MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Senin, 16 Oktober 2017 - 20:47:45 WIB

Nadine Chandrawinata Ajak Pemuda Pemudi Banyuwangi Untuk Tanam Mangrove di Teluk Pangpang

Kategori: Konservasi Diposting oleh : Nety Reisyana - Dibaca: 628 kali



Foto: Saat Nadine Chandrawinata ajak anak-anak muda di banyuwangi untuk menanam mangrove di teluk pangpang
 
Banyuwangi, MapalaPTM.com (16/10) – Puluhan anak muda terlihat asyik menyusuri areal Teluk Pangpang, Muncar  yang berlumpur, Minggu pagi (15/10). Tangan mereka masing-masing memegang bibit mangrove. Bibit – bibit mangrove itu  akan mereka tanam di areal konservasi tanaman bakau tersebut.
 
Meski sedikit sulit melangkah di lahan berlumpur, anak-anak muda yang merupakan peserta Meet Up Seasoldier  dan Mangrove Planting itu tak mengeluh sedikit pun. Dengan antusias,  mereka menancapkan bibit mangrove jenis rizhopora di lahan yang telah disiapkan.
 
Di tengah kerumunan, tampak satu sosok yang tidak asing bagi pecinta adventure, Nadine Chandrawinata. Bersama rekannya , Dinni Septianingrum, Nadine sibuk memandu dan memperkenalkan cara menanam mangrove. Aksi Nadine itu tidak sendiri. Dibantu anggota Seasoldier Banyuwangi, mereka bahu membahu menebar 1000 bibit mangrove yang ada.
 
“Ini asyik sekali. Sangat bermanfaat, apalagi bagi kami yang awam. Kalau tahu sulitnya kayak gini, kita tentu akan  berpikir ulang untuk  merusak. Jangan bisanya cuma menjadikan tempat ini sebagai tempat selfie aja, tapi harus bisa  ikut menjaga kelestariannya,” ujar Laili Mumtahanah yang baru pertama kalinya menanam mangrove. Laili memperhatikan sungguh-sungguh instruksi yang diberikan  dan berhasil menanamkan bibit mangrove meski berulangkali  terjatuh ke dalam lumpur.
 
 
Laili mengaku tertarik untuk mengikuti kegiatan ini setelah melihat instagram Seasoldier yang mengumumkan secara terbuka digelarnya penanaman mangrove di Dusun Tegalrejo, Desa Wringin Putih, Muncar ini. “Begitu tahu, saya langsung mengajak teman-teman saya untuk ikutan. Semua menginap di rumah saya di Kecamatan Tegaldlimo, dan pagi-pagi sekali sudah sampai di Muncar,” kata Laili yang mengajak 4 orang temannya. Mereka berlima tengah menuntut ilmu di Fakultas MIPA, Jurusan Fisika, Universitas Jember.
 
Nadine Chandrawinata, pendiri Seasoldier mengaku, aktivitas hari ini yang dilakukannya bersama para pemuda peduli lingkungan ini memenuhi targetnya. “Isu yang kami angkat lewat penanaman mangrove ini adalah memperkenalkan apa dan bagaimana mangrove itu. Yang kami sasar adalah anak-anak muda yang notabene belum pernah menanam mangrove,” kata Nadine.
 
Mantan Putri Indonesia 2005 ini menilai anak-anak muda Banyuwangi termasuk aktif dalam menyuarakan isu lingkungan, salah satunya di bawah bendera Sea Soldier.
 
“Kami terus men-support agar dalam setiap kegiatan kami, anak-anak belajar komitmen diri. Selain dengan bertanam mangrove ini, kami juga rutin mengajak agar mereka selalu buang sampah pada tempatnya, mengurangi pemakaian sedotan, selalu bawa tumbler kemana-mana, nggak pake stryrofoam dan kalau belanja selalu bawa tas sendiri sehingga nggak perlu pakai tas plastik,” jelasnya.
 
Poin utamanya, tandas Nadine, bagaimana kita menghidupkan tradisi jaman dulu, dimana nenek moyang kita punya tradisi yang tidak merusak alam. Masyarakat diajarkan untuk ramah lingkungan dan mau belajar mengubah perilaku buruknya terhadap lingkungan. “Ingat lho, Indonesia itu penghasil sampah kedua terbesar di dunia. Berapa juta ton sampah yang dihasilkan per hari. Itu baru dari aspek sampah, belum masalah lingkungan lainnya,” ujar Nadine.
 
Apa yang digagas Seasoldier ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Hary Cahyo Purnomo mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk peningkatan kepedulian lingkungan, yang mengajak generasi muda untuk ikut terlibat di dalamnya dan ikut menularkan ‘virus’ tersebut pada masyarakat sekitar.
 
 
“Kami berharap akan terjadi perubahan pola pikir masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan. Toh, dampaknya kita pula yang akan merasakan. Salah satunya penanaman mangrove ini yang akan melindungi populasi ikan di perairan kita,” ujar Hary.
 
Teluk Pangpang ini memiliki luasan 600 hektar. Dulunya tempat ini merupakan lahan mangrove yang kemudian dialihfungsikan  menjadi tambak-tambak. Itu terjadi pada tahun 1980-an. Ketika pengusaha tambak bangkrut , areal ini dibiarkan terbengkalai sehingga menjadi rusak. Akhirnya muncullah sekelompok orang yang tergerak untuk mengembalikan lahan konservasi tersebut seperti sedia kala. Pada tahun 2002/2003, mulailah mereka merintis kembali penanaman bakau di areal tersebut. Kelompok ini menamakan dirinya Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Bangkit Remaja Tegalpare (Baret).
 
Muhammad Syaironi, Ketua Pokmaswas Baret awalnya mengaku sulit mengajak warga untuk melakukan peremajaan kembali terhadap mangrove. “Butuh kesabaran untuk mengajak mereka. Hanya beberapa gelintir saja yang mau terjun. Tapi lama kelamaan masyarakat mau terlibat dengan sukarela, sebab mereka sadar manfaat yang timbul dengan adanya mangrove. Misalnya produksi ikan, kepiting dan udang yang meningkat pesat,”beber Roni.
 
Sejak saat itu, masyarakat rutin melakukan peremajaan mangrove di kawasan yang berada di bawah pengelolaan Taman Nasional Alas Purwo dan Perhutani itu.
 
 
 
 
 
Kontributor: Netty - Mapala Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Akhiri Ekspedisi, Tim 7SOJ-17 Mapala STIEM Palopo-Mentari UMM Gelar Pendakian Bersama ke Gunung Prau
Tim Ekspedisi 7SOJ-17 Mapala STIE Muhammadiyah Palopo Jajal Puncak Gunung Tertinggi di Jawa Tengah
Naik dari Wonosobo Turun di Magelang, Mapala STIEM Palopo Jejakkan Kaki di Puncak Sumbing
Sore tadi, Tim Ekspedisi 7SOJ-17 Mapala STIE Muhammadiyah Palopo Jajal Gunung Sumbing
Kelompok Stacia Hijau Dirikan Pusat Pelatihan Mangrove Muhammadiyah di Tanjung Burung, Tangerang



IP Anda Adalah: 54.80.8.44

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2852601)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47029)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (43921)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33724)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (31985)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30857)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30181)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30171)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25646)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25524)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24355)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22084)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20813)

Pecinta alam sebagai ekskul pembentukan karakter, Anies dukung eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani

Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia, Dua Putri asal Bandung Tiba di Basecamp Everest

Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang

Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru

Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi

GLADIAN NASIONAL XIV Sumatera Barat Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Presiden RI Oktober Mendatang

UPL MPA Unsoed Laksanakan Praktek Simulasi I Untuk Calon Atlet Ekspedisi Soedirman VII

Mabim LH Mapala Mahesa Observasi TPA Rawa Kucing

7 Hari Pencarian di Gunung Merbabu, Pendaki Slovakia Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Kalimenek

Dua Srikandi Indonesia Tiba di Nepal, Siap Bergerak Untuk Proses Aklimatisasi Menuju Everest