MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Minggu, 04 Februari 2018 - 20:57:24 WIB

Gelar Mabim Rafting, Mapala Mahesa Mendapat Tanggapan Pelatih FAJI Kota Tangerang

Kategori: Mapala Diposting oleh : Eko Fauzan Adima - Dibaca: 457 kali



Tangerang, MapalaPTM.com (04/02) - Mapala Mahesa Universitas Muhammadiyah Tangerang gelar Mabim Rafting di Sungai Cisadane. Kegiatan Mabim Orad ini merupakan kegiatan lanjutan setelah Diklatsar dengan pembekalan materi kelas diberikan sebelum langsung terjun ke sungai. 
 
Peserta Mabim Orad sangat antusias mengikuti materi kelas yang diberikan pemateri. Banyak tanggapan yang disampaikan peserta kepada pemateri tentang sejarah Rafting dan materi dasar Rafting. Selain itu pelatih Rafting Kota Tangerang Bang Ambon turut melihat kegiatan tersebut.
 
"Semoga dengan latihan dasar ini dapat mengamalkan ilmunya, mengaplikasikan dengan baik, menumbuhkan bibit atlet dari Mapala Mahesa, berguna bagi Masyarakat, Bangsa, dan Tanah Air", ujar Moh. Boy salah satu Bidang Diklat Mapala Mahesa.
 

Foto Selesai Streaching
 
Kegiatan ini banyak mengundang sorot mata pengunjung yang sedang berada disisi sungai Cisadane. Terlihat pelatih FAJI Kota Tangerang Bang Ambon turut melihat kegiatan Mabim Rafting ini. Salah satu anggota Mapala Mahesa yang pernah menjadi atlet FAJI Kota Tangerang turut memberikan supportnya. Mengembangkan potensi yang ada merupakan salah satu cara memberikan dan mengembangkan potensi yang ada. 
 
 
Foto saat di sungai
 
"Saya senang melihat banyak orang yang berlatih, tetap semangat dalam berlatih, selanjutnya proses alam yang menentukan," ujar Bang Ambon selaku pelatih Rafting Kota Tangerang.
 
Banyak orang menyebutkan bahwa arung jeram ditemukan di Amerika, dan banyak pula menyebutkan bahwa arung jeram itu ditemukan di Eropa. Terlepas dari itu semua, yang pasti arung jeram timbul karena kebutuhan, kebutuhan pada awalnya untuk menyelamatkan diri atau untuk menyerang orang lain, seperti pada saat perang dunia II. Waktu itu tentara Amerika merancang suatu jenis peragu yang bentuknya seperti keranjang untuk digunakan sebagai sarana perang. Perahu ini disebut basket boat.
 
Di Indonesia arung jeram sesungguhnya sudah ada sejak dahulu kala. Lihat saja misalnya masyarakat tradisional yang hidup di tepi sungai-sungai besar. Penduduk telah lama memanfaatkana rakit sebagai sarana angkutan untuk menyeberang sungai atau untuk mengarungi sungai. Mengarungi disini tentu dimaksudkan menjelajahi sungai dari hulu menuju hilir atau muara tempet pusat kegiatan-kegiatan yang lebih besar.
 
Dewasa ini keinginan serta kesenangan manusia semakin meningkat dan kompleks, khususnya dalam memanfaatkan alam. Kegiatan yang berupa kegiatan angkutan konvensional lalu berkembang menjadi kegiatan wisata guna melayani keinginan dan kesenangan manusia untuk berpetualang atau untuk lebih sekedar dekat dengan alam. Sarana berarung jeram pun meningkat, dari sekedar rakit rangkaian bambu menjadi perahu karet (raft) yang menggunakan alat dan prasarana yang lebih canggih.
 
Sejak dipopulerkan di Amerika Serikat pada awal tahun 1970an menjadi kegiatan dan gaya hidup, baik sebagai wahana penelitian alam atau rekreasi, kemudian arung jeram merabah ke seluruh dunia. Di Indonesia sendiri olahraga ini masuk sejak ide rally sungai di Citarum yang dicetuskan, dengan bersaranakn jeram kemudin merambah ke sungai-sungai di nusantara.
 
Sementara di Amerika Serikat sendiri berdiri AWA (Amerika White Water Afiliation) yang menitikberatkan kegiatannya pada pengembangan standar keamanan dan aturan operasi olahraga ini. Di Indonesia saat ini kegiatan arung jeram berkembang secara “menebak-nebak” kepastian keamanan dan tujuannya. Kegiatan ini sempat diberi sebutan “olahraga arus deras”, “wisata perahu karet”, “susur sungai” dan sebagainya. 
 
Sejak awal tahun 1990an kegiatan arung jeram di Indonesia kembali marak dengan terbakukannya river boat yang dibuat secara profesional untuk kegiatan ini, sejalan dengan mulai masuknya kegiatan komersial sebagai wisata alam.
 
 
Foto Saat Memulai Aplikasi Materi
 
PERALATAN ARUNG JERAM
 
A. Perlengkapan Pribadi
1. Pakaian
Baju  dan celana panjang serta berbahan kain yang tipis dan cepat kering serta tidak terlalu ketat maupun longgar, hal ini dimaksudkan apabila dalam berarung jeram, kita merasa nyaman. Tidak menggunakan kain berbahan jeans agar tidak merusak bahan perahu itu  sendiri dan disaat berenang tidak terasa berat. 
 
2. Sepatu
Dalam berarung jeram disarankan untuk menggunakan sepatu dan kaus kaki, menghindari jepitan batu-batu sungai yang membuat kaki sakit.
 
3. Flip line
Digunakan untuk membalikkan (flip atau flop) perahu, disaat perahu terbalik siapapun yang terdekat dengan perahu dapat membalikkan posisi perahu dengan cepat dan segera membantu teman yang lainnya untuk naik keperahu. 
 
4. Helm
Sebagai pelindung kepala dari benturan benda keras yang dapat membuat kepala cedera, seperti batu, kayu dan lainnya. Untuk bahan dari helm harus anti pecah dan berlapis sehingga nyaman dipakai.
 
5. Dayung
Benda yang satu ini sangat wajib hukumnya, ini merupakan senjata dalam berarung jeram, satu saja dayung yang hilang maka akan mempengaruhi perjalanan perahu tersebut. Dayung  yang diperuntukkan untuk awak perahu dan skipper adalah berbeda biasanya dayung skipper tungkainya lebih panjang, karena posisi skipper yang berada diujung perahu dan lebih tinggi, selain itu juga berfungsi agar dapat mengambil dayung sejauh mungkin dan power yang didapat semaksimal mungkin. 
 
   Fungsi Dayung :
   - Membantu dalam menjalankan laju perahu 
   - Membantu dalam mempertahankan arah perahu 
   - Membantu individu dalam proses penyelamatan 
   - Membantu individu dalam menghindari benturan langsung dengan batuan atau tebing sungai, dll 

   Bagian-bagian dayung : T-grip, tangkai, leher dayung dan blade.
 
6. Peluit
Dimanapun berada komunikasi sangat  diperlukan sebagai komunikasi dalam sebuah perjalanan arung jeram. Kita tidak mungkin mengalahkan kerasnya suara aliran atau jeram yang ada disungai, memanej tenaga dengan suara dapat dilakukan dengan komunikasi menggunakan peluit.
 
7. Throw bag
Pada dasarnya peralatan yang satu ini adalah pribadi, setiap orang wajib untuk memegangnya, hal ini dimaksudkan bila terjadi flip atau perahu terbalik maka siapapun yang telah berhasil naik kedalam perahu wajib untuk menolong temannya yang belum berada di perahu. Namun  jika keterbatasan alat ini maka throw bag diserahkan kepada seseorang yang paling ahli didalam satu tim tersebut. 
 
8. Pisau lipat
Digunakan pada situasi gawat darurat yang lebih mengutamakan keselamatan individu dengan mengorbankan keberadaan dan kesempurnaan peralatan.
 
9. Pelampung /PFD (Personal Floating Device)
Pelampung harus digunakan dan memenuhi standar mengapung bila digunakan. Gunakan pelampung dengan ukuran sesuai badan, pelampung yang baik bila digunakan dalam air dapat mengangkat dada bagian atas hingga kepala. Dalam pengunaan pelampungpun harus disetel atau diset dengan mengencangkan setiap sisi pelampung, jangan terlalu ketat, akan membuat susah untuk bernapas dan jangan terlalu longgar yang dapat membuat pelampung naik keatas jika berada dalam air.  
 
Pelampung harus pernah diuji coba kelayakannya untuk menghindari si pemakai tenggelam. Pelampung juga berfungsi untuk menahan benturan baik di dalam perahu maupun ketika berada di air. Untuk jenis pelampung bermacam-macam untuk penggemar kayak akan menggunakan pelampung yang simpel seperti kaos.
 
   Cara memakai pelampung :
   - Pilih ukuran yang pas dengan postur tubuh 
   - Kaitkan semua klip pengaman 
   - Kencangkan belt yang ada sampai confort 
   - Pemakaian pelampung harus aman & nyaman 

"Alat pribadi harus benar-benar diperhatikan, karena untuk keselamatan dan meminimalisir kecelakaan dalam berkegiatan ORAD," ujar Muhiburrohman selaku Ketua Umum Mapala Mahesa.
 
B. Peralatan tim
 
1. Perahu
Perahu terbuat dari bahan PVC, Hypalon dan lainnya. Tabung-tabung yang ada diperahu terdiri dari beberapa tabung, tabung utama dan tabung yang berada ditengah yang sering disebut dengan T-warth serta tabung dasar atau floor, hal ini dimaksudkan bila salah satu tabung ada yang bocor maka tabung yang lainnya masih berfungsi dan masih dapat digunakan untuk berarung jeram. Tempat masuk keluar angin atau yang disebut dengan klep. 
 
Susunan anatomi perahu terdiri dari bagian-bagian yaitu:
 
1. Floor, ada 2 jenis lantai perahu yaitu:
  • Perahu bucket atau non self bailing, saat ini perahu jenis ini sangat jarang lagi untuk digunakan karena cukup merepotkan, jika air masuk masak mengurasnya dengan menggunakan ember karena tidakada lubang keluar masuknya air.
  • Perahu self bailing, saat ini perahu jenis ini yang paling banyak digunakan, air yang masuk kedalam perahu dapat keluar secara otomatis karena didasar atau floor  perahu dikelilingi lubang-lubang kecil yang berfungsi untuk sirkulasi keluar masuk air. 
2. Valves atau Klep, dalam setiap sekat terdapat valves yang digunakan untuk memompa angin atau tempat keluar masuknya angin 
3. Thwart, tabung di tengah perahu yang berfungsi untuk menyeimbangkan perahu.
4. Tube atau tabung, untuk tabung dari perahu arung jeram terbagi atas beberapa sekat, hal ini menghindari terjadinya gagal pengarungan akibat tabung bocor Ukuran tabung tergantung dari jenis perahu yabg akan digunakan.
5. D-Ring, lubang di sisi perahu yang berfungsi untuk instalasi tali di sekeliling parahu.
 
2. Pompa 
   Pompa digunakan untuk memasukkan angin tubes. Alat intensive ini wajib untuk dibawa, bahkan dalam perjalanan arung jeram, apabila melewati jeram yang membutuhkan perahu yang agak sedikit kempes dapat kita tambahkan lagi anginnya setelah melewatu jeram tersebut. Bila terjadi kebocoran kecil maka dapat ditambah juga angin sesuai yang diinginkan.
 
