MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Sabtu, 23 Desember 2017 - 13:52:46 WIB

Ingus: Mendaki Gunung itu Perlu Totalitas, Munafik jika Puncak adalah Bonus

Kategori: Opini Diposting oleh : Ingus - Dibaca: 3017 kali



"Kenapa seorang pendaki gunung perlu totalitas saat melakukan pendakian?"
"Supaya apa sih mendaki gunung harus totalitas??"
 
Nah ini nih, saya rasa selain bisa pulang dengan selamat, tidak perlu remidi untuk mengulang kembali ke gunung yang sama.. 
 
Seorang pendaki gunung harus memiliki modal dasar yang mutlak. Modal dasarnya adalah fisik, mental dan keterampilan lalu didukung dengan semangat dan rasa yakin yang tinggi. Jika lengkap dalam bermodal dasar maka pendakian akan menjadi totalitas. Totalitaslah yang akan mengantarkan para pendaki dalam keberhasilan pendakian. Menggapai puncak dan pulang dengan selamat.
 
Sebelum dibahas lebih lanjut, saya ingin bertanya kepada teman-teman.
 
"Menurut kalian tujuan utama mendaki gunung itu 'puncak' atau 'pulang dengan selamat??' "
 
Sering kali saya pernah mendengar ungkapan seperti ini :
 
"Tujuan mendaki gunung adalah pulang kembali dengan selamat, sedangkan puncak hanyalah bonus" 
 
Kadang saya tidak setuju dengan ungkapan  itu, ungkapan yang bagi saya hanya pantas diucapkan  untuk mereka yang tengah merasakan kekecewaan dalam pendakian.
 
Dalam setiap pendakian saya sering mengamati banyak hal, jika puncak dikatakan bonus kenapa para pendaki berbondong-bondong menuju ke puncak?  Bahkan tidak sedikit yang bangun ditengah malam untuk melakukan summit attack agar tidak tertinggal sunrise. Atau bahkan tidak sedikit yang remidi dan mengulang pendakian 2x bahkan berulang-ulang kali untuk menginjakkan kakinya di puncak. It's real. Sungguh munafik jika para pendaki mengatakan bahwa puncak hanyalah bonus dan bukan tujuan utama.
 
 
Bonus pendakian bagi saya adalah foto dengan plakat, bertemu sunrise yang malu-malu dari puncak dengan sempurna tanpa tertutup kabut atau mendung, bertemu teman-teman baru yang konyol-konyol dan melanjutkan bersaudara meskipun pendakian telah usai. 
 
Sedangkan pulang kembali dengan selamat dalam setiap perjalanan bagi saya adalah keharusan dan kewajiban. Saya selalu ingat orang-orang yang menyayangi saya tengah menunggu dengan penuh khawatir. Jadi pulang menjadi keharusan bagi saya. Entah itu mendaki, entah itu main , entah itu merantau yang namanya pulang itu memang harus. Jadi jika seorang pendaki meletakkan tujuannya adalah pulang kembali, lebih baik kembali saja, tidak perlu berjalan jauh menuju ke puncak. 
 
Ada pula yang berdalil mendaki gunung adalah ingin menikmati alam itu sendiri dan mencari ketenangan, namun pada nyatanya para penikmat alam tersebut juga berbondong-bondong untuk menggapai puncak dengan semangat dan seolah-olah diperbudak dengan puncak, Lalu dimana letak titik nikmatnya?? apa yang ingin dia nikmati? Bagaimana jika puncak kenikmatan tersebut adalah puncak yang sejati?
 
 
Pada faktanya sifat manusia adalah serakah dan tidak menerima dengan mudah. Mendaki gunung mencari apa? berjalan jauh untuk apa? Apakah benar untuk pulang kembali? Saya kira tidak sesempit itu, pasti ada serpihan-serpihan kekecewaan yang terbelenggu di dalam dada jika tidak berhasil menggapai puncak, oleh karena itu ungkapan diatas tadi pantas untuk menutupi sebuah perasaan orang-orang kecewa.
 
Sekali lagi matangkan modal dasarnya baru melakukan pendakiannya, terutama tentang managemen perjalan dan safety procedure. Pendakian yang hanya dimodali dengan semangat yang menggebu dan kenekatan adalah pendakian yang cacat. Oleh karena itu banyak pendaki yang sering menyatakan bahwa "Puncak adalah Bonus" karena pendaki seperti itu kerap tidak ada tujuan lain yang bisa diambil dan memilih untuk pulang kembali dengan selamat, selamat mengulang next time.
 
Bagaimana jika sudah mengimplementasikan keterampilan dalam management perjalanan yang baik, safety procedure yang baik, lalu fisik sudah kuat, mental sudah matang namun tidak bisa pulang dengan selamat?  Itulah yang dinamakan garis takdir yang sesungguhnya. Karena bukan manusia yang menentukan hidup dan mati melainkam kehendak dari kuasa-Nya.
 
 
Tuhan 'tidak akan' mematikan hambanya hanya karena naik gunung, dan Tuhan tidak pula tidak mematikan hambanya karena tidak naik gunung, karena kematian adalah rahasia dari takdir dan bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja dimanapun tempatnya.
 
Oleh karena itu sebagai manusia hanya bisa mencegah kemungkinan terburuk dalam pendakian agar bisa pulang dengan selamat dan sukses dalam pendakian tentunya agar tidak perlu mengulang berulang-ulang untuk menemukan  puncak yang sama.
 
Namun, bagaimanapun juga semua tergantung bagaimana caramu memaknai perjalanan. Jadi mulailah perjalananmu sekarang dengan YAKIN dan TOTALITAS.
 
"Sesungguhnya mendaki itu perlu totalitas, munafik jika puncak adalah bonus"
(Ingus,2016)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Ingus - Mapala Lokasamgraha, Bali
IG: ingus_228
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Komik Lucu Si Otong dan Si Boki: Perjuangan Menuju Puncak Gunung
Mapala Mahesa Siap Gelar Diklatsar XVIII di Gunung Salak dengan Tema Berani Berilmu Berakhlak
Gunung Agung Kembali Keluarkan Asap dan Abu Vulkanik Tebal Setinggi 2000 Meter
Demokrasi Untuk Organisasi, Mapala MATRIX UM Metro Lampung Sukses Gelar MUBES ke- XIX
Madyapala UM Bengkulu Sukses Gelar Diklat Lalang ke-XIII di Bukit Endu



IP Anda Adalah: 54.198.15.20

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2893106)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47604)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45762)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (35103)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34316)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31437)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (31030)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30641)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (27420)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26536)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24869)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (23255)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21401)

Sinergitas Pecinta Alam untuk “LOMBOK BANGKIT MANDIRI”

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia