MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Kamis, 26 Oktober 2017 - 09:58:29 WIB

Rock Climbing TWKM XXIX Mapala Se-Indonesia di Tebing Jeger Mengusung Tema Berani Berkarakter

Kategori: Event Diposting oleh : Madapala UAD - Dibaca: 612 kali



Foto: Tim Kenal Medan Rock Climbing TWKM XXIX Saat di lokasi pemanjatan di Tebing Jeger, Desa Leuwikaret, Bogor, Jawa Barat.
 
Tebing Jeger - Bogor, MapalaPTM.com (25/10) - Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) adalah agenda tahunan bagi pecinta alam tingkat Perguruan Tinggi se-Indonesia yang beskala nasional. Temu Wicara (TW) adalah kegiatan yang membahas tentang organisasi, alam dan lingkungan. Sedangkan Kenal Medan (KM) adalah kegiatan yang fokus kepada kegiatan di medan atau pengenalan alam sekitar oleh panitia penyelenggara.
 
Bentuk kegiatan Kenal Medan seperti Pendakian Gunung (Mountaineering), Penelusuran Goa (Caving), Pemanjatan Tebing (Rock Climbing), Pengarungan Sungai (Rafting) , Pelestarian Lingkungan dan sebagainya.
 
Kegiatan tahunan TWKM XXIX tahun 2017 diadakan di MARPALA UBK (Marhaen Pecinta Alam Universitas Bung Karno) sebagai tuan rumah. Kenal Medan Rock Climbing (RC) dilaksanakan pada tanggal 23 sampai 27 Oktober 2017. Ada 33 peserta dari Mapala se-Indonesia yang megikuti kegiatan Kenal Medan RC.
 
Foto: Para peserta kenal medan TWKM XXIX Mapala Se-Indonesia sedang melakukan pemanjatan di Tebing Jeger, Bogor
 
TWKM XXIX tahun 2017 Mapala Se-Indonesia, Senin (23/10) tim Kenal Medan Rock Climbing berangkat menuju lokasi yang berada di Tebing Jeger desa Leuwikaret, Bogor, Jawa Barat. Pemberangkatan tim Kenal Medan RC dari Graha Insan Cita Depok menuju ke lokasi pada pukul 14.00 WIB dan sampai di lokasi pada pukul 16.15 WIB.
 
Mapala-mapala yang ikut dapat kegiatan ini antara lain MPA Satya Wanamandala, Mapala Pagaruyung, Mapala Mahupa Untar, UPL MPA Unsud, Mapala UIR, Pandayana, Mahesapala, Kopassas, MPL USM, Mapelba, Calandra, Palaspa, KMPA Faktapala, Mapala IAIN Kerinci, Gamapala, Gemarawana, Kamapala, Palwa, Arga Dahana, Mapakti Tegal, Mapala Petang, Mapala Tursina, MPL UIN Raden Fatah PLG, Bropela, Kamanta, Aldakawanaseta, dan Mapala Unpatti.
 
Rock Climbing atau panjat tebing merupakan olah raga alam bebas yang dilakukan di bebatuan tebing yang memiliki sudut kemiringan lebih dari 45 derajat dan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu. Peralatan dalam panjat tebing diantaranya yaitu helm, tali karmantel, sepatu panjat, harnes, sling, karabiner, dan lain sebagainya.
 
Selain tema utama TWKM XXIX, Tim Kenal Medan Rock Climbing juga mengangkat tema yaitu “BERANI BERKARAKTER”. Untuk mendukung kegiatan ini maka ada berbagai materi yang disampaikan oleh panitia penyelenggara dalam Kenal Medan RC diantaranya adalah sport climbing, artificial climbing, rescue self, pengaplikasian dokumentasi vertikal di tebing dan pembuatan jalur baru yang selanjutnya akan dinamakan dengan Jalur TWKM XXIX.
 
Foto: Peserta kenal medan Rock Climbing TWKM XXIX Mapala Se-Indonesia saat sedang lakukan pemanjatan di Tebing Jeger, Bogor
 
Sport Climbing adalah pemanjatan yang lebih menekankan pada faktor olahraga. Pemanjatan dipandang sebagai  olah raga seperti lainnya yang bertujuan untuk menjaga kesehatan. Pada sport climbing rute yang dipanjat pada umumnya telah dipasang hanger pada ketinggian tertentu.
 
Arttificial Climbing adalah pemanjatan yang sepenuhnya didukung oleh alat. Peralatan digunakan sebagai pengaman dan sebagai tumpuan untuk menambah ketinggian dalam melakukan pemanjatan. Pemanjatan yang aman tidak disebabkan oleh peralatan yang  modern tetapi karena penggunaan teknik yang baik.
 
Rescue Self  adalah usaha pertolongan yang mungkin dan bisa dilakukan oleh anggota tim sendiri. Satu hal yang harus diingat dalam  melakukan pertolongan adalah prinsip keamanan (safety procedure) baik untuk rescuer ataupun korbannya.
 
Selain dari itu, Lokasi pemanjatan untuk kenal medan Rock Climbing dalam pagelaran acara TWKM XXIX Mapala Se-Indonesia di Jakarta ini, para peserta diberikan tiga jalur untuk dapat dilalui yaitu satu jalur untuk artificial climbing dan dua jalur untuk sport climbing.
 
Foto: Para peserta kenal medan Rock Climbing TWKM XXIX Mapala Se-Indonesia di Tebing Jeger, Bogor
 
Diketahui melalui narasumber yang merupakan koordinator tim Kenal Medan Rock Climbing, Ajka dari Marpala Universitas Bung Karno mengatakan bahwa kegiatan yang sudah berjalan selama tiga hari, berjalan dengan baik sesuai rundown acara. Para peserta juga dikabarkan dalam keadaan yang aman dan tidak ada yang mengalami cidera.
 
Hasil yang diharapkan kepada peserta setelah mengikuti kegiatan Kenal Medan RC diungkapkan oleh Ajka adalah “Peserta yang dari berbagai kota dapat mengeksplorasi dan memperkenalkan spot-spot tebing di wilayah mereka masing-masing dan menjaga tebing tersebut”.
 
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Wulan Purnama (Salee) - MADAPALA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


MAPASURI Unmuh Purworejo Mulai Perekrutan Calon Anggota Baru Angkatan ke- XIX
Salah Satu Gunung Tertinggi, Puncaknya Masih Misterius oleh Para Pendaki Dunia Untuk Menggapainya
Forum Temu Wicara TWKM XXIX Mapala Se-Indonesia, Samuel Mapalindup Riau Terpilih Jadi Ketua Sidang
14 Jasad Pendaki Sudah ditemukan, 3 Lagi Masih Hilang Akibat Longsoran Salju di Gunung Otgontenger
TWKM XXIX Mapala Se-Indonesia, Tim Arung Jeram Mulai Lakukan Pengarungan Sungai Cianten di Bogor



IP Anda Adalah: 54.224.102.26

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2803063)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46219)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (40832)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32866)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30045)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29521)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29071)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (28744)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24846)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23650)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22909)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20502)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20059)

Jelang Milad ke-X, Mapalamu Luwuk Banggai Sulawesi Tengah Gelar Berbagai Kegiatan

Kerinci, Atap Sumatera Mempesona Berhasil Digapai Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days

Manfaatkan momen Car Free Day, MAPALA UMRI lakukan kegiatan ini

Anggota UPL MPA Unsoed Purwokerto Buka Jalur Pendakian di Gunung Slamet via Penakir

Keluarga Besar Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia Ucapkan Selamat Milad Kepada Muhammadiyah Ke-105

Jenasah Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Membusuk, Diperkirakan Meninggal Lebih dari Sebulan

Yogyakarta Siap Gelar Kejurnas Panjat Tebing XVI Untuk Jaring Atlet Potensial

GEMAPALA WIGWAM FH UNSRI sukses adakan kegiatan MUSI RIVER CAMP

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Sejuta Bunga, Mapala "SULFUR" UNTIDAR Magelang

II-Outfest, Pameran Aktivitas Outdoor Terbesar akan Meriahkan Pertama Kalinya di Kota Makassar

Kongres IV Pecinta Alam Bandung Raya Rekomendasikan Forum Nasional Pecinta Alam Indonesia

Membentuk Karakter Pemuda Lewat Pendidikan Dasar KPA Summit Adventure

Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days Menggapai Puncak Rantemario, Latimojong