3. Dry Bag
   Tas kedap air ini berfungsi untuk meletakkan peralatan serta logistik yang akan dibawa dalam perjalanan agar tidak basah, termasuk dapat membawa kamera.
 
4. Tali instalasi
   Tali instalasi ini mengelilingi dinding luar tabung, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam memegang perahu ataupun membantu untuk dapat naik kedalam perahu. Instalasi pada tabung tengah biasa menggunakan webbing dan sebagai pengait dari pada dry bag yang dibawa.
 
5. Survival kit
   Kedudukan perlengkapan satu ini sangat penting, untuk mengurangi cedera dari pada para pemain arung jeram jika ada yang terluka dapat langsung ditangani dan berarung jerampun tidak mengalami gangguan. Selain itu pisau lipat dapat dibawa, bila tersangkut pada sesuatu dapat digunakan.
 
"Kali ini materi yang diberikan merupakan materi dasar berupa teknik dayungan dan self rescue," ujar Fahmy Fahry selaku pemateri.
 
 
Materi yang diterapkan kali ini adalah materi dasar dayungan seperti: 
  • Oar Teknik
  • Sweep Oar Teknik
  • Paddle Teknik
  • Dayung Buang
  • Dayung Ambil
  • C-Stroke
  • J-Stroke
  • Scaling

"Bagaimana cara mengembalikan perahu ketika terbalik terkena jeram?" ujar Ikbal salah satu peserta materi.
"Ketika dayung hilang apa yang harus dilakukan?" ujarnya lagi.

Untuk mengembalikan perahu yang terbalik bisa menggunakan flip atau flop perahu, disaat perahu terbalik siapapun yang terdekat dengan perahu dapat membalikkan posisi perahu dengan cepat dan segera membantu teman yang lainnya untuk naik keperahu.
 
Diusahakan dalam Rafting ini jangan sampai kehilangan dayung, untuk meminimalisir kecelakaan harus mempersiapkan dayung cadangan.
 
"Jangan pernah puas dengan ilmu yang didapat karena ilmu di alam masih banyak yang belum kita ketahui, tetap terus menggali potensi dalam diri dan selalu berbagi, karena itu adalah salah satu ladang pahala," Ujar Wisnu Mapala Mahesa UMT.
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kontributor: Eko Fauzan Adima "Pasem" -  Mapala Mahesa Universitas Muhammadiyah Tangerang
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Gunung Talang: 15 Pendaki Dievakuasi Akibat Kebakaran Hutan
Mapala Satria Univ. Muhammadiyah Purwokerto Gelar Baksos di SDN 1 Suwidak, Banjarnegara
S.T.O.P Ketika "Kemungkinan Terburuk" Melanda Pendakianmu
Musyawarah Besar (MUBES) ke-VIII MAPALU Lahirkan Pemimpin dan Pengurus Baru
AOC II, Aldakawanaseta Universitas Dian Nuswantoro Semarang Kembali Menggelar Kejuaraan Orienteering



IP Anda Adalah: 54.198.134.127

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2853476)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47045)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (43974)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33734)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (32023)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30869)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30194)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30188)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25662)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25558)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24364)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22108)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20833)

PEMUTARAN FILM DAN DISKUSI ASIMETRIS DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI BUMI SEDUNIA

“END PLASTIC POLLUTION” DALAM TEMA PERINGATAN HARI BUMI 2018

Pecinta alam sebagai ekskul pembentukan karakter, Anies dukung eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani

Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia, Dua Putri asal Bandung Tiba di Basecamp Everest

Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang

Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru

Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi

GLADIAN NASIONAL XIV Sumatera Barat Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Presiden RI Oktober Mendatang

UPL MPA Unsoed Laksanakan Praktek Simulasi I Untuk Calon Atlet Ekspedisi Soedirman VII

Mabim LH Mapala Mahesa Observasi TPA Rawa Kucing