MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Sabtu, 02 Desember 2017 - 19:13:27 WIB

Segerombolan Lebah Beracun Serang Sejumlah Pendaki di Gunung Penanggungan

Kategori: Pendaki Diposting oleh : Linda - Dibaca: 549 kali



Mojokerto, MapalaPTM.com (2/12) - Serangan lebah hutan membuat sejumlah pendaki di Gunung Penanggungan terluka akibat sengatan lebah. Hal itu membuat sejumlah pendaki yang tersengat lebah harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
 
Risti, salah satu pendaki korban tersengat lebah asal Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dirilis dilaman Faktualnews saat ditemui di pos perizinan pendakian di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto menjelaskan, saat itu ia hendak turun dari puncak Gunung Penanggungan.
 
“Saat di tengah perjalanan turun, saya dan teman saya dengar orang teriak-teriak minta tolong. Akhirnya saya dekati. Sampai di lokasi, ternyata banyak lebah berterbangan,” jelasnya.
 
Lanjutnya, sampai di lokasi, Risti dan temannya, Fata Wijaya bergegas menyalakan api dan berupaya mengusir lebah-lebah tersebut. “Sudah bikin api tadi, tapi lebahnya makin banyak dan tidak pergi-pergi,” imbuhnya.
 
Saat ini, empat orang pendaki korban sengatan lebah sudah berada di Puskesmas Trawas untuk mendapatkan penanganan medis. Empat pendaki tersebut, yakni Fata Wijaya dan Risti yang merupakan pendaki asal Mojoagung, Jombang.
 
Selain itu, korban lainnya, yakni Khozinul, pendaki asal Malang. Serta Hari, pendaki asal Probolinggo. Keempat korban itu telah dievakuasi oleh petugas SAR Penanggungan.
 
Saat ini, sejumlah sukarelawan yang tergabung dalam SAR Penanggungan masih melakukan evakuasi korban lainnya yang masih berada di jalur pendakian.
 
Ketua LMDH Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jamil (64) mengatakan, sesuai data ada delapan pendaki yang menjadi korban serangan lebah di Gunung Penanggungan. "Tapi hingga pukul 17.15 WIB, masih empat korban yang berhasil dievakuasi," ungkapnya, dirilis dalam laman beritajatim pada Sabtu (2/12/2017).
 
Perawat Puskesmas Trawas, Rila Dianita menjelaskan, pihaknya telah merawat empat korban. "Sekarang sudah bisa ditangani tapi mereka masih mengeluh kesakitan di seluruh tubuhnya karena mereka tersengat lebah hampir seluruh bagian badannya. Seperti tangan, kepala, lengan, pinggang dan kaki," katanya.
 
Masih kata Rila, para korban masih mengaluh pusing, mual dan panas. Menurutnya, lebah yang menyengat mereka merupakan lebah jenis Apis Dorsata atau tawon gung yang merupakan lebah beracun. Beruntung korban langsung bisa ditangani karena jika tidak ditanggani akibatnya fatal hingga meninggal dunia.
 
"Karena reaksi sengatan lebah ini bisa langsung bisa tidak. Sebelumnya satu warga setempat yang juga diserang sekaligus disengat lebah di area Gunung Penanggungan mengalami dampak cukup fatal. Sempat dirawat, dibawa pulang. Tidak tahu, akhirnya meninggal," tegasnya.
 
 
 
 
 
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Ratusan Pendaki Tertahan di Basecamp, Jalur Pendakian Gunung Prau Ditutup Akibat Cuaca Ekstrem
Menembus Batas Part II, 10 Pendaki Difabel Siap Gapai Puncak Gunung Sesean Toraja Utara
Nekat, Ulah Pendaki Gunung Zaman Now Mendaki Saat Gunung Agung Sedang Erupsi
Pemandu Gunung Indonesia Menuju Standar Internasional, APGI Hadiri Forum Internasional di Nepal
Cuaca Buruk Melanda Kawasan Gunung Kerinci, Pendaki Tak Bisa ke Puncak



IP Anda Adalah: 54.160.153.233

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2833294)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46722)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (42951)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33402)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (30924)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30543)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29927)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29796)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25312)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (24635)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24093)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (21422)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20521)

Nagapala SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang Sukses Gelar Musang Ke-II

Eko Pasem, Siap Menahkodai Mapala Mahesa Universitas Muhammadiyah Tangerang

Canyoning: Olahraga Extreme yang Memacu Adrenalin

Wadah Kompetisi Orienteering Bergengsi- METALA Mengadakan Event Lomba Nasional MOC III

Jumlah Pendaki dari Tibet Menurun Drastis, China Ubah Ketinggian Gunung Everest

Debit Air Cisadane Meluap, Banjir Kiriman Mengancam Bibit Mangrove di Tanjung Burung

Diksar Mapala Gempa STKIP Muhammadiyah Sorong Angkatan XII Lahirkan Endemic Camp

Evakuasi Pendaki Hilang yang Telah Meninggal di Puncak Tusuk Gigi Gunung Raung

Lahirkan Penulis Masa Depan, METALA FEB UMS Gelar Pelatihan Jurnalis Bagi Seluruh Anggota

Evakuasi Pendaki Gunung Raung Terhambat Akibat Cuaca Buruk

Gelar Mabim Rafting, Mapala Mahesa Mendapat Tanggapan Pelatih FAJI Kota Tangerang

Pendaki yang Hilang di Gunung Raung Telah ditemukan Meninggal di Puncak Tusuk Gigi

Mengungkap Cerita Mistis Hilangnya Pendaki di Gunung Raung