MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Minggu, 03 Desember 2017 - 12:21:09 WIB

Sering Gempa Overscale, PVMBG Perkirakan Gunung Agung Muntahkan Lava dalam 10 Hari Kedepan

Kategori: Gunung Hutan Diposting oleh : Miranda Kayla - Dibaca: 197 kali



Bali, MapalaPTm.com (3/12) - Hanya dalam hitungan jari untuk beberapa hari ke depan diperkirakan lava pada ruang kawah gunung Agung bakal tumpah keluar permukaan. Perhitungan itu mengingat saat ini 50 persen kawah Gunung Agung yang memiliki kedalaman 200 meter itu sudah terisi dengan lava.
 
Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, I Gede Suantika mengatakan, saat ini sering terjadi gempa-gempa overscale. Menurut dia, hal ini menandakan semakin kuat tekanan dari magma muncul ke permukaan gunung.
 
"Mengingat dengan kondisi saat ini maka paling tidak kurun waktu dalam 10 hari lavanya akan penuh dan meluber," kata Gede Suantika, di Karangasem, Bali, dirilis dilaman merdeka.com pada Minggu (3/12).
 
Dia menjelaskan, jika lavanya meluber dari kawah diperkirakan akan mengarah ke utara. Menurut dia, dari hasil pemantauan satelit dalam kawah tersebut terisi sekitar 20 juta meter per kubik lava.
 
"Apabila terisi penuh lava yang ada di kawah tersebut sekitar 60 juta meter kubik," kata dia.
 
Sampai saat ini status Gunung Agung masih awas. Dan pihak PVBMG masih merekomendasikan kepada masyarakat agar menjauhi radius 8 hingga 10 kilometer dari puncak Gunung Agung.
 
Walau kerugian akibat bencana alam tersebut jelas membayang, letusan tersebut sebenarnya juga memberikan dampak positif bagi dunia. Salah satunya, seperti dilansir Vox adalah kemungkinan letusan tersebut meredam pemanasan global hingga lima tahun ke depan.
 
Para ilmuwan telah lama mengetahui sebuah letusan gunung berapi akan melepas berbagai material ke angkasa. Selain karbon dioksida yang mengurung panas, ada pula gas seperti sulfur dioksida, yang bisa membentuk senyawa yang mampu memantulkan panas cahaya matahari.
 
Selain itu material dari gunung berapi juga bisa mengubah pola curah hujan global di Bumi.
 
Jika jumlah material tersebut cukup banyak dan menutupi area yang luas, awan-awan itu punya kekuatan untuk membuat suhu dunia turun beberapa derajat. Namun, berapa besar penurunan suhu itu akan tergantung pada seberapa besar erupsinya.
 
"Sebagian besar letusan tidak memiliki dampak yang berarti terhadap iklim, sehingga risiko dari erupsi itu terbatas dirasakan hanya oleh populasi di dekatnya," tulisnya melalui surel kepada Vox (30/12). "Untuk (mengubah) iklim, hal besar yang perlu diperhatikan bukanlah abu tapi emisi sulfur."
 
Para pakar iklim juga pernah mengajukan gagasan kontroversial untuk meniru erupsi gunung berapi di Bumi untuk mencegah pemanasan global. Gagasan atau strategi ini dikenal sebagai geoengineering (perekayasaan kebumian).
 
Upaya tersebut termasuk dengan sengaja menyemprotkan awan sulfat ke dalam stratosfer untuk mengimbangi beberapa dampak perbuatan manusia terhadap iklim dunia.
 
Para ahli belum mengetahu tahu apakah erupsi yang sedang berlangsung di Bali akan memompa cukup banyak gas dan abu untuk memberi dampak yang terukur pada iklim. Akan tetapi, letusan Gunung Agung pada 1963 menurunkan suhu global sekitar 0,1 hingga 0,2 derajat Celsius selama satu tahun.
 
Letusan gunung berapi terbaru yang menurunkan suhu planet adalah Gunung Pinatubo di Filipina pada tahun 1991. Letusan tersebut memuntahkan sekitar 10 juta metrik ton sulfur ke langit. Sedangkan letusan Gunung Agung pada tahun 1963 hanya memuntahkan sekitar 6 juta metrik ton sulfur.
 
Penjelasan lebih lengkap mengenai kemungkinan pengaruh letusan Gunung Agung pada suhu Bumi disampaikan peneliti iklim Zeke Hausfather dalam situs CarbonBrief.
 
Jika erupsi cukup kuat dan bisa mencapai stratosfer (18 km di atas permukaan laut pada ekuator) sulfur yang disemburkan bisa bertahan selama beberapa tahun sehingga efeknya pada penurunan suhu Bumi terasa kuat.
 
Lokasi gunung berapi juga menentukan. Erupsi vulkanik di dekat garis khatulistiwa akan lebih berperan pada temperatur global dibandingkan erupsi gunung yang jauh dari ekuator.
 
Pasalnya, aerosol sulfat dari gunung yang meletus di garis lintang tinggi tidak bisa melewati khatulistiwa. Sementara, letusan yang terjadi di dekat khatulistiwa cenderung mendinginkan kedua belahan Bumi.
 
Dalam grafik di bawah ini, Hausfather menggambarkan apa yang akan terjadi pada suhu global jika letusan Agung saat ini mencapai skala yang sama dengan letusan pada 1963 di tengah tren pemanasan global saat ini.
 
Kemungkinan dampak iklim letusan Gunung Agung jika kekuatan erupsinya sama dengan yang terjadi pada 1963
 
Titik hitam adalah suhu aktual Bumi saat itu, sementara area abu-abu menunjukkan tiga letusan besar sejak 1960 (Gunung Agung, El Chichon, dan Pinatubo). Garis merah adalah perkiraan Carbon Brief soal pemanasan Bumi akibat gas rumah kaca, gunung berapi, dan perubahan sinar matahari.
 
Sementara garis biru menurun setelah 2016 menunjukkan apa yang terjadi pada suhu global jika letusan Gunung Agung sama besar dengan yang terjadi pada 1963.
 
"Proyeksi ini, yang berdasarkan pada hubungan sejarah antara erupsi vulkanik dan temperatur, menunjukkan bahwa erupsi Gunung Agung bisa menurunkan suhu global antara 0,1C hingga 0,2C pada periode 2018-2020. Temperatur akan kembali pada suhu yang seharusnya pada 2023," tulis Hausfather.
 
Prediksi Hausfather itu menunjukkan bahwa erupsi gunung berapi memang berpengaruh pada suhu global, akan tetapi tidak cukup besar untuk bisa mengalahkan pencemaran oleh manusia yang efeknya terhadap iklim dunia jauh lebih tahan lama.
 
 
 
 
 
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Gunung Semeru Berstatus Waspada, Pendaki Disarankan Tidak Menerobos ke Puncak Mahameru
Segerombolan Lebah Beracun Serang Sejumlah Pendaki di Gunung Penanggungan
Ratusan Pendaki Tertahan di Basecamp, Jalur Pendakian Gunung Prau Ditutup Akibat Cuaca Ekstrem
Menembus Batas Part II, 10 Pendaki Difabel Siap Gapai Puncak Gunung Sesean Toraja Utara
Hindari Bahaya Angin Kencang, Objek Wisata Gunung Galunggung Ditutup



IP Anda Adalah: 54.91.171.137

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2809347)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46444)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (41529)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33115)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30265)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29701)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29321)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (29314)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25036)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23850)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (23417)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20820)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20279)

Awal Januari 2018, Jalur Pendakian Gunung Prau Mulai Ditutup Selama Tiga Bulan Kedepan

MapalaPTM.com dan Mapala di Indonesia Ucapkan Selamat Hari Gunung Se-Dunia

Sekretaris Diktilitbang Muhammadiyah: "Kita Ingin Melibatkan 173 Kampus PTM di SARMMI"

Salju Abadi Carstensz Pyramid Hadir di Jogja Outdoor Show, Segera Kunjungi Sebelum Penutupan

Keseimbangan Ekologi Kawasan Karst, Karfapala Unkhair Gelar Kemah Konservasi Karst

Jogja Night Run, Siap Ramaikan Jogja Outdoor Show Malam Ini

Dinas Lingkungan Hidup Bersama PKK Kota Prabumulih Mengadakan Sosialiasi Pengelolahan Sampah (3R)

MUBLOC V, Makopala Universitas Budi Luhur Jakarta Siap Gelar Kejuaraan Orienteering di TMII

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Mulai Dibuka Kembali per 9 Desember Hingga Akhir Tahun

Komik Lucu Si Otong: Mila, Si Pendaki Kece Berniat Menggapai 7 Summits Indonesia

Segera Kunjungi, Gebyar Diskon Jogja Outdoor Show di GOR Universitas Negeri Yogyakarta

Puncak Para Dewa "Mahameru", Berhasil Digapai Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days

Pagi ini, Gunung Agung Kembali Erupsi Hingga Keluarkan Abu Vulkanik Setinggi 2.100 Meter