MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Selasa, 21 November 2017 - 09:02:57 WIB

MAPASURI Mengadakan Penanaman Mangrove Dalam Rangka Memperingati Milad Muhammadiyah ke- 105 M

Kategori: Konservasi Diposting oleh : Mapasuri - Dibaca: 828 kali



Purworejo, MapalaPTM.com (21/11) - Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-105 M, MAPASURI Universitas Muhammadiyah Purworejo mengadakan kegiatan penanaman mangrove di pantai Puncu Indah, Keburuhan bersama civitas akademik Universitas Muhammadiyah Purworejo.
 
Persyarikatan Muhammadiyah didirikan untuk mendukung usaha KH Ahmad Dahlan untuk memurnikan ajaran Islam yang menurut anggapannya, banyak dipengaruhi hal-hal mistik. Kegiatan ini pada awalnya juga memiliki basis dakwah untuk wanita dan kaum muda berupa pengajian Sidratul Muntaha. Selain itu peran dalam pendidikan diwujudkan dalam pendirian sekolah dasar dan sekolah lanjutan, yang dikenal sebagai Hogere School Moehammadijah dan selanjutnya berganti nama menjadi Kweek School Moehammadijah (sekarang dikenal dengan Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta khusus laki-laki, yang bertempat di Jalan S Parman no 68 Patangpuluhan kecamatan Wirobrajan dan Madrasah Mu'allimat Muhammadiyah Yogyakarta khusus Perempuan, di Suronatan Yogyakarta yang keduanya skarang menjadi Sekolah Kader Muhammadiyah yang bertempat di Yogyakarta dan dibawahi langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
 
Organisasi Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330 H). Tujuan utama Muhammadiyah adalah mengembalikan seluruh penyimpanganyang terjadi dalam proses dakwah. 
 
Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi.
Gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik. Menampilkan ajaran Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya.
 
Pada tanggal 18 November 2017 ini, Muhammadiyah genap berusia 105 tahun dalam hitungan kalender miladiyah atau masehi. Didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 di Kauman Yogyakarta, organisasi ini telah melahirkan ribuan amal usaha yang tersebar se-antero Nusantara. Bahkan, juga tersebar di luar negeri dengan pendirian berbagai Cabang Istimewa Muhammadiyah.
 
Penanaman mangrove dalam rangka memperingati milad Muhammadiyah ke 105 M ini mempunyai tujuan, selain dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-105 tahun 2017 juga  untuk empererat tali silaturahmi dan kebersamaan serta menyatukan pandangan mengenai sebuah organisasi, mengajak civitas akademik Universitas Muhammadiyah Purworejo ikut andil dalam upaya pelestarian alam melestarikan alam dengan melakukan penanaman mangrove serta menjalin kebersamaan antar UKM dan HIMA Universitas Muhammadiyah Purworejo.
 
 
 
 
Foto: Anggota MAPASURI menanam mangrove.
 
 
Melihat lingkungan di pantai Keburuhan yang disekelilingnya terdapat tambak udang yang lama- kelamaan akan terkena abrasi air laut dan mengakibatkan terkikisnya daerah bibir pantai. Di daerah penanaman ini merupakan daerah konservasi bakau MAPASURI yang dikelola kurang lebih dari 3 tahun yang lalu. 
 
Muhammad Aziz selaku Ketua Panitia kegiatan Penanaman mengatakan, " Untuk penanaman kali ini kita menanam mangrove sebanyak 300 bibit dan dalam kegiatan ini kita mengadakan ramah tamah bersama calon anggota MAPASURI, UKM dan HIMA Universitas Muhammadiyah Purworejo".
 
"Kita juga menjelaskan sedikit pengetahuan tentang mangrove itu sendiri kepada peserta, kenapa kita harus menanam mangrove, manfaat mangrove dan dampak positif dari mangrove untuk alam sendiri", ujarnya lagi
 
Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di air payau, dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun disekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
 
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya abrasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.
Indonesia sendiri memiliki sekitar 202 jenis tumbuhan mangrove, meliputi 89 jenis pohon, 44 jenis herba tanah, 44 jenis epifit, 19 jenis pemanjat, 5 jenis palma, dan 1 jenis paku.
 
Dari 202 jenis tersebut, 43 jenis (diantaranya 33 jenis pohon dan beberapa jenis perdu) ditemukan sebagai mangrove sejati (true mangrove). Sementara jenis lain, ditemukan di sekitar mangrove dan dikenal sebagai jenis mangrove ikutan (associate asociate).
Di seluruh dunia, berdasarkan penelitian Saenger, dkk (1983) ada sebanyak 60 jenis tumbuhan mangrove sejati. Dengan keterangan itu, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keragaman jenis mangrove yang tinggi, berdasarkan Buku Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia.
 
Beberapa manfaat dan peranan Hutan Mangrove :
 
  • Mencegah Intrusi Air Laut
Intrusi laut merupakan peristiwa perembesan air laut ke tanah daratan. Intrusi laut dapat menyebabkan air tanah menjadi payau sehingga tidak baik untuk dikonsumsi. Hutan Mangrove memiliki fungsi mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau sehingga dapat mencegah terjadinya Intrusi Air laut ke daratan.
 
  • Mencegah Erosi dan Abrasi Pantai
Erosi merupakan pengikisan permukaan tanah oleh aliran air sedangkan abrasi merupakan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut. Hutan Mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di wilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah akibat air.
 
  • Sebagai pencegah dan penyaring alami
Hutan mangrove biasanya yang dipenuhi akar pohon bakau dan berlumpur. Akar tersebut dapat mempercepat penguraian limbah organik yang terbawa ke wilayah pantai.Selain pengurai limbah organik, hutan mangrove juga dapat membantu mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut seperti minyak dan diterjen, dan merupakan enghalang alami terhadap angin laut yang kencang pada musim tertentu.
 
  • Sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa
Hutan Mangrove juga merupakan tempat tinggal yang cocok bagi banyak hewan seperti biawak, kura-kura, monyet, burung, ular, dan lain sebagainya. Beberapa jenis hewan laut seperti ikan, udang, kepiting dan siput juga banyak tinggal didaerah ini. Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini. Berbagai jenis hewan darat berlindung atau singgah bertengger dan mencari makan di habitat mangrove.
 
  • Berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir
Hutan mangrove seringkali dikatakan pembentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. Sebagai contoh, Buah vivipar yang terbawa air akan menetap di dasar yang dangkal, dapat berkembang dan menjadi kumpulan mangrove di habitat yang baru. Dalam kurun waktu yang panjang habitat baru ini dapat meluas menjadi pulau sendiri.
 
Hutan mangrove di Indonesia kini tidak luput dari permasalahan lingkungan. Akibat pengelolaan yang buruk, ekosistem hutan mangrove di pesisir pantai terancam punah sehingga akan mempercepat proses abrasi pantai dan dalam beberapa tahun kedepan, garis pantai akan lebih cepat bergeser ke arah daratan.
 
 

Foto : Peserta Kegiatan Penanaman Mangrove
 
Kegiatan yang dikuti oleh seluruh anggota MAPASURI, perwakilan setiap UKM dan HIMA Universitas Muhammadiyah Purworejo, selain itu juga dihadiri oleh Bapak Lukman Fadhiliya, M. Pd selaku Pembina Mapala Surya Rimba dan Bapak Isto Agus Wicaksono, S. P, M.Sc selaku Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Purworejo.
 
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu,18 November 2017 pukul 13.00 WIB diawali dengan upacara pembukaan oleh dan penyerahan bibit mangrove secara simbolis oleh Ketua Panitia Penanamaan Muhammad Azis kepada Bapak Istiko Agus Wicaksono, S. P, S. Mc selaku Wakil Rektor 3 Universitas Muahmmadiyah Purworejo.
 
 

Foto : Penyerahan secara simbolis oleh Ketua panitia Muhammad Aziz kepada Bapak Istiko Agus Wicaksono, S. P, M.Sc
 
Dalam sambutannya, Bapak Istiko Agus Wicaksono, S. P, M. Sc menyampaikan, " Saya berpesan kepada semua adek- adek bahwasanya upaya pelestarian alam jangan hanya dibebankan kepada anak Mapala, seperti halnya tema milad muhamamdiyah kali ini yaitu merekat kebersamaan jadi diharapkan semua UKM dan HIMA juga harus ikut membantu dalam upaya pelestarian lingkungan.
 
" Saya sangat senang dan berantusias karena saya sendiri baru kali ini menaman mangrove, tadi juga dijelaskan manfaat mangrove jadi saya dapet ilmu tambah. Kegiatan di alam kayak ini juga sangat asyik, jadi buat MAPASURI besok kalo kegiatan pelestarian alam kita semua diajak ya biar lebih tau tentang alam", ujar Fransiska perwakilan dari UKM PSM Univeristas Muhammadiyah Purworejo.
 
Ketua Umum MAPASURI Aldy Riyaldi menuturkan, " Terimakasih kepada seluruh anggota MAPASURI, perwakilan delegasi dari UKM dan HIMA yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, semoga ini dapat bermanfaat dan nantinya dapat menggugah temen- temen untuk lebih mencintai alam dan secara tidak langsung ketika kita berkegiatan di luar seperti penanaman mangrove ini akan memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pantai, diantaranya vegetasi mangrove".
 
Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan penenaman mangrove dalam rangka memperingati milad muhammadiyah yang ke 105 M organisasi MAPASURI dapat terus dan selalu memberikan sumbangsih dan dedikasinya, baik dari segi materi, tenaga maupun pemikiran yang tersedia dengan konkrit dan nyata dalam tatanan kehidupan masyarakat yang berbangsa dan bernegara.
 
"Keluarga besar Mapala Surya Rimba ( MAPASURI ) Universitas Muhammadiyah Purworejo mengucapkan selamat milad untuk Muhammadiyah ke-105, harapan kami semoga Muhammadiyah dapat melahirkan generasi muda yang terdidik, sadar akan lingkungan dan menjaga alam bangsa Indonesia agar tetap lestari. Jaya Muhammadiyah, Jaya MAPASURI". 

" TERUS MENJAGA ALAM AGAR TETAP LESTARI"
 
 
 
 
Kontributor: Selvie Isna Rojikin " Rayap " - MAPASURI, Universitas Muhammadiyah Purworejo
Editor: Nove Nobita - MAPASURI, Universitas Muhammadiyah Purworejo
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...
 
 





Berita Terkait


Mapala UMRI Siap Gelar Pendidikan Dasar Cinta Alam V (PDCA) dan Pelantikan Calon Siswa
Amdal Kijang dan Bencana Ekologis, Kegiatan Lingkungan Hidup TWKM XXIX Mapala Se-Indonesia
MPA Gloeocapsa HIMABIO FMIPA UNM Menggelar Kegiatan Kampanye Pemuda Hijau (KPH) 2017
Nadine Chandrawinata Ajak Pemuda Pemudi Banyuwangi Untuk Tanam Mangrove di Teluk Pangpang
Akhiri Ekspedisi, Tim 7SOJ-17 Mapala STIEM Palopo-Mentari UMM Gelar Pendakian Bersama ke Gunung Prau



IP Anda Adalah: 54.198.15.20

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2893105)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47604)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45762)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (35103)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34316)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31437)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (31030)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30641)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (27420)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26536)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24869)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (23255)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21401)

Sinergitas Pecinta Alam untuk “LOMBOK BANGKIT MANDIRI”

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia