MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Selasa, 12 Desember 2017 - 17:38:59 WIB

Demi Uang Perawatan Ibunya, Pendaki Terkenal Atap China Tewas Saat Beraksi di Gedung Pencakar Langit

Kategori: Internasional Diposting oleh : Kartini - Dibaca: 1449 kali



Foto: Saat detik-detik Kematian pendaki terkenal atap China, Wu Yongning yang menerima tantangan untuk mendapatkan uang untuk perawatan ibunya.
 
"Pendaki Terkenal Atap China Wu Yongning, yang meninggal pada bulan November, melakukan lebih dari 300 aksi tak kenal takut seperti itu dalam hidupnya"
 
China, MapalaPTM.com (12/12) - Pendaki atap China yang terkenal bernama Wu Yongning telah meninggal saat melakukan salah satu aksi beraninya. Dia tanpa disadari telah merekam kematiannya di depan kamera saat dia terjatuh dari gedung pencakar langit berkapasitas 62 lantai di Changsha, China.
 
Bintang pencari sensasi itu, yang telah memiliki banyak pengikut di berbagai situs media sosial, dilaporkan meninggal pada 8 November. Namun kematiannya baru-baru ini dikonfirmasi oleh pacarnya Jin Jin dalam sebuah posting di sebuah platform media sosial China.
 
Selain mendapatkan popularitas di media sosial, pemuda yang berusia 26 tahun itu menggunakan tantangan atap untuk mendapatkan uang juga.
 
 
Salah satu anggota keluarganya mengatakan kepada surat kabar China Xiaoxiang Morning Herald bahwa Wu berpartisipasi dalam tantangan atap dengan hadiah 100.000 yuan (£ 11.300 / $ 15.000).
 
Tidak ada detail lain yang diberikan tentang kompetisi dan sponsornya.
 
Menurut The Beijing News, Jin Jin mengatakan bahwa Wu berencana untuk meminta izin orang tuanya untuk pernikahan mereka hanya sehari setelah aksi tersebut.
 
 
Pamannya juga mengatakan kepada South China Morning Post, "Dia berencana untuk melamar pacarnya, dia butuh uang untuk pernikahan itu, dan untuk perawatan medis untuk ibunya yang sakit."
 
Tapi kematiannya yang tiba-tiba itu mendapatkan perhatian khusus dari berbagai media di china.
 
Alasan di balik popularitas Daredevil's China yang semakin meningkat adalah karena dia biasa melakukan semua stunts-nya tanpa peralatan keselamatan apapun. Dan, ini yang menyebabkan kematian tragis Wu.
 
Wu melakukan lebih dari 300 aksi tak kenal ampun seperti yang diposting di Weibo. Dan, dia bisa menghasilkan 55.000 yuan untuk setiap penampilannya.
 
 
Masing-masing pos media sosialnya digunakan untuk memberikan peringatan keselamatan bagi pemirsa, agar tidak meniru pertunjukan berbahayanya.
 
Wu dilatih dalam bela diri dan sebelumnya pernah ikut serta dalam beberapa produksi televisi dan film.
 
Di Weibo, teman dan penggemar mengalami reaksi beragam terhadap berita tersebut.
 
Rekan seprofesi Yongning, Charlie_7U, mengupload sebuah fotonya dengan Yongning, mengatakan: "Dia terus mendaki, selalu mencoba hal-hal yang berada di luar kemampuannya. Saya bahkan sudah menyelamatkannya sekali ... kami berhenti bermain bersama," tambahnya.
 
Ada juga yang bertanya: "Mengapa Anda mencari perhatian dengan cara yang sangat berbahaya, hanya untuk penggemar Anda? Saya terdiam setelah mengetahui kabar bahwa Anda melakukan semua itu untuk membayar perawatan di rumah sakit ibu Anda. Anda adalah salah satu dari orang-orang di dunia ini, Anda akan melakukan apapun untuk orang yang Anda cintai, melakukan apapun."
 
 
Rooftopping sangat populer di kota-kota maju di seluruh dunia. Meskipun ada masalah keamanan, banyak pendaki bersikeras bahwa penggunaan peralatan keselamatan akan mengurangi pengalaman mereka.
 
"Saat Anda mulai memakai peralatan keselamatan adalah saat Anda memiliki keraguan dan saat Anda meragukannya, saat itulah keadaan menjadi salah," jelas pendaki Inggris James Kington mengatakan kepada BBC tahun lalu.
 
"Hal ini benar-benar mengubah cara Anda melihat sesuatu. Anda melihat segalanya sebagai kemungkinan dan bukan dinding yang membatasi gerak Anda," tambah Kington.
 
 
 
 
 
 
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Menggapai Asa Dalam Bencana Banjir Serta Longsor Di Jogja Dan Pacitan
Awal Januari 2018, Jalur Pendakian Gunung Prau Mulai Ditutup Selama Tiga Bulan Kedepan
MapalaPTM.com dan Mapala di Indonesia Ucapkan Selamat Hari Gunung Se-Dunia
Sekretaris Diktilitbang Muhammadiyah: Kita Ingin Melibatkan 173 Kampus PTM di SARMMI
Salju Abadi Carstensz Pyramid Hadir di Jogja Outdoor Show, Segera Kunjungi Sebelum Penutupan



IP Anda Adalah: 54.160.153.233

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2833294)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46722)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (42951)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33402)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (30924)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30544)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29927)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29796)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25312)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (24635)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24093)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (21422)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20522)

Nagapala SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang Sukses Gelar Musang Ke-II

Eko Pasem, Siap Menahkodai Mapala Mahesa Universitas Muhammadiyah Tangerang

Canyoning: Olahraga Extreme yang Memacu Adrenalin

Wadah Kompetisi Orienteering Bergengsi- METALA Mengadakan Event Lomba Nasional MOC III

Jumlah Pendaki dari Tibet Menurun Drastis, China Ubah Ketinggian Gunung Everest

Debit Air Cisadane Meluap, Banjir Kiriman Mengancam Bibit Mangrove di Tanjung Burung

Diksar Mapala Gempa STKIP Muhammadiyah Sorong Angkatan XII Lahirkan Endemic Camp

Evakuasi Pendaki Hilang yang Telah Meninggal di Puncak Tusuk Gigi Gunung Raung

Lahirkan Penulis Masa Depan, METALA FEB UMS Gelar Pelatihan Jurnalis Bagi Seluruh Anggota

Evakuasi Pendaki Gunung Raung Terhambat Akibat Cuaca Buruk

Gelar Mabim Rafting, Mapala Mahesa Mendapat Tanggapan Pelatih FAJI Kota Tangerang

Pendaki yang Hilang di Gunung Raung Telah ditemukan Meninggal di Puncak Tusuk Gigi

Mengungkap Cerita Mistis Hilangnya Pendaki di Gunung Raung