MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Sabtu, 14 Oktober 2017 - 11:11:04 WIB

Seperti Kisah Romeo dan Juliet, Pendaki Bunuh Diri Setelah Pacarnya Tewas Tertimpa Longsoran Salju

Kategori: News Diposting oleh : Mirna Kemal - Dibaca: 2511 kali



MapalaPTM.com (14/10) - Sebuah cerita seperti Kisah Romeo dan Julliet, yaitu Kisah dua manusia yang tidak bisa dipisahkan karena cinta sejati hingga mengakhiri hidupnya secara bersamaan. Kisah cinta sejati ini ternyata terjadi pada seorang pemanjat berasal dari amerika serikat yang terkenal di dunia, dia Membunuh dirinya sendiri setelah selamat dari longsoran salju yang telah membunuh pacarnya.
 
Hayden Kennedy, 27, dan Inge Perkins, 23, Bermain ski di Imp Peak di Montana pada hari Sabtu (7/10) saat mereka memicu longsoran salju di gulma yang curam dan sempit sekitar 3.048 meter di atas permukaan laut.
 
Inge Perkins, juga pendaki gunung yang sangat berprestasi, dimana dia terkubur oleh longsoran salju selebar 46 meter. Kennedy, yang sebagian tubuhnya terkubur oleh longsoran salju dapat berhasil menarik dirinya sendiri agar dapat bebas dan langsung meminta bantuan setelah dia tidak dapat menemukan pacarnya.
 
Kennedy, yang baru saja pindah ke daerah tersebut, ditemukan telah tewas di sebuah rumahnya pada hari Minggu (8/10) saat Tim SAR bersiap untuk mencari untuk mengevakuasi tubuh Inge Perkins.
 
Dilansir dari laman The National, Keluarga Hayden Kennedy mengatakan bahwa dia selamat dari longsoran salju namun tidak dapat bertahan dalam kehilangan seorang pacarnya sekaligus rekan partnernya dalam berpetualang di alam bebas.
 
"Hayden selamat dari longsoran salju tapi tidak dapat bertahan setelah kehilangan pasangannya dalam hidupnya," kata orang tuanya.
 
Mereka menggambarkan anak mereka sebagai "Jiwa petualang yang prestasinya sebagai pendaki gunung, selalu perhatian terhadap persahabatan yang mendalam."
 
Baru dua minggu Kennedy menulis di blog pendakian bahwa dia telah melihat terlalu banyak teman yang telah meninggal di pegunungan selama beberapa tahun terakhir.
 
"Saya telah menyadari bahwa sesuatu yang menyakitkan, bukan hanya puncak yang tak terlupakan dan proses pendakian yang cepat berlalu. Akan tetapi teman dan rekan-rekan pendakian juga telah cepat pergi berlalu," tulisnya.
 
"Inilah realitas yang sangat menyakitkan dari olahraga kami, dan saya tidak yakin apa yang harus dilakukan. Pendakian adalah hadiah yang indah atau kutukan."
 
Kennedy mungkin paling dikenal karena mendaki Ridge Tenggara di Cerro Torre Patagonia pada tahun 2012 dan pemanjatan kontroversialnya dalam menyingkirkan banyak anchor yang telah ditempatkan oleh pendaki Italia Cesare Maestri lebih dari 40 tahun sebelumnya.
 
Setelah itu, dia dan rekan pendakiannya ditegur oleh penduduk setempat dan ditahan oleh polisi. Tapi ayah Kennedy, Michael Kennedy, yang merupakan editor Majalah Climbing selama lebih dari dua dekade, berseri-seri dengan bangga.
 
"Anda membuat langkah pertama yang berani dalam memperbaiki jalur pemanjatan Cerro Torre ke tempat yang semestinya sebagai salah satu jalaur menuju puncak yang paling menuntut dan tidak dapat diakses di dunia," kata Kennedy yang tua dalam sebuah surat terbuka kepada putranya yang dipublikasikan di Majalah Alpinist pada tahun 2012.
 
"Saya tidak akan pernah memiliki keberanian untuk mengambil langkah itu sendiri, bahkan di hari-hari terbaik saya" lanjutnya.
 
Michael Kennedy, seorang pendaki gunung yang cakap dengan caranya sendiri, juga menulis surat kepada anaknya tentang kehilangan banyak teman dalam olahraga tersebut.
 
"Kesadaran akan kematian membuat kita fokus pada apa yang penting: mengembangkan komunitas keluarga dan teman yang kuat," tulisnya.
 
Kennedy, yang dibesarkan di Colorado, telah mengerjakan sertifikasi medis daruratnya sementara Perkins menyelesaikan gelar sarjana matematika dan pendidikan di Montana State University.
 
Daerah di mana dia terbunuh telah menerima salju 30 sentimeter sejak awal bulan, yang berada di atas sekitar 1,2 meter dari salju lebat yang telah jatuh selama dua minggu sebelumnya, menurut Pusat Longsor Hutan Nasional Gallatin.
 
 
 
 
 
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


BPBD Enrekang Kurang Tanggap, Bahkan Tak Peduli Dengan Tiga Pendaki yang Hilang di Gunung Latimojong
Bawa Alat Untuk Buka Jalur Pemanjatan Tebing di Puncak Gunung Sikolong, Tiga Pendaki Masih Hilang
Tiga Orang Bertekad Mendaki Tujuh Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia dalam 100 Hari
Identitas Tiga Pendaki yang Dikabarkan Masih Hilang di Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan
Tiga Pendaki Dikabarkan Hilang Saat Mendaki ke Puncak Buntu Sikolong, Gunung Latimojong



IP Anda Adalah: 54.166.207.223

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2893371)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47610)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45793)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (35134)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34325)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31447)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (31035)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30649)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (27430)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26548)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24878)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (23264)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21405)

Sinergitas Pecinta Alam untuk “LOMBOK BANGKIT MANDIRI”

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia