MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Selasa, 05 Desember 2017 - 11:15:18 WIB

4 Hari ditutup, Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Mulai dibuka Kembali

Kategori: Berita Diposting oleh : Badai - Dibaca: 171 kali



Cemorosewu, MapalaPTM.com (05/12) - Sempat ditutup empat hari, akhirnya jalur pendakian gunung Lawu via  Cemoro Sewu telah dibuka kembali. Sebelumnya Pos Gunung Lawu yang mengkoordinir jalur Cemoro Sewu melakukan penutupan bagi pendaki yang akan mendaki ke puncak gunung Lawu pada hari Selasa tanggal 28 November 2017.

Mengingat kondisi cuaca kemarin yang sangat ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas pendakian, Maka dari pihak Pos Gunung Lawu via Cemoro Sewu berkoordinasi dengan Basecamp yang berada di Jawa Tengah yaitu via jalur Cemoro Kandang dan Cheto serta pihak Perhutani telah memutuskan untuk menutup sementara disemua jalur pendakian sampai cuaca kembali membaik.

Namun hari Sabtu kemarin pada tanggal 02 Desember 2017, Pos Gunung Lawu via Cemoro Sewu telah membuka kembali jalur pendakian menuju ke puncak gunung Lawu dari wilayah Jawa Timur. Selama penutupan kemarin tidak ada pendaki yang tertahan di pos kaki gunung maupun yang di evakuasi dari atas puncak karena memang pada saat penutupan tersebut tidak ada orang yang mendaki.

Jadmiko Wicaksono sebagai Ketua Umum Pos Gunung Lawu berkata, pada saat dibuka nya kembali jalur pendakian dari Cemoro Sewu pendaki yang berangkat ke puncak gunung Lawu sangat turun drastis. Biasa nya pada hari sabtu dan minggu yang mendaki bisa sampai 150 orang. Tapi beberapa hari kemarin hanya sekitar 20 persen nya saja yaitu kurang lebih 30 orang yang melakukan pendakian gunung Lawu.

Tanggapan dari beberapa pendaki mengenai hal penutupan di jalur pendakian gunung lawu kemarin, mereka memakluminya karena sudah seharusnya dilakukan penutupan jalur tersebut demi keselamatan bersama sehingga mengurangi resiko-resiko kecelakaan pada saat melakukan pendakian.

Ia juga menyadari bahwa volume pendaki saat ini turun drastis dikarenakan cuaca yang tidak menentu. Untuk perubahan cuaca seperti ini menurutnya tidak bisa diprediksi, kadang di pagi hari cuaca sangat cerah namun seketika berubah pada sore ataupun malam hari dengan hujan lebat disertai angin kencang.

Rata-rata biasanya mulai turun hujan di gunung Lawu dan sekitarannya sehabis jam 12.00 wib sampai dengan malam. Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini maka untuk kesiapan serta keamanan bagi seorang pendaki harus sangat diperhatikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan akibat dari faktor kesalahan si pendaki itu sendiri.

Faktor untuk menentukan letak tempat mendirikan tenda ataupun beristirahat juga harus benar-benar diperhatikan. Karena biasa nya dalam kondisi yang seperti ini dengan intensitas hujan disertai angin dapat membuat pohon tumbang maupun munculnya petir. Jadi disaat kita ingin beristirahat atau mendirikan tenda segeralah untuk memperhatikan kondisi disekeliling sampai di kira-kira lokasi tersebut aman.

Dalam kondisi ini juga faktor kesehatan harus benar-benar dijaga karena pada saat musim hujan tingkat untuk terkena hipotermia menjadi semakin rawan. Maka peralatan kita serta obat-obatan dan yang lainnya harus lah sangat lengkap untuk menghindari hal tersebut seperti jas hujan maupun hypoblanket yang mudah didapatkan di beberapa toko perlengkapan pendakian.

Penggunaan ponsel pun harus diperhatikan pada saat melakukan pendakian di gunung meski tidak dengan kondisi hujan sekalipun. Sebab penggunaan ponsel dapat mengundang petir yang tidak kita sadari sebelumnya dan ada baiknya jika kurangi aktivitas untuk menggunakan ponsel ketika berada dipuncak ataupun area yang terbuka.

Hal ini juga diamini oleh Jadmiko Wicaksono, ia menyarankan bagi setiap pendaki yang ingin menuju ke puncak gunung Lawu untuk benar-benar memperhatikan manajemen pendakian agar dapat menghindari kesalahan fatal yang bisa mengakibatkan sesuatu hal yang tidak di inginkan. Karena faktor keselamatan itu sangatlah penting mengingat aktivitas pendakian adalah kegiatan di alam bebas dengan segala kemungkingan-kemungkinan yang bisa saja terjadi.

 

 

 

Kontributor: Badai
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Rektor UM Parepare Beri Respon Setinggi-tingginya Kegiatan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia
Aksi Bersih dan Diskusi, Diesnatalis Ke-II Organisasi Lingkungan Wahana Hijau Explorer Prabumulih
Peringati Hari Penyandang Disabilitas, Para Pendaki Difabel Gapai Puncak Gunung Sesean
Sering Gempa Overscale, PVMBG Perkirakan Gunung Agung Muntahkan Lava dalam 10 Hari Kedepan
Gunung Semeru Berstatus Waspada, Pendaki Disarankan Tidak Menerobos ke Puncak Mahameru



IP Anda Adalah: 54.91.171.137

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2809349)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46444)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (41530)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33115)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30266)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29702)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29322)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (29315)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25037)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23850)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (23418)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20821)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20280)

Awal Januari 2018, Jalur Pendakian Gunung Prau Mulai Ditutup Selama Tiga Bulan Kedepan

MapalaPTM.com dan Mapala di Indonesia Ucapkan Selamat Hari Gunung Se-Dunia

Sekretaris Diktilitbang Muhammadiyah: "Kita Ingin Melibatkan 173 Kampus PTM di SARMMI"

Salju Abadi Carstensz Pyramid Hadir di Jogja Outdoor Show, Segera Kunjungi Sebelum Penutupan

Keseimbangan Ekologi Kawasan Karst, Karfapala Unkhair Gelar Kemah Konservasi Karst

Jogja Night Run, Siap Ramaikan Jogja Outdoor Show Malam Ini

Dinas Lingkungan Hidup Bersama PKK Kota Prabumulih Mengadakan Sosialiasi Pengelolahan Sampah (3R)

MUBLOC V, Makopala Universitas Budi Luhur Jakarta Siap Gelar Kejuaraan Orienteering di TMII

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Mulai Dibuka Kembali per 9 Desember Hingga Akhir Tahun

Komik Lucu Si Otong: Mila, Si Pendaki Kece Berniat Menggapai 7 Summits Indonesia

Segera Kunjungi, Gebyar Diskon Jogja Outdoor Show di GOR Universitas Negeri Yogyakarta

Puncak Para Dewa "Mahameru", Berhasil Digapai Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days

Pagi ini, Gunung Agung Kembali Erupsi Hingga Keluarkan Abu Vulkanik Setinggi 2.100 Meter