MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Senin, 13 November 2017 - 19:55:44 WIB

Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days Menggapai Puncak Rantemario, Latimojong

Kategori: Adventure Diposting oleh : Nove Nobita - Dibaca: 1120 kali



Foto: 3 Pendaki Gapai Puncak Rantemario - Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan
 
Sulawesi Selatan, MapalaPTM.com (13/11) - Momen Hari Pahlawan 10 November 2017 dijadikan penyemangat lebih oleh Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days.
 
Puncak Rantemario Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan dengan ketinggian 3.478 mdpl adalah puncak ketiga yang berhasil ditapaki Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days setelah Puncak Bukit Raya dan Binaiya.
 
Diketahui sebelumnya bahwa Cartensz Pyramid adalah puncak ke tiga yang akan didaki oleh tim dalam rangkaian ekspedisi, namun hal tersebut harus dirubah karena faktor keamanan di wilayah Papua yang sedang kurang kondusif. Terjadinya kekacauan di Wilayah Tembagapura yang belum kondusif akibat aksi Kriminal Bersenjata dan  terkait ancaman dan gangguan nyata dari Kelompok Kriminal Bersenjata kepada Aparat dan masyarakat sipil (WNI dan WNA).
 
Berdasarkan surat himbauan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Polda Papua, Resor Timika tanggal 5 November 2017 menyampaikan kepada seluruh operator perjalanan wisata dan penyedia transportasi udara  yang berada di Bandara Moses Kilangin, untuk sementara tidak melakukan aktivitas perjalanan wisata dari Bandara Moses Kilangin Timika Ke Wilayah Sugapa,  Ilaga dan Base Camp Cartenz Pyramide, hingga situasi dinyatakan kondusif oleh otoritas Keamanan di Kab. Timika, untuk menghindari adanya ancaman dan gangguan langsung dari Kelompok Kriminal Bersenjata yang ditujukan kepada Para pendaki baik dari WNI maupun WNA.
 
Sebab itulah tim memutuskan untuk melanjutkan pendakian di Indonesia bagian tengah yaitu di puncak Rantemario, pegunungan Latimojong, Sulawesi Selatan untuk pencapaian selanjutnya. 
 
Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days yang terdiri dari Anton Apriyantono, Tri Hardiyanto dan Mila Ayu Hariyanti menapaki Puncak Rantemario Gunung Latimojong pada 10 November 2017 pukul 06.45 WITA. Celebes atau Sulawesi merupakan salah satu pulau besar di Indonesia, dengan letak geografis berupa bentangan pegunungan dan pesisir menjadi daya tarik tersendiri dari pulau ini. Titik tertinggi pulau Sulawesi berada dalam pegunungan Latimojong, dengan puncak tertinggi Rantemario yang berada pada ketinggian 3.478 mdpl.
 
Mila Ayu Haryanti saat di Puncak Rantemario
 
Foto: Salah seorang 3 pendaki 7 Summits in 100 Days, Mila Ayu Haryanti menjejakkan kakinya di Puncak Rantemario- Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan
 
Anton Apriyantono selaku Ketua Tim Ekspedisi mengatakan, "Setiap gunung memiliki tingkat kemudahan dan kesulitannya masing masing. Untuk mencapai puncak Rantemario gunung Latimojong dari sisi jarak relatif tidak jauh karena berjalan dari ketinggian sekitar 1400 mdpl yaitu dari desa Karangan sampai mencapai 3478 mdpl. Untuk mencapai puncak Rantemario sampai kembali ke desa Karangan hanya membutuhkan waktu dua hari satu malam. Kesulitannya, hampir semua trek pendakian jalannya menanjak terus, bahkan menanjak tajam dari pos 2 ke pos 3, pos 5 ke pos 6 dan pos 6 ke pos 7".
 
"Disini kami disuguhi pemandangan pegunungan Latimojong yang indah. Sepanjang jalan dari desa Karangan menuju Baraka juga indah, daerah pegunungan dengan pertaniannya dan rumah rumah panggungnya, mengingatkan akan pemandangan serupa di Swiss, hanya bedanya di Swiss segala sesuatunya sudah teratur, rapih dan bersih. Andai disini bisa ditata rapih, teratur dan bersih tentu tidak kalah dengan Swiss. Minimal jika saja jalannya bagus tentunya turis akan banyak datang ke daerah ini, sayangnya jalannya masih banyak yang rusak, bahkan jalan tanah yang hanya bisa dilewati dengan baik jika menggunakan mobil dobel gardan", tandasnya lagi.
 
Akses menuju gunung ini dapat melalui Desa Baraka sebagai awalan dan dilanjut dengan kendaraan yang menunjang menuju desa Karangan sebagai start awal pendakian. Desa Karangan sendiri berada pada ketinggian 1.400 mdpl, para pendaki yang hendak melakukan pendakian cukup mengisi daftar pendaki dan biaya registrasi pada pos yang berada di desa Karangan.
 
Jalur pendakian menuju puncak Rantemario akan diawali dengan bentangan perkebunan kopi milik penduduk sekitar, memang tidak dapat kita sangkal akan kelebihan dari kopi di tanah sulawesi ini. memasuki pos 2 kita akan mulai melewati rimbunnya hutan, hingga melewati aliran sungai yang sangat jernih. 
 
Dari pos 2 menuju pos-pos selanjutnya trek pendakian sudah mulai terjal dan dibutuhkan kehati-hatian karena banyaknya akar dan licinnya batu yang kita pijak. Sampai menjelang puncak terdapat 7 pos, untuk sumber air di jalur ini sangat mencukupi. Selepas pos 7 menuju puncak, jalur dan trek  mulai terbuka dengan tumbuhan khas gunung Latimojong dan jika beruntung kita akan mendapati atau berjumpa dengan hewan anoa.
 
"Gunung ini memiliki karakteristik jalur yang khas, dimana akar-akar pohon menjadi penghias di trek pendakian. Rute dari trek pendakian menuju puncak Rantemario tidak terlalu panjang namun ada beberapa jalur yang terjal", ungkap Tri Hardiyanto pendaki Tim 7 Summits.
 
" Untuk sumber air di gunung ini mencukupi, namun yang khas adalah suhu udara yang cukup dingin mulai dari basecamp desa Karangan", ujarnya lagi.
 
 
Foto: Salah seorang 3 pendaki 7 Summits in 100 Days, Tri Hardiyanto menjejakkan kakinya di Puncak Rantemario- Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan
 
Di puncak Rantemario tim 7 Summits Indonesia in 100 Days juga memperingati hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Jiwa semangat para pahlawanlah yang diambil oleh tim untuk terus mensukseskan target menggapai 7 puncak tertinggi di Indonesia.
 
Mila Ayu Haryanti yang merupakan pendaki wanita satu- satunya dalam Tim 7 Summits megungkapkan, "Pegunungan ini treknya banyak di dominasi akar2 sama seperti trek di Bukit Raya, hanya sedikit lebih terjal. Lama perjalanannya sama seperti trek gunung Gede via Cibodas, ika dibandingkan dengan 2 gunung sebelumnya yg memakan waktu hingga 6 hari. Pegunungan ini dapat ditempuh dalam waktu relatif singkat yaitu 2 hari 1 malam".
 
Selepas kembali dari Rantemario pada tanggal 13 November 2017 ini, tim beristirahat selama 2 hari untuk kembali bersiap menuju tanah Sumatera menggapai puncak selanjutnya yakni Gunung Kerinci, Sumatera Barat.
 
 
" Pendaki berpengalaman tidak terintimidasi oleh gunung, namun terinspirasi".

" Belajar tentang alam, mencintai alam dan tetap dekat dengan alam. Hal itu tak akan membuat kamu gagal".

 
 
 
Kontributor: Nove Nobita - Mapasuri Universitas Muhammadiyah Purworejo, Jawa Tengah
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Type-Type Pendaki Gunung yang Mudah Kalian Temukan dalam Setiap Pendakian
Kebut Gunung Mapena UMJ
41 Tahun Gemapala WIGWAM FH Unsri mengadakan Musi River Camp Tingkat Nasional (R4)
Tim Putri Indonesia KMPA Eka Citra UNJ Bersiap Memulai Pendakian Menuju Dhampus Peak di Nepal
Ekspedisi Menggapai Puncak Dhampus Dhaulagiri, 2 Putri Indonesia Mulai Berangkat Menuju Nepal



IP Anda Adalah: 54.156.51.193

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2888934)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47529)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45470)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (34742)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34253)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31347)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30918)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30592)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (27253)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26410)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24796)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (23146)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21323)

Sinergitas Pecinta Alam untuk “LOMBOK BANGKIT MANDIRI”

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia