MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Rabu, 07 Maret 2018 - 18:31:39 WIB

PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Pengenalan Vegetasi dan Bersih Gunung Lawu Via Candi Cetho

Kategori: Berita Diposting oleh : Nove Nobita - Dibaca: 615 kali



Surakarta, MapalaPTM.com (07/03) - Gunung Lawu yang menjadi salah satu icon Solo Raya ini memang seringkali menjadi perhatian banyak orang. Tidak hanya mengenai keindahannya yang tersohor, terutama sabana Bulak Peperangan dan Gupak Menjangannya, Gunung Lawu menyimpan banyak hal yang bisa dipelajari dan diulik lebih mendalam.
 
Hal tersebut menjadi perhatian bagi PMPA KOMPOS Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta pada 2-4 Maret 2018 untuk melakukan kegiatan dengan mengambil tema yaitu pengenalan vegetasi dan bersih gunung di sekitaran jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho.
 
"Kegiatan ini merupakan syarat bagi calon anggota untuk menjadi anggota PMPA KOMPOS", ungkap Rafika Annisa Ketua PMPA KOMPOS FP UNS. 
 
Kegiatan pengabdian kali ini, bertempat di sekitaran jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho. "KOMPOS mengerahkan 6 calon anggota yang bertindak sebagai panitia dengan didampingi oleh 5 anggota dari KOMPOS", ungkap Rafika lagi. 
 
Pengenalan vegetasi sendiri merupakan sebuah kegiatan pengidentifikasian vegetasi baik yang berkelompok maupun soliter dalam rentang ketinggian tertentu. 
 
"Disini, kami menentukan untuk rentang ketinggian 50 meter. Setiap naik 50 meter, kami melakukan pendataan jenis-jenis vegetasi, diidentifikasi, kemudian pendataan titik vegetasi menggunakan GPS dan juga didokumentasikan", ungkap Azzam (PDK XXXV)  selaku Ketua Kegiatan Pengabdian ini. 
 
Kegiatan pengenalan vegetasi ini hanya dilakukan pada saat perjalanan naik saja dan hingga pos lima Bulak Peperangan mengingat keterbatasan waktu. Sembari naik dan melakukan kegiatan pengenalan vegetasi, tim juga melakukan kegiatan bersih gunung, namun tidak se-intens ketika turun.
 
Ketika turun,  tim melakukan bersih gunung dengan menggunakan trashbag. Bersih gunung kali ini lebih intensif daripada ketika naik dikarenakan kegiatan telah terfokus pada bersih gunung saja dan kegiatan pengenalan vegetasi telah selesai dilaksanakan.
 
"Kami menemukan berbagai macam sampah yang berada di jalur pendakian ini, terutama pada tiap posnya. Kami berharap dengan fakta-fakta yang kami dapat di lapangan, untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dimulai  dari diri kita sendiri",  tutup Azzam.
 
Pernyataan Azzam tersebut telah mewakili seluruh pernyataan tim dan anggota PMPA Kompos FP UNS, bahwa memang alam mempunyai segala keindahannya. Hal tersebut mendorong kita untuk lebih ingin tahu dan mengenalnya lebih dalam, namun di lain sisi menjaga alam pun lebih penting daripada hanya sekedar mengenal dan mengaguminya. Salam lestari!
 
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Irfan Zamorano (K-574) dan Herlina Tri Kumalasari (K-561)
IG: pmpakompos
Facebook : PMPA KOMPOS
Web : kompos.fp.uns.ac.id
CP : 085725484149 (Rafika Annisa)
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook.
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com.
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Talk Show Srikandi Indonesia di Puncak Dunia "Women at The Top Mountain Stranger"
Sumatera Barat Siap Jadi Tuan Rumah Gladian Nasional XIV Penggiat Alam Bebas Se- Indonesia
Mapala Mahesa UMT Bersama FKH dan DLH Kota Tangerang Gelar Kegiatan Pungut Sampah di Puspem
MAPALOVE #1
Puncak Pendidikan: 6 Calon Anggota Dilantik Secara Resmi menjadi Anggota Biasa Mapala Loka Samgraha



IP Anda Adalah: 54.198.205.153

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2887814)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47523)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45446)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (34694)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34246)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31337)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30906)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30588)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (27231)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26406)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24790)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (23129)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21315)

Sinergitas Pecinta Alam untuk “LOMBOK BANGKIT MANDIRI”

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia