MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Rabu, 18 Oktober 2017 - 02:22:14 WIB

Mapasuri, Mapala Surya Rimba Purworejo Menemukan Goa-Goa Baru yang belum Terjamah Manusia

Kategori: Caving Diposting oleh : Mapasuri - Dibaca: 702 kali



Foto: Tim Caving Mapasuri Purworejo Saat Melakukan Survey Goa-Goa di Desa Cepedak, Kecamatan bruno, Kabupaten Purworejo - Jawa tengah.
 
Purworejo, MapalaPTM.com (18/10) - Caving adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia terhadap goa dan lingkungannya. Penelusuran goa sebenarnya sudah mulai sejak zaman prasejarah, Dimana orang-orang pada zaman purba telah memilih goa sebagai tempat bernaung dan berlindung. Karena di goa merupakan tempat yang cocok untuk bertempat tinggal paling aman bagi manusia purba.
 
Penelusuran goa terus berkembang dengan seiring berjalannya waktu, baik oleh petualang, para peneliti maupun para ahli speolog. Hal ini dikarenakan sejak ditemukannya peralatan penelusuran goa vertikal yang dinamakan SRT (Single Rope Technic).
 
Goa merupakan bentukan alam yang terbentuk sejak ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu, setiap usaha perusakan goa menimbulkan kerugian yang tidak dapat ditebus nilainya. Karena itu dilarang merusak, mengambil dan memindahkan sesuatu dalam goa tanpa tujuan yang jelas dan dapat dipertanggung-jawabkan.
 
"Menelusuri goa juga harus disertai kesadaran dan keterampilan dalam menggunakan peralatan menyusuri goa"
 
 
Mapasuri atau Mapala Surya Rimba Universitas Muhammadiyah Purworejo, pada hari Minggu (15/10) melakukan eksplorasi goa di kawasan Kecamatan Bruno yang berdasakan laporan dari warga setempat tentang adanya goa baru yang ditemukan warga Bruno, tepatnya di Desa cepedak, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
 
Kecamatan Bruno sendiri merupakan daerah dataran paling tinggi di kabupaten Purworejo, dengan keasrian dan keindahan alamnya Bruno telah menjadi tempat wisata yang sudah banyak dikunjungi banyak orang.
 
Salah satu wisata yang dikembangkan di Bruno yaitu air terjun atau curug, untuk di desa Cepedak sendiri terdapat Wisata Curug Gunung Putri yang baru baru ini menjadi primadona wisata Bruno. Tidak cuman itu saja karena masih banyak lagi wisata curug yang terdapat di Bruno.
 
Aldi Riyaldi Ketua Umum mapasuri menuturkan bahwa dalam hal ini Mapasuri mencoba menanggapi dan merespon dari laporan warga Bruno tersebut, Setelah kita mendapat informasi dari narasumber yang merupakan pengelola wisata di daerah Cepedak.
 
"Bahwasannya goa yang ditemukan oleh warga tersebut, Belum ada yang berani memasuki. Dikarenakan warga belum paham tentang peralatan ataupun safety prosedur untuk penelusuran goa, dan rumor yang beredar bahwa di goa tersebut terdapat sepasang ular phiton" tandas Aldi lagi.
 
Ternyata di kawasan tersebut tidak hanya satu goa saja yang ditemukan oleh warga, Akan tetapi masih banyak dan semuanya belum terjamah manusia. Oleh sebab itu kami langsung melakukan survey dan eksplorasi goa tersebut, agar nantinya warga bisa lebih mengerti mengenai tentang goa itu sendiri.
 
Sebelum melakukan eksplorasi, tim Caving Mapasuri dengan jumlah 9 orang yang terdiri dari Aldi, Juli, Purwoko, Nove, Adina, Renny, Fiatna, Rizaldi dan Azis dengan didampingi bang Arif yang merupakan salah satu pengelola wisata di daerah tersebut yang nantinya sebagai penunjuk jalan ke lokasi goa. Segala persiapan peralatan, sosbud telah siap.
 
Tim menuju ke lokasi goa yang tak jauh dari pemukiman warga dan dekat dengan lokasi Wisata Curug Gunug Putri, Sekitar 15 menit berjalan kaki melewati medan yang terjal tim sampai di lokasi entrance goa.
 
Kemudian tim langsung melakukan persiapan peralatan untuk melakukan orientasi medan di sekitar entrance goa dan Setelah pembuatan rigging selesai, Tim siap eksplore dengan membutuhkan waktu 1 jam.
 
Dari hasil penelusuran, Tim mendapatkan bahwa goa tersebut merupakan goa vertikal berkedalaman 15 meter dan terdapat chamber dibawah. Goa ini memiliki karakteristik babatuan andesit dan tidak berair.
 
Menurut Arif yang merupakan salah satu pengelola wista di daerah tersebut mengatakan bahwa di desa cepedak terdapat tiga goa, yang salah satunya ini sudah di explore oleh teman-teman Mapasuri.
 
"Jadi nantinya untuk goa-goa yang ditemukan oleh warga, Tim dari Mapasuri berkenan untuk mengeksplore dan meneliti goa tersebut. Agar warga lebih tahu dan paham tentang apa itu goa dan bagaimana memberdayakan goa tersebut. Nantinya akan memunculkan potensi potensi wisata yang ada di Bruno khusunya di daerah Cepedak ini" ucapnya lagi.
 
 
Kegiatan eksplorasi tim Mapasuri di Bruno sangat  diapresiasi oleh Pengelola Wisata Curug Gunung Putri, Kepala desa setempat dan warga disekitar. Dari eksplore tersebut, tim mapasuri baru sebatas eksplorasi endokarst antara lain yaitu penelusuran dan pendokumentasian goa, belum ke pemetaan.
 
Kegiatan penelsuran merupakan kerjasama tim, karena dalam setiap penelusuran tidak dibenarkan seorang diri. Jumlah minimal untuk eksplorasi juga adalah 4 orang. Hal ini didasarkan atas pertimbangan jika terjadi kecelakaan pada salah satu anggota kelompok, satu orang untuk menjaga sedangkan dua lainnya mempersiapkan pertolongan (Rescue), bila tidak mungkin carilah pertolongan penduduk setempat.
 
Sebelum memasuki gua, yang harus diperhatikan yaitu meninggalkan pesan kepada orang lain:
1. Berapa orang yang akan memasuki gua
2. Tujuan gua yang akan dimasuki
3. Bagaimana rute jalurnya
4. Berapa lama waktu penelusuran
5. Orang yang menjadi tim darat
 
Kode Etik Penelusuran Gua:
-Tidak mengambil sesuatu kecuali mengambil potret-
(Take nothing but picture.)
-Tidak meninggalkan sesuatu, kecuali jejak kaki yang penempatannya hati-hati-
(Leave nothing but carefully placed footprint)
-Tidak membunuh sesuatu kecuali waktu-
(Kill nothing but time)
 
Jika hal tersebut senantiasa selalu dilakukan pastilah alam ini akan lebih indah dari sekarang.
 
Salam Lestariii... !!!!
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Nove Nobita - Mapasuri Universitas Muhammadiyah Purworejo, Jawa Tengah.
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Pergantian Kepengurusan Imapala Uhamka Jakarta, Aditya Ramadhan Ditetapkan Sebagai Ketua Terpilih
Tonggak Sejarah Dimulai, Mapala Arundaya Unmuh Tasikmalaya Siap Menciptakan Angkatan yang Kedua
Marpala UBK Jakarta Siap Gelar TWKM ke-29, Aktualisasi Mapala Terhadap Ancaman Bencana Geologis
Persiapan PEDAL XXVIII, PMPA Alpiniste Jakarta Mulai Gelar Perekrutan Calon Anggota Baru
Mapala Stacia UMJ Menetapkan Ketua Umum Terpilih periode 2017 - 2018 pada Musyawarah Anggota



IP Anda Adalah: 54.224.102.26

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2803064)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46219)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (40833)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32866)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30045)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29521)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29071)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (28744)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24846)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23650)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22909)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20502)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20059)

Jelang Milad ke-X, Mapalamu Luwuk Banggai Sulawesi Tengah Gelar Berbagai Kegiatan

Kerinci, Atap Sumatera Mempesona Berhasil Digapai Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days

Manfaatkan momen Car Free Day, MAPALA UMRI lakukan kegiatan ini

Anggota UPL MPA Unsoed Purwokerto Buka Jalur Pendakian di Gunung Slamet via Penakir

Keluarga Besar Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia Ucapkan Selamat Milad Kepada Muhammadiyah Ke-105

Jenasah Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Membusuk, Diperkirakan Meninggal Lebih dari Sebulan

Yogyakarta Siap Gelar Kejurnas Panjat Tebing XVI Untuk Jaring Atlet Potensial

GEMAPALA WIGWAM FH UNSRI sukses adakan kegiatan MUSI RIVER CAMP

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Sejuta Bunga, Mapala "SULFUR" UNTIDAR Magelang

II-Outfest, Pameran Aktivitas Outdoor Terbesar akan Meriahkan Pertama Kalinya di Kota Makassar

Kongres IV Pecinta Alam Bandung Raya Rekomendasikan Forum Nasional Pecinta Alam Indonesia

Membentuk Karakter Pemuda Lewat Pendidikan Dasar KPA Summit Adventure

Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days Menggapai Puncak Rantemario, Latimojong