MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Jumat, 22 Desember 2017 - 17:05:43 WIB

Komik Lucu Si Otong dan Si Boki: Perjuangan Menuju Puncak Gunung

Kategori: Komik Diposting oleh : Nove Nobita - Dibaca: 1242 kali



MapalaPTM.com (22/12) - Setelah sempat ditutup akibat ada pendaki tersesat, pendakian Gunung Merapi resmi dibuka kembali. Pada kali ini Si Otong berkesempatan mendaki Gunung Merapi bersama Si Boki.
 
Betapa bahagianya Si Otong karena ini kali pertamanya mendaki gunung. Semua persiapan untuk pendakian disiapkan serapi dan safety mungkin oleh Si Otong.
 
Tibalah Si Otong dan Si Boki di basecamp New Selo Gunung Merapi, Puncak bebatuan dan hijaunya hutan nampak indah dan mempesona dari basecamp New Selo.
 
Selo merupakan satu desa yang berada di kabupaten Boyolali, basecamp pendakian yang paling populer adalah basecamp Barameru, saat di basecamp, kamu bisa mendaftarkan diri untuk melakukan pendakian dan menyelesaikan administrasi senilai Rp. 10.000 (kapan pun bisa berubah). Berikut adalah aturan pendakian gunung Merapi.
 
Meninggalkan kartu identitas di basecamp
Memenuhi standar perlengkapan pendakian
Tidak membuang sampah sembarangan
Lapor petugas seusai pendakian
 
"Si Otong pun lantas selfie dengan girangnya di basecamp pendakian New Selo dengan Si Boki"
"Dengan penuh semangat Si Otong mengajak Si Boki untuk segera bergegas berangkat mendaki"
 
Perjalanan dimulai dari Basecamp menuju Pos 1 (Pos Tugu), jalanan masih terasa landai, medan berupa bebatuan dan pemandangan didominasi oleh pohon Pinus dan pohon Cemara. Mungkin kamu akan menemukan beberapa cabang jalan yang mengarah kepada satu tujuan, yaitu pos 1. 
 
 
Si Otong pun lekas berangkat dengan penuh semangat dan bahagia...
 
 
 
Ditengah perjalanan Si Boki pun mengeluh dan selalu menanyakan kepada Si Boki
"Masih jauh ya Boki ...???"
(Sambil membayangkan ada tukang bakso di puncak nanti. Hmmmmmm........)
 
Dengan menempuh 1,5 jam perjalanan, akhirnya Si Otong sampai pos 1 Pos Tugu. Dilanjutkan perjalanan menuju pos 2, diawali dengan tanjakan dengan tingkat kemiringan yang tinggi, hutan semakin rimbun, disini kamu bisa melihat batu-batu yang berukuran besar, medan merupakan bebatuan, berhati-hatilah saat memilih pijakan, khawatir batu yang kamu pijak terjatuh ke bawah dan mengenai rekan pendakianmu. Mendekati pos 2, vegetasi mulai terbuka dan gersang.
 
 
Lagi-lagi Si Boki menanyakan hal yang sama kepada Si Boki dan khayalan Si Otong yang semakin aneh. Hadehhhhh .....!!!
 
Track semakin curam, vegetasi tidak terlalu rapat. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 1 jam. Sesampainya di Watu Gajah, kamu akan melihat sebuah batu dengan ukuran besar dan area tanah datar yang cukup luas, pemandangan yang cukup terbuka, menjadikan Watu Gajah sebagai tempat ideal untuk beristirahat, menghela nafas.
 
 
Dengan berjalan sempoyongan, lelah, letih Si Otong menanyakan:
"Puncaknya dimana sih Boki ...."
Si Boki pun menyampaikan bahwa puncak sebentar lagi, agar Otong tetap semangat.. he.he.he..
 
Selepas beristirahat, perjalanan berlanjut menuju pasa Bubrah, mungkin sekitar 30 menit perjalanan. Mendekati Pasar Bubrah ditandai dengan banyaknya bebatuan, dari ukuran kerikil hingga batu besar bisa kamu temukan di sini.
 

Pasar Bubrah sendiri merupakan padang bebatuan yang sangat luas, pemandangan sangat terbuka dan di sinilah tempat ideal untuk mendirikan tenda. Mitosnya, pasar Bubrah merupakan pasar setan, saat berada di sini, banyak pendaki yang mendengar suara bising seperti berada di sebuah pasar. Untuk informasi lebih lanjut sebaiknya kamu membaca 9 misteri gunung Berapi yang angker.

 

Dengan muka konyol, Si Otong yang sudah tidak kuat lagi.. tetapi Si Boki tetap memberi semangat kepada Si Otong, bahwa puncak sudah ada didepan mata...
 
 
Si Otong pun lantas putus asa dan sudah tidak menghiraukan lagi jawaban Si Boki.
Boki pun meledek Si Otong dengn lelucon dan tertawa.
 
Dengan terus berjalan dengan muka lesu, Si Otong tetap berjalan dengan sempoyongan dan menghitungi langkah demi langkahnya.
 
Akhirnya Puncak didepan mata, betapa girang dan bahagianya Si Otong sampai di puncak untuk pertama kalinya bersama Si Boki.
 
Sebetulnya, pihak pengelola menghimbau para pendaki untuk tidak melewati batas aman, yakni Pasar Bubrah, namun ada saja pendaki yang tidak mendengarkan himbauan dari pihak pengelola.
 
Perjalanan menuju puncak merupakan pendakian yang ekstrim, kamu harus melewati track dengan tingkat kemiringan 50-60 derajat. Medan berupa pasir dan bebatuan, seringkali kaki kita terperangkap, terperosok ke dalam pasir, harus sangat berhati-hati saat memilih pijakan, terlebih angin kencang sering kali berhembus mengganggu keseimbangan tubuh.

Si Otong langsung mengeluarkan senjata untuk mengabadikan moment di puncak bersama Si Boki

Si Boki "Let s go selfie Otong...... heheheheheh" dengan gagahnya Si Otong pun selfie
 
 
 
 
Si Otong "Gile bener ya Ki, Pemandangnnya indah bingittssss........"

Si Boki " Yo i  Tong, keren kan, naik gunung itu amazing !!!!"
 
Sesampainya di puncak, kamu akan disuguhi oleh pemadangan yang mengagumkan, sekaligus mengerikan, berupa kawah besar yang menganga, mengeluarkan asap belerang dan kadang suara dentuman akan terdengar dari kawah ini. Selain itu, dari kejauhan terlihat pemandangan gunung Merbabu yang berdiri megah menjulang ke samudera luas.
 
Kegiatan mendaki gunung, harus memiliki tujuan yang jelas agar kegiatan yang kita lakukan tidak sia-sia.
Ada beberapa tingkatan “Tujuan mendaki gunung”, yakni sebagai berikut:
 
Tujuan mendaki gunung yang pertama, bisa dibilang tujuan yang paling rendah adalah ”Untuk hobi atau kesenangan pribadi semata”. Para pendaki gunung yang bertujuan untuk hobi ini, biasanya mendaki gunung untuk sekedar rekreasi, mengisi waktu luang atau melepas kepenatan. Orang-orang ini mendaki gunung untuk menikmati pemandangan alam, menghirup udara segar atau berkemah bersama teman-teman. Puncak gunung bukanlah harga mati, karena yang mereka kejar hanyalah kesenangan semata. Jadi meskipun mereka mendaki gunung tidak sampai ke puncak, sebenarnya mereka sudah cukup puas
 
Tingkat kedua, tujuan mendaki gunung “Untuk prestise atau mendapatkan pengakuan”. Para pendaki yang mendaki gunung untuk tujuan seperti ini, yang mereka kejar hanya puncak. Jadi puncak gunung adalah harga mati bagi mereka. Bagaimanapun caranya, puncak harus bisa diraih, karena mereka beranggapan semakin banyak puncak gunung yang dikoleksi,maka prestise akan meningkat pula dan Ia-pun akan mendapat pengakuan dari orang lain (meskipun kenyataannya justru dianggap sombong dan kurang begitu dianggap oleh kebanyakan pendaki).
 
Tingkatan yang lebih tinggi yakni “ Untuk pengalaman dan Ilmu pengetahuan”. Orang-orang yang bertujuan seperti ini tidak hanya “pendaki gunung atau petualang saja”, tetapi bisa juga para ahli yang mendaki gunung untuk keperluan penelitian. Contoh: Seorang ahli “Vulkanologi” harus mendaki gunung untuk meneliti keadaan kawah sebuah gunung, Seorang pendaki yang mendaki gunung untuk keperluan membuat peta, seorang ahli yang mendaki gunung untuk keperluan meneliti jenis-jenis hewan dan tumbuhan di sebuah gunung, seorang petualang yang mendaki gunung untuk membuka jalur pendakian atau mencari lokasi sumber air dsb. Orang-orang yang memiliki tujuan ini, biasanya mengabaikan “Prestise”atau bahkan “nyawanya” sekalipun karena tujuan utama mereka adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam benak mereka. Demi ilmu pengetahuan dan pengalaman baru  sehingga bermanfaat untuk dirinya dan juga orang lain.
 
Tingkatan selanjutnya yang lebih tinggi adalah “ Untuk pelestarian alam atau misi penyelamatan”. Biasanya banyak dari kalangan para “Pecinta alam” (Pecinta alam yang sebenarnya),Tim SAR atau polisi hutan. Mereka mendaki gunung untuk kelestarian alam, misalnya reboisasi di lereng gunung, ekspedisi bersih-bersih gunung dari coretan-coretan dan sampah gunung, perbaikan jalur pendakian untuk mencegah adanya jalur-jalur bayangan yang akan menyesatkan pendaki, Tim SAR yang mendaki gunung untuk mencari pendaki yang hilang, para polisi hutan yang mendaki gunung untuk menjaga hutan dari bahaya kebakaran atau memburu para penebang dan pemburu liar.
 
Tingkatan berikutnya yang lebih tinggi lagi adalah “Untuk mengasah pribadi dan menemukan hakekat diri”. Orang-orang yang memiliki tujuan seperti inilah orang yang mampu berguru pada alam. Mereka mendaki gunung untuk menyendiri dan merenung guna mendapatkan kedamaian  dan   pencerahan dari Tuhan dengan mengakrabi alam. Karena dengan begitu mereka akan tahu bahwa dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan alam apalagi Tuhan. Tujuan mendaki gunung seperti ini tidak hanya bisa dilakukan oleh para pertapa saja, yang biasanya mendaki gunung dan tinggal disana dalam waktu yang cukup lama sampai mendapat ilmu.
 
Namun, sebenarnya para pendaki gunung biasa juga bisa memiliki tujuan seperti ini, kebanyakan para pendaki yang sudah cukup berpengalaman biasanya mendaki gunung untuk tujuan seperti ini. Mereka mendaki gunung bukan lagi untuk hobi atau mengejar prestise, tetapi mereka mendaki karena “panggilan jiwa” yang harus terus dipenuhi. Mereka seolah tak bisa hidup jauh dari gunung. Meskipun telah lama tidak mendaki gunung, namun keinginan untuk mendaki itu pasti akan tetap ada karena sudah menjadi kebutuhan. Mereka meyakini bahwa ada banyak pelajaran yang bisa diperoleh dari mendaki gunung. Dengan mengakrabi alam, maka dengan sendirinya alam akan mengajarkan banyak ilmu kepada kita.
 
Jadi, jelas bahwa gunung adalah media untuk menempa pribadi manusia sebelum akhirnya mendapatkan ilmu yang berasal dari Tuhan. Ilmu yang tak terbatas dan tidak bisa didapatkan hanya dari sekolah atau kuliah saja.
 
Ilmu apakah itu?
Ilmu tentang “hakikat diri dan Pemahaman akan arti kehidupan”.
 
Bagaimana cara memahaminya?
Salah satu caranya adalah dengan “Banyak mendaki gunung”.
 
Fungsi dan Manfaat Mendaki Gunung
Karena fungsi dan manfaat memiliki ruang lingkup yang tidak jauh beda, maka saya paparkan sekaligus antara fungsi dan manfaat. Disamping sobat memiliki tujuan dalam melakukan pendakian, sobat juga akan mendapatkan manfaat dari aktivitas pendakian tersebut, apa saja manfaatnya?
 
Berikut ini beberapa manfaat mendaki gunung
1. Menjaga kesehatan
2. Memperkuat otot
3. Melangsingkan badan
4. Menambah pengalaman
5. Melatih mental
6. Menambah relasi
7. Membangun kerjasama
8. Menghilangkan stress
9. Mendapatkan pahala

"SALAM LESTARI"
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Si Otong dan Si Boki
 
Note: Untuk para petualang-petualang dimanapun berada yang mempunyai bakat membuat komik dan ingin ikut berkontribusi di MapalaPTM.com, Silahkan bisa dikirimkan ke email mapalaptm@gmail.com.
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.

Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...

 





Berita Terkait


Gunung Agung Kembali Keluarkan Asap dan Abu Vulkanik Tebal Setinggi 2000 Meter
Gunung Agung Kembali Muntahkan Abu Vulkanik
BNPB : Gunung Galunggung Meletus itu HOAX
Jalur Penerbangan Dihimbau Hindari Gunung Kerinci yang Berpotensi Menyemburkan Abu Vulkanik
Cuaca Ekstrem dan Pemulihan Ekosistem, Awal Januari Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup



IP Anda Adalah: 54.198.15.20

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2893100)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47604)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45762)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (35103)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34316)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31436)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (31030)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30641)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (27420)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26536)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24868)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (23254)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21400)

Sinergitas Pecinta Alam untuk “LOMBOK BANGKIT MANDIRI”

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia