MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Sabtu, 09 Desember 2017 - 18:51:18 WIB

Keseimbangan Ekologi Kawasan Karst, Karfapala Unkhair Gelar Kemah Konservasi Karst

Kategori: Mapala Diposting oleh : Eko Fauzan Adima - Dibaca: 556 kali



Maluku Utara, MapalaPTM.com (09/12) - Kemah Konservasi Karst (K3) adalah kegiatan konservasi yang di selenggarakan oleh Keluarga Besar Arfat Pecinta Alam (KARFAPALA) Universitas Khairun ternate.

Kawasan Karst merupakan ekosistem yang terbentuk dalam kurun waktu ribuan tahun, tersusun atas batuan karbonat (batukapur/batugamping) yang mengalami proses pelarutan sedemikian rupa hingga membentuk kenampakan morfologi dan tatanan hidrologi yang unik dan khas.

Indonesia memiliki wilayah karst seluas 154.000 km persegi yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Photo Kars di Kawasan Taman Nasional Akatejawe Lolobata.

Karst merupakan istilah dalam Bahasa Jerman yang diserap dari Bahasa Slavia kras atau kršyang berarti lahan gersang berbatu. Istilah ini diberikan kepada suatu daerah di Slovenia yang terletak di sebelah Timur Laut Kota Trieste, Italia.

Pada tahun 1850 wilayah ini tampak sangat gersang oleh deforestasi selama berabad-abad. Istilah ini di negara asalnya sebenarnya tidak berkaitan dengan batu gamping dan proses pelarutan akan tetapi karena kawasan tersebut yang pertama kali dideskripsi sebagai kawasan karst hingga kini kawasan tersebut tetap dinamakan sebagai Karst (Cvijic, 1893).

Padahal saat ini setelah penghijauan kawasan tersebut sudah tertutup hutan yang cukup lebat. Namun kini ini istilah kras telah diadopsi untuk istilah bentangalam hasil proses perlarutan (Jennings, 1971).

Untuk agenda yang fokus pada masalah lingkungan tersebut tengah disiapkan pelaksanaannya di kawasan Taman Nasional Aketajawe lolobata pada tanggal 11-16 Desember 2017, pekan depan.

Kemah Konservasi ini juga diwacanakan menjadi agenda tahunan Karfapala Unkhair. Karena Sebelumnya Karfapala Unkhair Ternate juga pernah membuat kegiatan serupa yaitu PKSL (Pelatihan Konservasi Alam dan Satwa Liar).

Photo Kegiatan K3.

Kegiatan Kemah Konservasi Kars ini bertujuan untuk pengenalan batuan karst dan goa. Selain itu manfaat dari kegiatan  ini, peserta mendapatkan pelatihan mapping goa dan SRT. Dengan demikian banyak ilmu yang didapat dalam kegiatan ini.

"Kegiatan Kemah Konservasi Karst ini nantinya akan ada beberapa item kegiatan, diantaranya penghijauan di kawasan karst, eksplorasi goa, pemetaan manual goa, eksplorasi tebing, pelatihan single roop teknik dan baksos bersama masyarakat Binagara di Blok Taman Nasional Aketajawe Lolobata," kata ketua panitia pelaksana Surahman Basri.

Penghijauan merupakan kegiatan pemulihan lahan kritis diluar kawasan hutan secara vegetatif dan sipil teknis untuk agar lahan tersebut dapat dipulihkan, dikembalikan, dipertahankan, ditingkatkan kesuburan dan fungsi lahan.

Ketua panitia pelaksana juga mengatakan Aketajawe menjadi pilihan lokasi kegiatan karena di Blok Aketajawe memiliki media untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, seperti goa dan tebing yang berasal dari batuan karst. Karena sesuai dengan nama kegiatan yaitu kemah Konservasi Karst.

Kegiatan yang mengangkat tema "Aktualisasi Pecinta Alam terhadap Keseimbagan Ekologi Kawasan Karst" ini juga melibatkan Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) & Kelompok Pecinta Alam (KPA) yang ada di Maluku Utara.

Photo Lokasi Bivak.


"Kegiatan K3 ini sangat bagus  sekaligus menjadi ajang  pengenalan tentang batuan karst bagi pecinta alam yang ada di Maluku Utara, karena belakangan ini kawasan karst di beberapa daerah terancam di eksploitasi, seperti kawasan karst di Kalse dan Sulsel," ujar Pare selaku BPH Karfapala.

Fungsi Kawasan Karst:
A. Kawasan Karst Sebagai Akuifer Air Alami
Fungsi kawasan karst bagi kehidupan manusia masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Awalnya, para ahli memahami bahwa karst merupakan wilayah kering yang tidak produktif. Hal ini disebabkan oleh sifat fisik batugamping yang menyusun kawasan karst didominasi oleh porositas sekunder, banyak retakan dan permukaannya berlubang-lubang sehingga tidak mampu menyimpan air dalam waktu yang lama.

Air hujan yang mengguyur daerah karst diyakini langsung turun ke bawah menuju zona jenuh air kemudian mengalir menuju titik-titik keluaran menjadi mata air atau terbuang ke laut. Hal ini diyakini menjadi penyebab kenapa daerah karst selalu identik dengan kekeringan dan daerah tandus. Kawasan karst selanjutnya hanya dinilai dari segi ekonomis batugampingnya, yakni sebagai bahan galian golongan-C.

Perkembangan pengetahuan tentang karst ternyata mengungkapkan bahwa karst justru merupakan akuifer air yang baik, berpengaruh langsung bagi kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya. Konsep epikarst yang dilontarkan oleh ahli hidrologi karst Mangin (1973) menyebutkan bahwa lapisan batugamping yang ada di dekat permukaan karst memiliki kemampuan menyimpan air dalam kurun waktu yang lama.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Alexander Klimchouk (1979, 1981) bahwa zona di dekat permukaan karst merupakan zona utama pengisi sistem (hidrologi) karst melalui proses infiltrasi diffuse dan aliran celah (fissure flow). Daritipe aliran air pada celah vertikal, Chernyshev (1983) kemudian memperkirakan bahwa zona epikarst ini terletak pada kedalaman 30 – 50 meter di bawah permukaan karst dengan ketebalan bervariasi, biasanya 10 -15 meter dari permukaan (Klimchouk, 2003).

Berdasarkan hasil-hasil penelitian tersebut menjadi jelas bahwa kawasan karst memiliki fungsi yang jauh lebih penting daripada hanya sekedar gundukan bahan galian C, yaitu sebagai akuifer air alami yang berperan penting terhadap suplai hidrologi bagi daerah sekitarnya.

B. Kawasan Karst Sebagai Hunian Fauna Pengendali Hama
Kawasan karst selalu memiliki goa yang jumlahnya mencapai belasan hingga ratusan dalam satu kawasan. Goa-goa ini ternyata merupakan hunian bagi sejumlah biota, salah satunya adalah kelelawar. Berbagai jenis kelelawar bisa hidup berdampingan dalam satu goa. Beberapa goa yang memiliki dimensi ruang besar dan lorong yang panjang, mampu menampung ribuan hingga jutaan ekor kelelawar.

C. Kawasan Karst Sebagai Pengendali Banjir
Sifat fisik batugamping penyusun kawasan karst memungkinkan kawasan karst tersebut memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air hujan dalam kurun waktu yang cukup lama. Hal ini tak lepas dari peran zona epikarst yang merupakan zona yang mampu menyimpan air paling banyak dalam satu tubuh batugamping.

D. Kawasan Karst Sebagai Laboratorium Alam
Berbagai potensi yang terdapat di kawasan karst menjadikan kawasan karst memiliki nilai ilmiah yang tinggi. Di seluruh penjuru dunia, kawasan karst sudah umum menjadi lokasi penelitian berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Segala segi informasi yang terekam dan tersimpan selama proses pembentukan karst menjadi bahan penelitian disiplin ilmu kebumian.

 

 

 

 

Kontributor: Pare - Karfapala Unkhair
Editor: Adima Eko Fauzan - Mapala Mahesa Universitas Muhammadiyah Tangerang
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Dinas Lingkungan Hidup Bersama PKK Kota Prabumulih Mengadakan Sosialiasi Pengelolahan Sampah (3R)
MUBLOC V, Makopala Universitas Budi Luhur Jakarta Siap Gelar Kejuaraan Orienteering di TMII
Gunung Agung Kembali Muntahkan Abu Vulkanik
BNPB : Gunung Galunggung Meletus itu HOAX
Hari Ini, Jogja Outdoor Show di GOR UNY Telah Dibuka hingga Minggu



IP Anda Adalah: 54.198.164.83

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2852763)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47031)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (43932)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33726)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (31991)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30860)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30184)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30173)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25649)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25536)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24356)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22087)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20816)

Pecinta alam sebagai ekskul pembentukan karakter, Anies dukung eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani

Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia, Dua Putri asal Bandung Tiba di Basecamp Everest

Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang

Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru

Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi

GLADIAN NASIONAL XIV Sumatera Barat Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Presiden RI Oktober Mendatang

UPL MPA Unsoed Laksanakan Praktek Simulasi I Untuk Calon Atlet Ekspedisi Soedirman VII

Mabim LH Mapala Mahesa Observasi TPA Rawa Kucing

7 Hari Pencarian di Gunung Merbabu, Pendaki Slovakia Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Kalimenek

Dua Srikandi Indonesia Tiba di Nepal, Siap Bergerak Untuk Proses Aklimatisasi Menuju Everest