MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Rabu, 25 Oktober 2017 - 10:04:48 WIB

TWKM XXIX Mapala Se-Indonesia, Tim Arung Jeram Mulai Lakukan Pengarungan Sungai Cianten di Bogor

Kategori: Arung Jeram Diposting oleh : Eko Fauzan Adima - Dibaca: 849 kali



Foto: Saat Instruktur memberikan arahan pada tim arung jeram TWKM XXIX, sebelum mengarungi Sungai Cianten di Bogor
 
Bogor, MapalaPTM.com (25/10) - Setelah kegiatan TWKM XXIX resmi dibuka, Peserta bersiap-siap mengikuti kegiatan selanjutnya. Team Kenal Medan Pengarungan Sungai berangkat menuju lokasi pengarungan dari pusat kegiatan pukul 18.30 WIB, sedikit meleset dari rencana operasional pukul 15.00 WIB. Hal ini dikarenakan kendala cuaca hujan. Team Kenal Medan Pengarungan Sungai sampai dilokasi pukul 20.00 WIB (23/10).
 
Team Pengarungan Sungai terdiri dari 28 orang Panitia, 29 orang Peserta. Lokasi yang dipakai untuk KM Pengarungan Sungai bertempat di Sungai Cianten, Kabupaten Bogor. Hulu Sungai Cianten berasal dari hutan di kawasan Taman Nasional Halimun, Sungai Cianten merupakan anak Sungai Cisadane.
 
Aliran air sungai cukup stabil, karena di atas lokasi start Batu Beulah merupakan Dam yang berfungsi untuk PLTA. Panjang jalur yang dapat diarungi saat tinggi muka air bagus yaitu sekitar 13 km, sampai di titik pertemuan dengan Sungai Cisadane. Pada umumnya pengarungan dimulai dari Batu Beulah dan berakhir di Jembatan Leuwiliang.
 
Foto: Instruktur memberikan materi-materi arung jeram kepada peserta anggota TWKM XXIX Jakarta
 
Di awal titik start trip 1 adalah sebuah bendungan yang dibangun sebelum tahun 1926 (tidak ada yang tau pasti) dan mulai beroperasi sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) pada tahun 1926. 
 
Sungai Cianten dengan kriteria dan tingkat kesulitan (grade) III memiliki puluhan jeram sepanjang penyusuran dan juga keunikan yang tidak ditemui di sungai-sungai lainnya, yakni masih menyimpan keaslian alam dan memiliki kualitas air lebih jernih. Walau tidak seganas sungai-sungai lainnya seperti Aceh dan Kalimantan, jeram-jeram Cianten cukup menarik, dengan lebar sungai bervariatif mulai dari titik start hingga finish antara 16-20 meter serta kedalaman air mencapai 1-10 meter.
 
Trip 2 diawali start dari Jembatan Lw. Liang – Karikil. Berbeda dengan sebelumnya, trip 2 didominasi kondisi air flat (datar) tanpa arus. Jeram-jeram trip 2 tak seganas trip 1. Trip nya pun lebih panjang, semakin lama lebar sungai semakin luas, begitu juga kedalamannya.
 
Tapi di trip ke dua ini ada beberapa jeram yang mengasyikan walaupun memang didominasi kondisi air flat. Satu jam sebelum finish, aliran Sungai Cianten mulai pecah dan bergabung dengan Sungai Cisadane.Setelah pertemuan sungai Cianten dan Cisadane, sebelum finish ada 2 jeram yang memacu adrenalin, yaitu jeram naga dan jeram columbus 2.
 
Foto: Lokasi camp kenal medan tim arung jeram TWKM XXIX jakarta
 
"Cuaca hari ini masih normal, untuk grade karakter sungai masuk grade 3 plus, jika turun hujan dan terjadi bandang masuk grade 4 plus," ujar Toni Dumalang selaku pemateri, Selasa (24/10).
 
Hari pertama team Kenal Medan Pengarungan Sungai melakukan materi kelas. Materi yang dibahas dalam kesempatan kali ini yaitu Morfologi sungai, Teknik Dasar Pengarungan, Anatomi Perahu, Water Rescue Basic. Materi tersebut sangat penting dalam Dunia Pengarungan Sungai. Pada kesempatan ini yang menjadi pemateri adalah Bang Toni Dumalang dari PB FAJI.
 
Morfologi Sungai merupakan hal yang menyangkut kondisi fisik sungai tentang geometri, jenis, sifat, dan perilaku sungai dengan segala aspek perubahannya dalam dimensi ruang dan waktu, dengan demikian menyangkut sifat dinamik sungai dan lingkungannya yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya.
 
Beberapa istilah Morfologi sungai yang sering kita temui antara lain :
-Arus Utama (Mainstream)
-Gelombang Berdiri (Standing Wave)
-Arus Balik (Back Curling)
-Pusaran Air (Eddies)
-Hole
-Pillow
-Arus Belokan (bends)
-Lidah Air (Tongue of Rapid)
-Batuan (boulders, stoppers)
-Penyempitan Penampang Sungai (Bottle Neck)
-Pendangkalan sungai (shallows)
-Hambatan (Strainer)
-Undercut (Lobang Maut) 
 
Foto: Instruktur memberikan arahan-arahan kepada para peserta tim kenal medan TWKM XXIX jakarta
 
Teknik Dasar Pengarungan merupakan metode atau suatu cara yang diperlukan dalam pengarungan. Salah satu Teknik Dasar pengarungan adalah Teknik Dayungan. Ada beberapa teknik dayungan yang masing-masing kegunaannya berbeda beda, diantaranya:
 
-Dayung Maju yaitu ayun atau dorong dayung ke depan, kemudian masukkan blade ke air (hingga 1/2 dari blade masuk) kemudian tarik kebelakang. Hendaknya ketika mengayunkan blade ke depan posisi tangan juga lurus kedepan dan saat menarik gunakan otot pinggang saat menariknya. Dayung maju ini berfungsi untuk menambah kecepatan laju perahu.
 
-Dayung Mundur : Dayung mundur ini kebalikan dari dayung maju, yaitu tarik dayung kebelakang diatas permukaan air kemudian masukkan blade kedalam air dan dorong kedepan hingga tangan lurus ke depan. Dayung mundur inti berfungsi untuk menahan laju perahu atau berjalan mundur jika dibutuhkan.
 
-Dayung Tarik : Dayung tarik ini ada 2 macam yaitu "Kanan Tarik" dan "Kiri Tarik". Kanan Tarik yaitu awak perahu yang duduk di sisi kanan perahu melakukan dayungan kearah perahu. Caranya raihlah jangkauan dayungan ke arah luar perahu sejauh mungkin, arahkan blade ke arah sisi perahu. Masukan blade ke air dan tariklah ke arah perahu.
 
Dayungan kanan tarik ini berfungsi untuk memberikan efek perahu bergeser ke kanan atau menahan perahu agar tdak terbawa arus ke kiri. Kiri Tarik kebalikan dari kanan tarik, yaitu dengan cara awak perahu yang ada disebelah kiri melakukan cara yang sama seperti kanan tarik. Dayungan kiri tarik ini berfungsi untuk memberikan efek perahu bergeser kekiri atau menahan perahu agar tidak terbawa arus kearah kanan.
 
-Dayung Pancung: Dayungan yang biasa dilakukan oleh para pendayung depan apabila ingin melakukan manuver perahu. Jika perahu ingin berbelok kekiri maka maka pendayung yang ada disebelah kan depan melakukan dayungan dari depan perahu ditarik hingga ke samping kanan prahu, jalur lintasan dayungan menyerupai huruf "C". Sebaliknya jika perahu ingin berbelok ke kanan, pendayung yang ada di sebalah kiri depan melakukan dayungan dari depan perahu ditarik hingga ke samping kiri perahu. Teknik dayungan ini biasa dilakukan untuk manuver secara cepat guna menghindari hambatan seperti batu atau pilow.
 
Anatomi perahu merupakan materi untuk mengetahui letak dan hubungan bagian-bagian perahu. Water Rescue Basic merupakan materi dasar penyelamatan di air, salah satunya adalah renang penyelamatan.
 
Foto: Saat tim Kenal Medan Arung Jeram bersiap-siap lakukan pengarungan di Sungai Cianten, Bogor
 
Para Peserta sangat antusias memperhatikan materi yang disampaikan. Pada saat sesi tanya-jawab, respon peserta sangat interaktif. Karena banyak hal baru yang di dapat pada materi kelas. Materi yang disampaikan mudah dimengerti oleh para Peserta. Tentu, cara penyampaian yang disampaikan pemateri sangat ringan, singkat, padat dan berbobot.
 
"Water Rescue ini sangat pas buat kebutuhan yang diharapkan oleh peserta dan akan disampaikan ke adik adik organisasinya masing masing," ujar Kabel dari Mapala Refflesia.
 
Jumlah perahu dari arus liar yaitu berjumlah 17 set dan dari panitia 3 set, total perahu yang turun menjadi 20 set. Semua perahu turun di Bravo Adventure. Rencananya hari kedua (25/10/2017) team akan mereview materi langsung terjun di sungai Cianten.
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Eko Fauzan adima - Mapala Mahesa, Universitas Muhammadiyah Tangerang
Narasumber : Miko Rafflesia, Herdi Wapalapa.
Kordinator Divisi : Rangok Marpala
 
Peserta
Imanuel Wakhinsade (Mapala Unsrat), Alfasino G Pangalila (Mapala Unsrat Manado), Jamsil (Mapala Uim Makassar), Endri Priadi P.M ( Mapala Univ. Atmajaya), Noh B. Yamani (Karfapala), Yakub Jaelani (Gamapala), Said Nurdin (Mapala Mahipa), Ulil Amri (Sintalaras UNM), M. Azkal Aziz, Ronal Maka Tosuli (Mahakripa), Zulfikar Lutfi (Kamapala), Tembang (Tapak Giri), Mahlim, Yudhit D. A, Falentino Momuat (MPA Tarsius), Abdullah (Impala Uniat), Surya Kusuma Nugraha, Ade Hamdani (MPA Khaniwata), Rori Ardian Putra (Garba Wira Buana), Lukman Hamdin (Sagapala), Raka Putra Retrama (Mapala Stimik), Ishma Nabila (Gema Rawana), Zhafira Khairana (Astadeca), Suryani, Tarniati (Mapala PTM Sinjai), Ari S Cahyadi (Mapala Jurai Siwo), S. Adjid (Mapala Unpatti), Nurrasydah, Putri Anggraini (Mapala UIN Raden Fatah Palembang).
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Keseimbangan Ekologi Terancam, Hentikan atau Tutup Wisata yang Merusak Kelestarian Lingkungan
MPA Gloeocapsa HIMABIO FMIPA UNM Menggelar Kegiatan Kampanye Pemuda Hijau (KPH) 2017
41 Tahun Gemapala WIGWAM FH Unsri mengadakan Musi River Camp Tingkat Nasional (R4)
Ajang Tahunan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia, TWKM XXIX Jakarta Telah Resmi Dibuka
Event Tahunan Mapala Se-Indonesia, Kemenpora Tidak Mendukung Sepenuhnya TWKM XXIX Jakarta



IP Anda Adalah: 54.234.190.237

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2824298)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46596)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (42548)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33279)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30415)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (30313)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29812)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29510)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25175)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (24239)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23983)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (21103)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20414)

AOC II, Aldakawanaseta Universitas Dian Nuswantoro Semarang Kembali Menggelar Kejuaraan Orienteering

Tim SAR Berhasil Evakuasi Pendaki Tersesat di Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang

Empat Pendaki Tersesat di Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang Akibat Kabut Tebal

Hobby Mendaki Gunung, Mahasiswi Cantik Asal Jogja Siap Taaruf Mencari Calon Imam

DIKDASLU KE- IX, MAPALU UM Sukabumi Lahirkan Angkatan Mutiara Api

Carstensz Pyramid, Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days Sukses Gapai 7 Puncak Tertinggi Indonesia

Perlengkapan Wajib Tidak Dibawa, 2 Pendaki Gunung Panderman Tersesat

Gunung Agung Kembali Erupsi, Warga Senantiasa Waspada

ICC Gelar Indonesian Climber First Ascent Expedition Bumi Rafflesia, Bengkulu

Jalur Pendakian Gunung yang Resmi Ditutup, Update Januari 2018

Puncak Gunung Bukanlah Tujuan

Usus: Cara Pendaki Gunung Zaman Now Menanggapi Mitos

UPL MPA Universitas Jenderal Soedirman Bersiap Mendaki Gunung Aconcagua, Argentina