can be reached by landline is about 60 minute journey to the area Toli-Toli. From Toli-Toli followed by boat which takes about 3 hours. The fares varied depending on the agreement. Remember, the ship does not stand by 24 hours.

Photo by, @maliqkakaban
Located: Labengki Island, Lasolo - Konawe Utara, Southeast Sulawesi
Labengki Island
Miss Scuba Indonesia, Indofest 2016 @Istora Senayan, Jakarta
Miss Scuba
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Kang Bongkeng
Boalemo as Regional Destinations Marine tourism destination which is supported by a diversity of customs and traditional culture in particular has a unique culture and has the charm of Culture Gorontalo multi ethnic and tribal communities who have mingled with the earth dream Boalemo in Gorontalo Province. Boalemo also has several pieces of marine parks with a huge diversity of biota.

Coral Reefs in Bitila an attractive tourist zone for exploration. Bitila group of hard coral are very diverse, depending on their habitats.

Photo Instagram by, @sassozhy_fs
Located: Love Island Eco Resort, Tilamuta - Gorontalo
Love Island
Being in Morowali, Sombori Island apparently not exposed to the public at large. In fact, the natives though. Marine conservation area of ​​more than 175 thousand hectares are home to various types of marine life.

The natural beauty and the sea was no doubt, as the island is also inhabited by the Bajo community. In addition, the landscape captivate every visitor. Therefore, the island has a coral hills is very beautiful.

This tourist area offers outstanding natural beauty and rare. In addition, the island has a cluster of coral reefs as if protruding from the surface of the sea. Sombori island has a beautiful blend of style Raja Ampat, Wakatobi and Bunaken in one spot. This exotic island also has white sand and coral reefs are untouched.

Photo Instagram by, @grandisaji
Located: Sombori Island, Morowali - Central Sulawesi
Sombori Island
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Tim 7Summit



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2793286)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (45925)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (39738)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32550)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (29738)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29280)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (28847)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (27847)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24555)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23385)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22056)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20133)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (19797)

Gunung tertinggi di Mongolia, 10 Pendaki Tewas dan 7 Lainnya Masih Hilang Akibat Longsoran Salju

41 Tahun Gemapala

Betho Beanal dari Mapala Equil, Orang Amungme Pertama Menggapai Puncak Carstensz Pyramid

Ajang Tahunan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia, TWKM XXIX Jakarta Telah Resmi Dibuka

7 Summit Indonesia in 100 Days, Tiga Pendaki Siap Memulai Pendakian Gunung Binaiya di Maluku

Mapala UMRI Sangat Bersemangat untuk Ikut Memeriahkan Acara TWKM ke-XXIX di Jakarta

Tim Putri Indonesia KMPA Eka Citra UNJ Bersiap Memulai Pendakian Menuju Dhampus Peak di Nepal

Event Tahunan Mapala Se-Indonesia, Kemenpora Tidak Mendukung Sepenuhnya TWKM XXIX Jakarta

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Daeng, Korps Pencinta Alam (KORPALA) Unhas Makassar

Petakan Potensi Pariwisata Bahari, Mapala UI Gelar Eksplorasi Bawah Laut di Teluk Tomini

Mengenal Lebih Dekat Pecinta Alam di Kota Berirama, Mapala Surya Rimba atau Mapasuri Unmuh Purworejo

Wow,Keren! Habiskan Masa Tua, Nenek Umur 85 Tahun Lakukan Panjat Tebing, Sky Diving dan Berselancar

Ekspedisi Menggapai Puncak Dhampus Dhaulagiri, 2 Putri Indonesia Mulai Berangkat Menuju Nepal