MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Minggu, 28 Januari 2018 - 16:43:18 WIB

S.T.O.P Ketika "Kemungkinan Terburuk" Melanda Pendakianmu

Kategori: Gunung Hutan Diposting oleh : Ingus - Dibaca: 805 kali



Sebagai seorang pendaki, apa yang akan kalian lakukan jika kemungkinan terburuk tiba-tiba menghampirimu?
 
 
 
 
Sebuah cerita bermula saat pendakian ke gunung Arjuna Welirang beberapa hari yang lalu. Setelah berhasil turun dari summits attack Arjuna, sekitar pukul 10.15  WIB di camping ground Lembah Kijang, sebagian tim memutuskan turun ke basecamp pendakian. Karena merasa kelelahan, tidak dikejar waktu dan tuntutan akhirnya aku memilih untuk menambah waktu semalam lagi untuk camp. Rencananya sih mau camp di Lembah kijang jika nantinya ada pendaki yang naik.
 
Setelah semua tim bergegas pergi, di Lembah kijang tinggalah aku dan seorang teman yang mengisi waktu dengan asyik bercerita panjang lebar. Sadar-sadar  langit sudah menghitam, kulirik berkali-kali jam tanganku, hingga pukul 16.30 WIB, tidak ada pendaki satupun yang naik ke Lembah Kijang, akhirnya kami memutuskan turun ke pondokan. 
 
Seusai packing , kami berdua meninggalkan lembah kijang dengan berjalan santai menuju pondokan. Dari balik bukit terlihat tanah lapang di bawah pondokan, tempatnya terlihat teduh dan nyaman. Kami pun memilih camp disana, karena seluas pondokan tak ada satupun tenda pendaki yang berdiri. Jadi sore itu pendaki di Arjuna Welirang hanya kami berdua.
 
Entah kenapa kami bersikukuh untuk camp dibawah pondokan padahal jika menurut perhitungan, tempat tersebut jauh dari sumber air , jalur aliran air hujan dan berpotensi pohon tumbang. Hanya saja menitik beratkan lebih dekat dengan jalan pulang. Sungguh pertimbangan yang tidak masuk akal.
 
 
Setelah mendirikan tenda dan merapikan isi tenda, kami berdua naik lagi ke pondokan dan mengambil air sebanyak 4 botol 1,5 L untuk masak dan bekal pulang esoknya.
 
Awan semakin gelap, entah karena mendung atau karena sudah sore. Suara angin mulai ricuh. Saat duduk di bibir tenda tiba-tiba saja. 
 
"Deegg duugg" bumi bergetar hebat, diiringi dengan burung-burung yang melarikan diri ke angkasa dengan kicauan kepanikannya.
 
"GEMPA!!" teriakku. Ingin rasanya aku melompat keluar tenda untuk menyelamatkan diri. Aku mengeluarkan sebagian kepalaku pada pintu tenda,  memastikan situasi diluar tenda seperti apa, ternyata kabut sudah menebal dan jarak pandang menipis. Angin mulai ricuh berputar-putar bebas disertai hujan yang ikut-ikutan mengamuk. Kami terjebak.
 
 
Rasanya benar-benar shock, tanganku gemetaran. Kuteguk air putih berkali-kali sambil mengatur nafasku yang menyesakkan. Tidak lupa juga membaca istighfar dan segala doa yang muncul begitu saja dalam benakku.

"Ayook turun kak" ucapku penuh rasa khawatir. 
 
"Dalam kondisi seperti ini, mau turun ataupun mau tinggal ditenda.. situasinya sama saja, lihat cuacanya diluar kayak gimana.!!" ,
ucap temanku sambil menahanku yang sudah bergegas packing karena panik.
 
"Tapi tadi benar-benar gempa,!! Ayo pulang" terjadilah perdebatan panjang antara kita berdua. Karena hari sudah sangat gelap akhirnya aku meng-iyakan untuk tetap tinggal ditenda. Meskipun jujur  hati tidaklah lagi tenang dan sangat takut mendengar amukan badai yang sesekali diselingi petir menyambar keras. Aku bergumam, kalau saja pohon didekat tenda roboh, bisa saja menimpa tendaku. Bagaimana jika terjadi hal itu? 
 
 
Pada pukul 19.30 WIB, badanku mulai meriang. Kuambil obat paracetamol untuk meredakannya lalu merebahkan diri dengan penuh kecemasan. Hujan semakin deras, angin bukan lagi badai tapi sejenis puting beliung yang terdengar berputar-putar menghajar pepohonan. Dengan doa dan pengharapan banyak hal, dadaku dipenuhi ribuan pesan-pesan untuk orang-orang yang menungguku dengan cemas. Saat itu aku benar-benar pasrah dan menyerahkan diriku kepada Sang Rabb-ku.
 
Aku terlelap, mungkin karena pengaruh obat Paracetamol meredakan sedikit tentang kegundahan. Entah seberapa lama aku tertidur. Tiba-tiba mataku terbuka, angin masih saja terdengar mendesah-desah. Ingin rasanya keluar tenda untuk pipis tapi ngerinya suara angin membuatku mengurungkan diri untuk beranjak.
 
"BRAAAKKK" sebuah kayu  seukuran balita jatuh tepat di tendaku sehingga jarak frame dengan wajahku hanya 2 jengkal. Aku benar-benar shock tidak dapat berkata apa-apa. Kami berdua membisu dan tidak bergerak sama sekali. Kulirik jam tanganku pukul. 00.00 WIB.
 
"Kak, pohonnya tumbang..!! Pindah kak, ayokk pindah!! ingus takut!" Air mataku menetes berlahan.
 
"Framenya nggak patahkan??" Jawab temanku, sambil mendorong batang pohon agar jatuh dari atap tenda. Setelah pohon jatuh ke tanah aku segera duduk dan memasukkan segala barang-barang ku ke dalam Carrier. Tidak lagi pakai rumus managemen packing.
 
Aku lebih gemetaran daripada saat ada gempa sore hari nya. Dadaku berdetak kencang, wajahku sudah pucat pasi. Resah,panik, gelisah, takut, hawatir campur aduk jadi  satu. "Bagaimana jika tiba-tiba pohon besar disamping tenda benar-benar jatuh? Aku nggak mau tahu, Aku harus lari, pokoknya harus lari!" Teriakku dalam hati.

"Packing dulu, terus pindah.. nggak usah panik" , ucap temanku sambil melihatku yang benar-benar kacau.
 
Melihat temanku yang mencoba menenangkanku ,akupun menuruti ucapannya, bagiamana pun dihutan ini cuma ada kita berdua. Jika aku lari, belum tentu aku bisa selamat.  Ini hutan, kemanapun lari akan tetap hutan. Lebih baik dihadapi bersama-sama. Kuhela nafas panjang-panjang dan menyelesaikan packing daruratnya.
 
Setelah selesai packing, dengan hujan-hujanan kami membongkar tenda dan langsung meninggalkan camp. Kami berdua naik ke pondokan dengan tergesa-gesa. Lampu senter tidak lagi terang karena kalah dengan kabut yang sangat tebal. 
 
Angin seolah-olah menahan kami berdua, langkah setiap langkah terasa sangatlah berat. Beberapa kali rasanya batu tajam makadam dengan bringas menghajar telapak kaki yang hanya berbalut sandal. Tenggorokan terasa sangat kering dan nafasku benar-benar sangat sesak.  Bisa nggak bisa, kuat nggak kuat satu-satunya cara menyelamatkan diri adalah pergi ke atas dan berdiam diri di tanah yang lapang.
 
Sesampainya di pondokan, angin masih saja murka. Hujan malah semakin deras. Pukul 00.25 WIB, kami berdua duduk di rumah-rumahan welirang dengan payah dan nafas yang terengah-engah. Alhamdulillah , kataku. Kuteguk air minum beberapa kali dan kusenderkan tubuhku pada tembok rapuh rumah Welirang. Kami berdua tidak saling bicara, hanya diam dan merasakan angin dingin menyelinap masuk kedalam jaket yang basah.
 
Setelah kepanikan mereda, kami mendirikan tenda Kembali di dekat rumah Welirang yang jauh dari pepohonan.
 
"Keren ya, packing tercepat" kata temanku membuka pembicaraan.
 
"Apanya keren, takut setengah mati untung framenya kuat, kalo frame yg biasa pasti patah, tapi syukurlah kita tidak kenapa-kenapa" ucapku getir, sambil menata isi tenda
 
"Kalo keadaan darurat jangan panik,  tipsnya adalah STOP!"
 
"Apa itu S.T.O.P"
 
S.T.O.P adalah rumus untuk menghadapi situasi yang darurat ketika didalam hutan, untuk diri sendiri ataupun team.  Jadi sebelum melakukan penyelamatan diri (escape unit) seorang pendaki harus bisa mengontrol diri dari kepanikan dengan rumus : 
S : Sit
T : Think
O : Observasion
P : PLANING
Misalnya ketika badai mengamuk dan pohon tumbang pada tendamu, lihat keadaan teammu apakah semua dalam keadaan baik-baik saja?? Jika tidak, maka lakukan PPGD terlebih dahulu pada korban, selanjutnya pakai rumus S.T.O.P .
 
Bagaimana caranya ?
Langkah pertama adalah duduk dengan tenang, ambil nafas panjang jika memungkinkan minum air beberapa teguk. Langkah kedua berfikir kemungkinan terburuk dan kemungkinan-kemungiinan lainnya misalnya untuk tinggal ataupun pergi. Menyumbang-nimbang mana yang terbaik dan teraman. Langkah ketiga adalah observasi melihat keadaan diluar ,sekitar dan juga keadaan team . Langkah terakhir membuat planing dengan pertimbangan-pertimbangan langkah2sebelumnya. Dan terakhir axtion :  Escape Unit. 
 
Tips :
1. Dalam kondisi seperti itu, jangan pernah melarikan diri dan meninggalkan teman meskipun panik karena yang meninggalkan belum tentu selamat daripada yang ditinggal.
2.tetap hadapi bersama-sama dan jangan mengedepankan ego.
3.bertanggungjwab untuk diri sendiri dan juga team.
 
Semoga cerita dan tips bermanfaat untuk kita semua, keep safety procedure. Semesta tidak pernah ingkar janji ataupun pilih kasih.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Ingus - Mapala Lokasamgraha, Bali
IG: ingus_228
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Musyawarah Besar (MUBES) ke-VIII MAPALU Lahirkan Pemimpin dan Pengurus Baru
AOC II, Aldakawanaseta Universitas Dian Nuswantoro Semarang Kembali Menggelar Kejuaraan Orienteering
Empat Pendaki Tersesat di Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang Akibat Kabut Tebal
Hobby Mendaki Gunung, Mahasiswi Cantik Asal Jogja Siap Taaruf Mencari Calon Imam
DIKDASLU KE- IX, MAPALU UM Sukabumi Lahirkan Angkatan Mutiara Api



IP Anda Adalah: 54.80.68.137

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2860936)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47133)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (44323)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33823)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (32379)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30945)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30293)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30274)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25845)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25771)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24449)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22335)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20915)

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia

Tim Putri Indonesia asal Mahitala Unpar Bandung Menunggu Waktu Menuju Puncak Everest

Para Pendaki Gunung Alpen Swiss Meninggal Dunia Akibat Terjebak Cuaca Buruk

Mapala Satria UMP Siap Gelar Talk Show Dampak Mega Proyek PLTPB Terhadap Hutan Lindung Gunung Slamet

Pemutaran Film dan Diskusi Asimteris Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi Se-Dunia

End Plastic Pollution, Tema Peringatan Hari Bumi Se-Dunia

Pecinta Alam Sebagai Ekskul Pembentukan Karakter, Anies Dukung Eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani