MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Kamis, 26 Oktober 2017 - 17:12:00 WIB

3 dari 17 Jasad Pendaki yang Tertimpa Longsoran Salju di Gunung Otgontenger Berhasil Ditemukan

Kategori: Internasional Diposting oleh : Kartika - Dibaca: 665 kali



Mongolia, MapalaPTM.com (26/10) - Tiga Jenasah dari 17 pendaki gunung yang dilaporkan masih hilang akibat tertimpa bencana longsoran salju, setelah mereka sukses mendaki ke puncak Gunung Otgontenger di Mongolia meskipun ada larangan. Akhirnya telah berhasil ditemukan oleh para Tim Search and Rescue Mongolia.
 
Wakil Kepala Badan Manajemen Darurat Nasional (NEMA) Mongolia, Brigadir Jenderal Gombojav Ariunbuyan, mengatakan pada sebuah konferensi pers bahwa para pendaki jatuh dari tebing.
 
Ke-17 orang Mongolia, termasuk tujuh wanita, berada di antara sekelompok 27 pendaki yang berhasil mencapai puncak Gunung Otgontenger, puncak tertinggi Pegunungan Khangai di Mongolia dengan 4.021 meter di atas permukaan laut. Tapi mereka mengalami longsoran salju saat mereka turun dan dilaporkan hilang pada hari Minggu.
 
Pendaki-pendaki yang tertimpa longsoran tersebut ditemukan di ketinggian 3.200-3.450 mdpl di atas gunung, kata pejabat NEMA yang dirilis dalam laman Xinhua.
 
Sebuah tim penyelamat dari NEMA mencari pendaki gunung yang hilang dari tanggal 23 sampai 25 Oktober, Mereka menemukan 10 jenasah yang pertama pada hari Senin (23/10). Empat lagi ditemukan pada hari Selasa (24/10) dan tiga terakhir ditemukan pada hari Rabu kemarin (25/10).
 
Operasi pencarian dan penyelamatan yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Ulziisaikhan Enkhtuvshin melibatkan lebih dari 200 orang dan dua helikopter.
 
Sejak 2015, pihak berwenang telah melarang pendakian Gunung Otgontenger untuk perlindungan lingkungan.
 
Para pendaki-pendaki telah menaiki gunung tersebut, meskipun telah  ada larangan dan mengabaikan sebuah panggilan darurat oleh inspektur untuk perlindungan lingkungan di Provinsi Zavkhan, untuk menangguhkan pendakian mereka menuju puncak gunung ogontenger.
 
Sebelumnya 14 orang pendaki gunung yang kehilangan nyawa mereka di Gunung Otgontenger telah ditemukan dan dibawa ke ibu kota mongolia sekitar jam 9 malam pada hari selasa (24/10). Jenasah-jenasah tersebut dikirim ke Institut Nasional Ilmu Forensik untuk diidentifikasi oleh para anggota keluarga.
 
Pada hari rabu (25/10) Badan Pengelola Keadaan Darurat Nasional (NEMA) melanjutkan operasi pencariannya ke tiga pendaki gunung yang masih terkubur oleh longsoran salju ketika mereka hendak menuruni gunung otgontenger.
 
Setelah 17 pendaki gunung yang dilaporkan hilang akibat bencana longsoran salju di Gunung Otgontenger sejak 21 Oktober, NEMA menerima laporan tersebut pada sore harinya tanggal 22 Oktober oleh salah satu dari sepuluh pendaki gunung yang selamat dari bencana longsoran salju tersebut.
 
Basis operasi pencarian tiga pendaki yang masih hilang itu diarahkan di ketinggian 2.811 mdpl di gunung setinggi 4.008 mdpl tersebut dan sekitar 170 orang terlibat dalam operasi pada hari kedua.
 
Petugas darurat menggali salju-salju yang diperkirakan menimpa ketiga pendaki itu dengan menggunakan sebuah snowdrift, yang kedalamannya 3-5 meter di beberapa titik, di area seluas sekitar 160.000 meter persegi.
 
Menurut U.Enkhtuvshin, Wakil Perdana Menteri dan Kepala Komisi Darurat Negara Bagian, Longsoran salju itu sepanjang 700 meter dan 150 meter meluncur deras dari atas gunung dan menimpa para pendaki.
 
"Para pendaki gunung dibagi menjadi tiga kelompok untuk turun, dan kelompok terakhir yaitu sepuluh pendaki gunung yang masih bertahan," kata U.Enkhtuvshin.
 
Menurut Lembaga Penanganan Keadaan Darurat Nasional Mongolia (NEMA), sebuah tim yang terdiri dari 27 pendaki berusia antara 30 dan 50 tahun, mengabaikan larangan tersebut dan terkena longsoran salju saat turun dari puncak gunung pada hari Minggu, 22 Oktober 2017.
 
Tim penyelamat setempat langsung segera melakukan operasi pencarian pada Ahad lalu. Sementara itu, Lembaga Penanganan Keadaan Darurat Nasional Mongolia (NEMA) juga mengadakan pertemuan darurat untuk mempertimbangkan pengiriman satu tim bantuan setelah menerima informasi pada pukul 14.30 waktu setempat (13.30 WIB) dari salah satu pendaki gunung yang turun.
 
Menteri Lingkungan Hidup dan Pariwisata Mongolia Namsrai Tsenrenbat menekankan dalam pertemuan darurat itu bahwa pendakian Gunung Otgontenger dilarang sejak 2015.
 
Perdana Menteri Mongolia Ulzzisaikhan Enkhtuvshin, yang juga adalah Kepala Komisi Negara bagi Keadaan Darurat, menginstruksikan Mayor Jenderal T.Badral, pemimpin NEMA, untuk meningkatkan pencarian.
 
Otgontenger adalah puncak tertinggi di Pegunungan Khangai di Mongolia, keajaiban alam yang diawetkan, tempat ziarah, dan salah satu gunung paling suci di Mongolia.
 
Puncaknya saat ini dihitung mencapai ketinggian 4.008 mdpl (13.150 kaki). Gunung ini terletak di Provinsi Zavkhan dan merupakan satu-satunya puncak di wilayah Khangai yang ditutup dengan gletser permanen. Dari sisi selatan Gunung Otgontenger adalah tebing granit yang paling luas di Mongolia.
 
Sejak diperkenalkannya Buddhisme, kepercayaan tradisional Mongolia telah menyatakan bahwa dewa-dewa murka menghuni banyak pegunungan suci Mongolia. Ochirvaani terutama berhubungan dengan Otgontenger.
 
 
 
 
 
 
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Salah Satu Gunung Tertinggi, Puncaknya Masih Misterius oleh Para Pendaki Dunia Untuk Menggapainya
14 Jasad Pendaki Sudah ditemukan, 3 Lagi Masih Hilang Akibat Longsoran Salju di Gunung Otgontenger
Gunung tertinggi di Mongolia, 10 Pendaki Tewas dan 7 Lainnya Masih Hilang Akibat Longsoran Salju
Betho Beanal dari Mapala Equil, Orang Amungme Pertama Menggapai Puncak Carstensz Pyramid
7 Summit Indonesia in 100 Days, Tiga Pendaki Siap Memulai Pendakian Gunung Binaiya di Maluku



IP Anda Adalah: 54.80.68.137

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2860935)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47133)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (44323)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33823)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (32379)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30945)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30293)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30274)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25845)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25771)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24449)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22335)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20915)

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia

Tim Putri Indonesia asal Mahitala Unpar Bandung Menunggu Waktu Menuju Puncak Everest

Para Pendaki Gunung Alpen Swiss Meninggal Dunia Akibat Terjebak Cuaca Buruk

Mapala Satria UMP Siap Gelar Talk Show Dampak Mega Proyek PLTPB Terhadap Hutan Lindung Gunung Slamet

Pemutaran Film dan Diskusi Asimteris Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi Se-Dunia

End Plastic Pollution, Tema Peringatan Hari Bumi Se-Dunia

Pecinta Alam Sebagai Ekskul Pembentukan Karakter, Anies Dukung Eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani