MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Kamis, 26 Oktober 2017 - 12:13:44 WIB

Kawasan Karst Klapanunggal Jadi Lokasi Kenal Medan Caving TWKM ke XXIX Mapala Se-Indonesia

Kategori: Caving Diposting oleh : Mapasuri - Dibaca: 587 kali



Foto: Saat Instruktur memberikan arahan kepada para peserta kenal medan penelusuran goa TWKM  XXIX di Klapanunggal, Bogor.

Bogor, MapalaPTM.com (26/10) - Goa Keraton dan Goa Cikarai yang berada di Kawasan Karst Klapanunggal tepatnya di Desa Leuwikatet, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor ini merupakan lokasi yang dipilih untuk kegiatan Kenal Medan caving/ penelusuran goa pada TWKM ke XXIX tahun 2017.

Kawasan karst Klapanunggal memiliki goa berjumlah tidak kurang dari 50 goa, yang rata- rata memiliki jalur vertikal. Kawasan goa yang berdampingan dengan industri semen lokal ini juga sudah mulai dikembangkan menjadi obyek wisata baru Di Kabupaten Bogor. Beberapa goa juga dimanfaatkan airnya oleh warga untuk kebutuhan sehari- hari.
 
"Kegiatan kenal medan penelusuran goa kali ini akan dilaksanakan selama 4 hari. Untuk instruktur kami bekerjasama dengan HIKESPI sebagai instruktur yang di koordinatori oleh Adi, selain jadi instruktur juga jadi pemateri, untuk asisstant instruktur dari panitia dan juga kita bekerjasama dengan latgab Caving JABODETABEK", ujar M. Abdul Baits ( Dabuy) dari KPA Arkadia selaku koordinator kenal medan Caving.
 
HIKESPI ( Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia) yang didirikan oleh dr. Robby pada tanggal 23 Mei 1983 merupakan organisasi yang mewadahi semua kegiatan speleologi di Indonesia.
 
"Materi yang akan diterapkan pada peserta kenal medan caving  sesuai dengan kurikulum HIKESPI diantaranya speleology, rigging, SRT (Single Rope Technik) frog system, beberapa teknik self rescue, mapping dan nantinya setiap selesai materi akan dilakukan tes materi pada peserta", ujar Muhammad Erwin dari MARPALA UBK.
 
Foto: Saat Simulasi Tim Caving Kenal Medan TWKM ke 29 Mapala Se-Indonesia di daerah Klapanunggal, Bogor
 
Selasa (24/10), Dengan jumlah 42 peserta yang dikoordinatori oleh M. Abdul Baits ( Dabuy ) dari KPA Arkadia UIN Jakarta, team Kenal Medan yang berlokasi basecamp di lapangan SMP Asyifah Desa Leuwikatet memulai kegiatan hari pertama pukul 08.00 WIB dengan agenda materi intoduksi, bahaya- bahaya penelusuran goa, pengenalan alat, pengenalan rigging dan simpul dan simulasi srt (single rope technik) frog system sampai dengan pukul 22.00 WIB.
 
Hidrologi dikategorikan secara khusus mempelajari  kejadian air di daratan/bumi, deskripsi pengaruh sifat daratan  terhadap air, pengaruh fisik air terhadap daratan dan mempelajari hubungan air dengan kehidupan. Pada sisi yang lain, karst dikenal sebagai suatu kawasan yang unik dan dicirikan oleh topografi eksokarst seperti lembah karst, doline, uvala, polje, karren, kerucut karst dan berkembangnya sistem drainase bawah permukaan yang jauh lebih dominan dibandingkan dengan sistem aliran permukaannya.
 
Terdapat tiga komponen utama pada sistem hidrologi karst, yaitu : akuifer, sistem hidrologi permukaan, dan sistem hidrologi bawah permukaan. Di karst, cekungan bawah permukaan dapat diidentifikasi dengan mencari hubungan antara sungai yang tertelan (swallow holes) dan mata air. Cekungan bawah permukaan ini dapat berkorelasi dengan cekungan aliran permukaan (DAS) jika jalur-jalur lorong solusional  pada bawah permukaan utamanya bersumber pada sungai permukaan yang masuk melalui ponor. Tapi, secara umum batas antara DAS permukaan dan bawah permukaan adalah tidak sama. Sistem bawah permukaan, terutama yang memiliki kemiringan muka airtanah yang rendah dapat mempunyai banyak jalur dan outlet (mataair). Selanjutnya, karena terus berkembangnya proses pelarutan, muka airtanah, mataair dan jalur sungai bawah tanah di akuifer karst juga dapat berubah-ubah menurut waktu.
 
Dalam kegiatan speleologi dan penelusuran Goa, bahaya dari faktor lingkungan dapat diminimalkan bahkan dihilangkan bila kualitas sumber daya manusia (SDM) / pelaku kegiatan di optimalkan, serta konsekuen terhadap etika, moral dan kewajiban penelusuran Goa, dan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa perlu menganalisa lingkungan tempat kita berkegiatan baik cuaca, tingkat kerapuhan dan biota yang mungkin dapat menggaggu dan membahayakan, serta dampak yang mungkin timbul akibat kegiatan.
 
Bahaya- bahaya penelusuran goa ini diklasifikasikan menjadi dua yaitu :
  1. Anthroposentrisme adalah bahaya yang dapat menimpa manusia sebagai pelaku kegiatan penelusuran gua, terbagi lagi menjadi bahaya yang disebabkan oleh manusia itu sendiri dan bahaya yang disebabkan oleh gua sebagai media kegiatan penelusuran diantaranya faktor manusia itu sendiri (ceroboh,sembrono, tersesat, tenggelam, slaah dalam pembagian tim penelusuran, dll), faktor peralatan (berkurangnya kualitas peralatan,penggunaan tidak semestinya, beban berlebihan, penyusunan tidak terkontrol) dan faktor gua dan alam (banjir, runtuh, gas berbahaya, penyakit akibat virus, binatang berbahaya).
  2. Speleosentrisme adalah bahaya yang dapat menimpa gua akibat dipergunakan sebagai media kegiatan penelusuran gua. 

 

Antisipasi untuk masing - masing klasifikasi bahaya berbeda - beda, tetapi pada dasarnya adalah bagaimana kegiatan penelusuran gua ini dapat dilakukan tanpa menimbulkan bahaya bagi pelaku maupun bagi guanya, sehingga hasil dari kegiatan penelusuran gua ini bermanfaat bagi penelusur gua maupun bagi masyarakat sekitar gua. Satu - satunya jalan untuk lepas dari bahaya Anthroposentrisme adalah dengan konsekuennya pelaku kegiatan terhadap Etika, Moral dan Kewajiban Penelusur Gua, serta selalu meningkatkan kualitas pengetahuan kita terhadap pengetahuan pendukung speleologi. 

Sedangkan antisipasi bagi gua - gua yang memiliki nilai ilmiah tinggi adalah dengan :
  1. Memberlakukan prosedur perijinan yang ketat.
  2. Menciptakan SDM yang standar untuk mengawasi dan mengontrol gua - gua yang sering dikunjungi.
  3. Memberdayakan dan pelibatan masyarakat setempat untuk menjaga gua - gua di lokasi mereka.
  4. Menjaga kepercayaan masyarakat dan meng-angkerkan gua tertentu demi tujuan konservasi.
  5. Mengangkat jurukunci khusus untuk menjaga gua tertentu.

 

Foto: Lokasi Basecamp Tim Caving TWKM XXIX Mapala Se-Indonesia di daerah Klapanunggal, Bogor.

Single Rope Technique (SRT) adalah teknik yang dipergunakan untuk untuk menelusuri gua-gua vertikal dengan menggunakan satu tali sebagai lintasan untuk naik dan turun medan-medan vertikal. Berbagai sistem telah berkembang sesuai dengan kondisi medan di tempat lahirnya masing-masing metode. Namun yang dipergunakan untuk kenal medan caving ini adalah Frog Rig System. Sistem frog rig system menggunakan beberapa alat yaitu seat harness, chest ascender, hand ascender, ascender, mailon rapid, foot loop, cows tail, chest harness.
 
Teknik-teknik yang harus dipelajari untuk SRT adalah ascending dan descending dengan penguasaan melewati jenis-jenis lintasan dan medan.
  • Melewati intermediate anchor
  • Melewati deviation anchor
  • Melewati sambungan tali
  • Melewati lintasan tyrolean, menggunakan satu tali dan dua tali.
  • Meniti tali dengan medan slope (miring).
 
Rigging (Teknik Pemasangan Lintasan), salah satu bentuk kegiatan dalam speleologi adalah caving. Berdasarkan bentuk guanya maka ada dua jenis penelusuran gua yaitu penelusuran gua vertical penelusuran gua horizontal. Teknik pemasangan lintasan tali untuk gua-gua vertikal dengan syarat-syarat tertentu.
 
Syarat-syarat rigging yang baik :
  1. Aman dilewati oleh semua anggota tim
  2. Tidak merusak peralatan
  3. Dapat dilewati oleh semua anggota tim
 
Dalam memasang sebuah lintasan kita terlebih dahulu harus memilih point tambatan. Point atau obyek yang akan di jadikan tambatan di sebut anchor. Berdasarkan jenisnya, anchor di bagi menjadi anchor alami (natural anchor) dan anchor buatan. Contoh-contoh anchor alami/natural anchor yakni pohon, Lubang tembus, rekahan, Chock stone (batu yang terjepit pada sebuah celah schin, berfungsi sebagai pengaman sisip sehingga sering di sebut natural chock), stalaktit dan stalakmit (untuk jenis ini hanya di pakai sebagai anchor deviasi karena tidak boleh mendapat beban yang besar).
 
Berdasarkan posisi dan urutan mendapatkan beban, maka anchor di bedakan menjadi:
  1. Main anchor (anchor utama), yaitu anchor yang secara langsung mendapatkan beban saat lintasan di gunakan.
  2. Back up anchor, berfungsi sebagai anchor cadangan bagi main anchor jika main anchor terlepas atau jebol.
 
Hera Amalia dari DIMPA atau Divisi Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Malang yang merupakan salah satu peserta kenal medan caving menuturkan, " Tujuan saya ikut Kenal Medan Caving kali ini untuk lebih tau tentang caving, apakah ada yang beda atau hal baru lagi dalam ilmu caving selain yang saya dapat dan pelajari di organisasi saya di DIMPA. Disini saya bisa menambah pengetahuan tentang mapping karena saya belum begitu belajar banyak tentang mapping sendiri".
 
" Untuk hari ke 2, Rabu 25 Oktober 2017, peserta kenal medan di fokuskan untuk simulasinya sebelum nantinya peserta aplikasi di goa langsung, yaitu simulasi SRT (single rope technik) frog system, simulasi SRT (single rope technik) menggunakan fariasi lintasan dan simulasi self rescue oleh instruktur dari HIKESPI yakni Ucup, Kribo,Wawan dan Likas", ujar M. Abdul Baits ( Dabuy) dari KPA Arkadia selaku koordinator kenal medan Caving. 
 
Self rescue adalah usaha pertolongan yang mungkin dan bisa dilakukan oleh anggota tim itu sendiri ketika ada anggota tim yang lain mengalami kecelakaan. Usaha ini bisa dilakukan dengan pertimbangan :
  1. Kondisi korban tidak memerlukan perlakuan khusus, sehingga mungkin bisa dilakukan evakuasi misalnya : gangguan umum telah dilakukan stabilisasi, perlukaan dan perdarahan kecil, patah tulang dan dislokasi kecil yang tidak menggangu pergerakan, kecelakaan ditengah lintasan (trouble ditengah lintasan).
  2. Sumber bahaya masih ada dan memungkinkan terjadinya kecelakaan susulan (rock fall, banjir, gas dll) 
  3. Peralatan yang ada bisa dan layak untuk melakukan evakuasi. 
  4. Tim mempunyai bekal yang cukup untuk melakukan evakuasi. 
 
Apapun system rescue yang digunakan, ada satu hal yang harus diingat, adalah prinsip keamanan (safety procedure), baik untuk rescuer maupun untuk korban (safety procedure), kasus utamanya adalah prinsip perpindahan beban. Teknik-teknik dalam self rescue antara lain adalah man to man system (basic system), hauling system, counter calance systeme, dan lain- lain.
 
Peserta kenal medan Caving sangat bersemangat dalam mengikuti materi maupun simulasi bersama kawan- kawan baru dari organisasi pecinta alam berbagai wilayah di Indonesia dan berharap mendapatkan ilmu yang nantinya dapat diterapkan di organisasinya masing- masing. Untuk agenda hari selanjtnya peserta kenal medan Caving akan aplikasi ke goa Keraton dan goa Cikarai. 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Nove Nobita - MAPASURI, Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Narasumber:
M. Abdul Baits ( Dabuy ) - KPA ARKADIA, UIN Jakarta (Koord KM Caving),
Muhammad Erwin - MARPALA, UBK,
Hera Amalia - DIMPA, UM Malang (Peserta KM Caving).

-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Mapasuri, Mapala Surya Rimba Purworejo Menemukan Goa-Goa Baru yang belum Terjamah Manusia
Pendakian Antar Propinsi Sumsel dan Bengkulu, 12 Hari Membelah Hutan Hujan Sumatera di Gunung Patah
Menuju Milad ke 21, Mapala Hiawata FT UMP Gelar Screening Documenter Pendakian Gunung Patah
Kaderisasi Anggota Muda Melalui Ekspedisi Citra Bestari, Enam Gua di Kawasan Karst Krui Terpetakan
Mapala UI Temukan Puluhan Gua Baru di Pedalaman Pulau Seram Taman Nasional Manusela, Maluku Tengah



IP Anda Adalah: 54.224.102.26

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2803064)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46219)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (40833)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32866)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30045)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29521)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29071)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (28744)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24846)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23650)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22909)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20502)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20059)

Jelang Milad ke-X, Mapalamu Luwuk Banggai Sulawesi Tengah Gelar Berbagai Kegiatan

Kerinci, Atap Sumatera Mempesona Berhasil Digapai Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days

Manfaatkan momen Car Free Day, MAPALA UMRI lakukan kegiatan ini

Anggota UPL MPA Unsoed Purwokerto Buka Jalur Pendakian di Gunung Slamet via Penakir

Keluarga Besar Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia Ucapkan Selamat Milad Kepada Muhammadiyah Ke-105

Jenasah Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Membusuk, Diperkirakan Meninggal Lebih dari Sebulan

Yogyakarta Siap Gelar Kejurnas Panjat Tebing XVI Untuk Jaring Atlet Potensial

GEMAPALA WIGWAM FH UNSRI sukses adakan kegiatan MUSI RIVER CAMP

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Sejuta Bunga, Mapala "SULFUR" UNTIDAR Magelang

II-Outfest, Pameran Aktivitas Outdoor Terbesar akan Meriahkan Pertama Kalinya di Kota Makassar

Kongres IV Pecinta Alam Bandung Raya Rekomendasikan Forum Nasional Pecinta Alam Indonesia

Membentuk Karakter Pemuda Lewat Pendidikan Dasar KPA Summit Adventure

Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days Menggapai Puncak Rantemario, Latimojong