MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Sabtu, 06 Januari 2018 - 14:05:38 WIB

Puncak Aconcagua, Argentina Siap Digapai Tim Ekspedisi STAPALA STAN Jakarta

Kategori: Adventure Diposting oleh : Stapala STAN - Dibaca: 729 kali



Jakarta, MapalaPTM.com (6/1) - Pada hari Sabtu tanggal 23 Desember 2017 tim Ekspedisi Aconcagua STAPALA, Kelompok Pencinta Alam Politeknik Keuangan Negara STAN Jakarta meninggalkan Jakarta menuju Argentina. 
 
Foto: Tim Ekspedisi STAPALA berada di Plaza De Mulas, Aconcagua, Argentina.
 
Mereka akan selama kurang lebih 22 hari ( 23/12/2017 s.d 14/1/2018 ) melakukan perjalanan ekspedisi. Tim Ekspedisi terdiri dari Eko Santoso (28 tahun), Patuan Handaka Pulungan (28 tahun), dan Ahmad Andrias Ardiyanta (25 tahun).
 
Satu hari sebelumnya, Tim dilepas oleh lembaga PKN STAN di Kampus PKN STAN Bintaro secara seremonial dengan menyerahkan bendera merah putih kepada ketua Tim Pendaki, Patuan Handaka. 
 
Budi Setiawan selaku perwakilan kampus PKN STAN, berpesan agar mereka memberikan yang terbaik kepada organisasi, almamater, dan Indonesia. 
 
Foto: Pembukaan dan Pelepasan Tim Ekspedisi STAPALA STAN Jakarta
 
Sedangkan ketua Dewan Pengurus Nasional STAPALA, Heliantono memberi pesan  agar mereka tetap menjaga kekompakan serta dapat kembali dengan selamat ke tanah air. 
 
Mereka sebagai mahasiswa ikatan dinas yang telah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dapat membuktikan bahwa PNS juga dapat berprestasi pada olah raga mendaki gunung. 
 
 
Puncak Aconcagua adalah puncak tertinggi di kawasan Benua Amerika bagian selatan dengan ketinggian 6962 m dpl. Salah satu dari 7 puncak tertinggi di 7 benua ( 7 Summits dunia).  
 
Ekspedisi Aconcagua 2017 adalah penyambung rantai rangkaian mimpi STAPALA menggapai seluruh puncak 7 summits. Sebelumnya STAPALA telah berhasil menggapai puncak Kilimanjaro (Tanzania-Afrika), Carstenz (Indonesia), dan Mt. Elbrus (Rusia).  
 
Ekpedisi Pendakian gunung dengan waktu tempuh yang cukup panjang, menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa PKN STAN. Sebagai kampus Ikatan dinas jadwal perkuliahan begitu ketat dengan resiko drop out setiap semester apabila tidak memenuhi persyaratan. 
 
Dengan kondisi demikian, para atlit pendaki harus dapat secara disiplin menjalankan program pelatihan serta perkuliahan bersama sama. 
 
Rahmat Rukmantara selaku Coach menuturkan, "seluruh anggota tim telah mempunyai fisik dan mental yang mempuni untuk menggapai puncak Aconcagua, tinggal berjuang dan berdoa semoga selalu sehat dan cuaca bersahabat".
 
Ekspedisi tersebut menuntut banyak sekali persiapan baik secara teknis, administratif, manajemen, dan yang lainnya mengingat gunung yang akan didaki tersebut juga merupakan puncak tertinggi kedua di dunia setelah Everest dengan rentang suhu terendah antara -5°C hingga -15°C. 
 
Berbagai resiko pun bisa saja terjadi, namun yang terpenting bukan memikirkan resiko tersebut melainkan bagaimana mencegah atau menghindarinya. Keselamatan disini yang paling diutamakan.
 
Aconcagua merupakan Gunung yang memiliki tantangan yang luar biasa, karena memiliki cuaca, suhu, dan angin yang ekstrem. Letaknya yang diantara Samudera Atlantik, Samudera Pasifik dan Antartika sehingga angin dari ketiga laut tersebut bertemu dan berputar di Gunung Aconcagua. 
 
Di sini terdapat juga El Viento Blanco, yaitu angin putih (white storm) yang memiliki kecepatan 270 km/jam yang siap menghantam apapun yang menghalanginya, munculnya angin tersebut ditandai dengan munculnya awan cendawan/jamur (mushroom clouds), tanda tersebut yang menjadi pedoman bagi para pendaki, untuk segera turun dan menghentikan pendakian ke tempat yang lebih aman.
 
Foto: Camp Tim Ekspedisi STAPALA berada di Plaza De Mulas, Aconcagua, Argentina.
 
Tim manajemen Ekspedisi STAPALA telah mempersiapkan apa saja yang diperlukan demi kelancaran ekspedisi. Pendanaan menjadi hal yang sangat vital dalam pelaksanaan ekspedisi. Selain itu atlet yang akan berangkat mewakili STAPALA juga perlu penyeleksian yang ketat dengan harapan agar sanggup untuk menghadapi medan Aconcagua yang tidak biasa.
 
Latihan fisik harus terus dilaksanakan bahkan setiap hari sudah dibuatkan jadwal latihan khusus dari Coach Rachmat Rukmantara yang merupakan pelatif profesional untuk ekspedisi pendakian gunung es. Latihan rutin bersama dijadwalkan setiap hari sabtu di GOR Bulungan dengan didampingi langsung pelatih. 
 
Selain itu diadakan pula simulasi pendakian untuk lebih membiasakan fisik dan mental tehadap medan yang berat. Meskipun tidak ada gunung di Indonesia yang memliki karakteristik yang mirip dengan Aconcagua, tapi setidaknya dengan mengakrabkan dan membiasakan diri terhadap keadaan di ketinggian maka tubuh akan menciptakan memori-memori tersendiri yang nantinya akan dibangkitkan ketika berada di medan Aconcagua. 
 
Foto: Tim Ekspedisi STAPALA berada di Plaza De Mulas, Aconcagua, Argentina.
 
Untuk saat ini Tim Ekspedisi STAPALA STAN Jakarta sudah berada di camp 2 yaitu di Nido de Conderas berada diketinggian 5.250 mdpl.
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Jabrix - Humas STAPALA STAN Jakarta

 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook.
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com.
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days Siap Gapai Puncak Carstensz Pyramid
Dua Pendaki Tewas Akibat Terjatuh di Gunung Meja, Afrika Selatan
Pagar Sepanjang 100m Melingkar di Bibir Kawah Gunung Ciremai untuk Melindungi Pendaki Pemula
Mahasiswi Cantik Penggiat Alam Bebas asal Jogja Mengidamkan Pendaki Tangguh dan Bertanggung Jawab
Gunung Slamet, 2.000 Pendaki Rayakan Malam Tahun Baru 2018



IP Anda Adalah: 54.224.100.134

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2852723)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47030)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (43926)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33725)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (31990)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30858)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30184)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30173)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25649)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25534)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24356)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22085)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20815)

Pecinta alam sebagai ekskul pembentukan karakter, Anies dukung eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani

Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia, Dua Putri asal Bandung Tiba di Basecamp Everest

Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang

Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru

Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi

GLADIAN NASIONAL XIV Sumatera Barat Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Presiden RI Oktober Mendatang

UPL MPA Unsoed Laksanakan Praktek Simulasi I Untuk Calon Atlet Ekspedisi Soedirman VII

Mabim LH Mapala Mahesa Observasi TPA Rawa Kucing

7 Hari Pencarian di Gunung Merbabu, Pendaki Slovakia Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Kalimenek

Dua Srikandi Indonesia Tiba di Nepal, Siap Bergerak Untuk Proses Aklimatisasi Menuju Everest