MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Jumat, 01 Desember 2017 - 00:45:35 WIB

I Komang Sukayasa, Pengungsi Gunung Agung Sekaligus Relawan Yang Inovatif Selalu Tetap Semangat

Kategori: Inspiratif Diposting oleh : Nove Nobita - Dibaca: 967 kali



Bali, MapalaPTM.com ( 1/12) - Gunung Agung terus mengalami erupsi dan mengepulkan asap abu vulkanik hingga Rabu (29/11/2017), sejak erupsi pada 21 November 2017 terjadi pada 17.05 WITA.
 
PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) telah mengestimasi besaran indeks letusan Gunung Agung yang terjadi sejak tanggal 21 September lalu, hingga letusan  terbesarnya Selasa (28/11/2017) sore yang diikuti dengan tremor overscale.
 
Gunung Agung kemarin dihantam tremor overscale yang tak terhitung lagi lantaran besarnya amplitudo. Diprediksi letusan akan terjadi dalam hitungan jam setelah gunung itu dihantam tremor overscale tersebut.
 
Sebanyak 59.820 jiwa warga sekitar wilayah terdampak potensi letusan Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, mengungsi ke sejumlah titik pengungsian yang tersebar di daerah tersebut.
 
Meski status Gunung Agung sudah berada pada kategori awas, belum semua warga yang berada di wilayah bahaya rela mengungsi.
 
Demikian pula warga Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem yang berada di zona merah pada radius 4- 5 km dari Gunung Agung. Saat ini warga Dukuh berada di posko pengungsian Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.
 
Meskipun berada di posko pengungsian tidak menyurutkan semangat dan kreativitas warga di dalam posko, sembari menunggu bantuan dari pemerintah atau orang luar daerah.
 
I Komang Sukayasa seorang relawan yang juga pengungsi dari desa Dukuh yang sekarang berada di posko pengungsian Desa Tembok, mengajak warga di posko membuat kerajinan tangan dari daun lontar yang telah dikeringkan yaitu ingka. 
 
Banyaknya pohon lontar di desa Dukuh sehingga lontar dengan mudah didapat dan keringnyapun cepat. Ingka ini biasanya digunakan sebagai tempat buah, alas makan pengganti piring dan juga  tempat sesajen bagi umat hindu. 
 
 
Foto: Warga di posko pengungsian Desa Tembok sedang membuat kerajinan tangan ingka yang diajari oleh I Komang Sukayasa dan teman- temannya

"Di  posko kami ajarkan buat kerajinan tangan, tujuannya untuk mengurangi stress dan warga juga mendapat penghasilan meskipun di pengungsian", ujar I Komang Sukayasa kepada MapalaPTM.com.

"Hasil kerajinan yang dibuat warga ini banyak dibeli sama teman- teman dari luar kabupaten", tandasnya lagi.
 
I Komang Sukayasa pemuda warga Banjar Dinas Dukuh, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali lahir di Dukuh/ 11 Juli 1989 ini juga hobi mendaki. Salah satunya Gunung Agung yang sekarang erupsi sudah pernah ia daki.
 
 
 
Foto: Hasil kerajinan tangan dari daun lontar "ingka"  yang dibuat warga dalam posko pengungsian
 
I Komang Sukayasa biasa dipanggil Komang bersama I Made Suastawa dan kawan- kawan lainnya juga ikut membagikan bantuan- bantun disetiap pos- pos pengungsian yang ada.
 
Saat ini masih ada 10 KK yang bertahan di desa Dukuh, warga yang masih bertahan tersebut ketika malam turun ke posko pengungsian hanya sekedar untuk tidur dan pagi kembali pulang ke desa Dukuh.
 
I Komang Sukayasa mengatakan, " Bantuan yang sudah ada di posko berupa beras, telor, mie instan, air mineral dan makanan. Kalau pakaian dan selimut warga sudah membawa sendiri dari rumah".
 
" Untuk yang paling dibutuhkan saat ini adalah sembako, karena jumlah pengungsi semakin banyak", ujarnya lagi.
 
Sudah beberapa instansi yang menyumbang logistik di pos pengungsian Desa Tembok. I Komang Sukayasa bersama kawan- kawannya memang belum mengadakan penggalangan dana, baru sebatas menghantarkan ke pos- pos pengungsian jika ada teman atau instansi menyumbang logistik disana.
 
"Kalau dipercaya kami bisa menyalurkan bantuan, sekalian nanti kami kirimkan dokumentasinya. Kalau ada logo atau bendera komunitasnya bisa dikirim juga biar bisa kami dokumentasikan di lapangan", ungkap I Komang Sukayasa.
 
"Jika ada tim yang mau berkunjung langsung ke lapangan, kami akan antar ke pos- pos pengungsian. Kami bantu salurkan kepada yang benar- benar membutuhkan", tandasnya lagi.
 
 
 

*Bagi teman- teman yang ingin membantu saudara- saudara kita di posko pengungsian bisa menyalurkan bantuan lewat instansi- intansi terkait atau yang ingin langsung ke lokasi bisa menghubungi I Komang Sukayasa ( 081339421052 ).
 
 
 
 
 
 

Kontributor: Nove Nobita - Mapasuri Universitas Muhammadiyah Purworejo, Jawa Tengah
Narasumber: I Komang Sukayasa - Dukuh, Bali
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...
 
 





Berita Terkait


Type-Type Pendaki Gunung yang Mudah Kalian Temukan dalam Setiap Pendakian
Heroe Soeprapto, Salah Satu Pendiri Young Pioneer atau Yepe di Malang Telah Meninggal Dunia
Calon Guru Bahasa Inggris, Pendaki Cantik Mahasiswi Semester 6 asal UIN Medan Mencari Belahan Jiwa
Ketika PPA Hampir Meregang Nyawa, Sejarah Pertama Kali Pecinta Alam Terbentuk di Indonesia
Ratusan Warga Iringi Pemakaman Jenasah Patmi Aktivis Penolak Pembangunan Pabrik Semen Gunung Kendeng



IP Anda Adalah: 54.198.205.153

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2887818)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47523)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45446)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (34695)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34246)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31337)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30906)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30589)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (27232)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26406)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24790)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (23129)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21315)

Sinergitas Pecinta Alam untuk “LOMBOK BANGKIT MANDIRI”

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia