MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Rabu, 22 November 2017 - 16:29:19 WIB

Ayu: Kenapa Harus Cewek MAPALA? ini Beberapa Pandangan dan Alasannya

Kategori: Opini Diposting oleh : Ayu - Dibaca: 2616 kali



Pekanbaru, MapalaPTM.com (22/11) – Registrasi awal masuk kuliah ada formulir yang diminta mengisi jenis kelamin, disuruh memilih laki-laki atau perempuan. Jelaskan, nggak masalah kalau "MAPALA" pun ada yang perempuan juga ada yang lelaki.

MAPALA adalah singkatan dari Mahasiswa Pecinta Alam. Pecinta alam itu bukan sekedar manusia yang bergerak dialam, suka naik turun gunung, yang suka rafting, caving, suka panjat tebing. Tetapi pecinta alam itu, manusia yang bergerak, mengelola, menjaga dan melestarikan alam ini.itu baru yang disebut pecinta alam.

Banyak yang berfikir negative tentang MAPALA. Karena anak MAPALA itu gondrong, acak kadul, katanya gak keurus, dandanannya tidak modis, hanya jeans yang katanya jarang dicuci, jorok, mereka yang bergabung di MAPALA banyak yang dicap sebagai Mahasiswa Paling Lama.

Dalam pergaulan, seorang MAPALA sering sekali tidur di kampus, tentu bersama teman-teman satu organisasi, bahkan ada yang menjadikan sekre tersebut sebagai kosan mereka, mandi di kampus, makan tinggal loncat pagar, dimaklumi karena tinggal di kampus merupakan hal yang “menguntungkan”.

Cara pandang MAPALA, pecinta alam bukan mahasiswa yang hanya datang, pulang, belajar. “Belajar” dalam pandangan kami adalah belajar kehidupan, belajar dalam arti lebih luas, tidak hanya berkutat dengan buku, diktat, dan catatan.

Persaudaraan, ikatan amatlah kuat, bahkan sampai beberapa angkatan diatas saya yang sudah pada sibuk dengan keluarganya dirumah, mereka masih mau dan rela meluangkan waktu hanya untuk sekedar berbincang, mendengar kondisi adik-adik mereka di organisasi tercinta.

Nah, anggota MAPALA tidak hanya lelaki tetapi juga ada wanita. Saya pernah ditanya oleh teman saya yang berbeda Universitas dengan saya. Mereka bertanya, dan setiap pendapat mereka itu berbeda-beda terhadap saya, ada yang positif dan ada juga yang berpandangan negative nya.

“Mapala laki-laki itu keren, banyak disukai cewek, bisa diandelin. tapi kalo mapala cewek justru kebalikannya, jadi tomboy, keras kepala, sulit dapet pacar, kulit nggak sehat, fisik biasa aja”

“Kenapa sih mau masuk MAPALA yang kerjanya keluar masuk hutan, panas-panasan. Gak ada gunanya,kurang kerjaan.”

“Mapala itu jorok, kumel, nggak terawat dan nggak bisa diatur, nggak baik buat cewek jadi MAPALA (seperti yang saya bilang diatas tadi)”

“Dan kelebihannya cuma satu, yaitu MAPALA cewek itu nggak begitu ngerepotin, mudah beradaptasi, nggak pilih-pilih makanan, bisa tidur dan buang air dalam kondisi apa pun”

Banyak banget kata-kata seperti itu yang sering saya dengar. Beberapa anggapan tadi telah menyadarkan saya bahwa saya tidak menyesal telah bergabung di MAPALA. Seorang wanita menurut saya harus memiliki kemampuan dan kemauan yang sama dengan laki-laki. Toh sama-sama manusia, kasihan ibu kartini kalau sampai saat ini gender masih dipermasalahkan. Justru banyak hal positif yang saya rasakan kini. Saya memiliki mental yang baik dari sebelumnya, lebih percaya diri, cara berpikir yang logis, mudah beradaptasi dengan tempat yang baru, belajar mandiri menyelesaikan suatu masalah, dan saya pun jadi bisa membagi waktu saya sesuai dengan yang saya prioritaskan.

Bagi saya pribadi kulit hitam tidak masalah yang penting sehat, dan tidak seperti anggapan bahwa MAPALA cewek itu dekil. Sekarang kalo mau pilih cewek nggak hanya dari luarnya saja, namun otak dan pengalamannya pun haris kalian (para lelaki lihat). Bukan berarti kami susah diatur, tapi kamu tau kapan dan dimana kami harus memakai dan bersikap seperti apa. So mapala cewek??? kenapa engga!!!

Salam Lestari Wanita Tangguh!

 

 

 

 

Kontributor: Ayu (Yuliawati Dwiputri) - Universitas Muhammadiyah Riau

-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook.
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 

 

Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Mapaba Universitas PGRI Banyuwangi Gelar Diklatsar Ke- VI Di Kaki Gunung Raung
Jelang Diksar XXVII, MENTARI Universitas Muhammadiyah Magelang Laksanakan Pra-Diksar
Imapa Unmul Samarinda Kaltim Lakukan Ekspedisi Mulawarman Ke-13 di Tahun 2017
Gunung Agung di Bali Meletus Hingga Ketinggian 700 Meter ke Arah Timur Tenggara
Hari Ini Tepat Sebagai Hari Pohon, Masyarakat Indonesia Berikan Ucapan



IP Anda Adalah: 54.92.163.105

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2892797)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47602)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45743)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (35084)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34312)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31431)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (31024)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30638)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (27417)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26532)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24863)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (23247)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21393)

Sinergitas Pecinta Alam untuk “LOMBOK BANGKIT MANDIRI”

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia