MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Jumat, 09 Maret 2018 - 10:52:36 WIB

Para Pendaki Gunung Kinabalu Dievakuasi Turun Kembali Akibat Diguncang Gempa 5,2 SR

Kategori: Berita Diposting oleh : Citra - Dibaca: 499 kali



Kinabalu, MapalaPTM.com (9/3) - Gempa 5,2 skala richter mengguncang distrik Ranau di Kota Kinabalu, Malaysia, Kamis (3/9). Guncangan gempa terasa di beberapa bagian di negara bagian Sabah yang terletak di sebelah utara Pulau Kalimantan itu.
 
Keterangan otoritas setempat menyebutkan, getaran gempa begitu dirasakan Gunung Kinabalu, Kota Belud, Tamparuli, Kiulu dan daerah permukiman di Penampang dan Papar.
 
Akibat gempa seluruh kegiatan di Taman Nasional Sabah, termasuk pendakian di Gunung Kinabalu dihentikan sementara waktu.
 
Tak cuma itu, seluruh masyarakat berjumlah 239 orang --139 di antaranya adalah pendaki-- yang berada di sekitar Gunung Kinabalu dievakuasi ke tempat aman.
 
Menurut pernyataan Angkatan Pertahanan Malaysia (APM) Sabah, operasi penyelamatan selesai kira-kira pukul 4.30 pagi dengan melibatkan seluruh masyarakat berjumlah 239 orang, termasuk 130 pendaki di resthouse itu di Panalaban pada ketinggian 3,272 meter dari permukaan laut.
 
Panalaban adalah lokasi persinggahan yang mana pendaki beristirahat sebelum meneruskan pendakian ke puncak Gunung Kinabalu setinggi 4,095 mdpl.
 
"Akibat gempa bumi tersebut, pihak APM bersama tim penyelamat lainnya bekerjasama untuk membantu menyelamatkan para pendaki serta anggota tim penyelamat yang bertugas turun dari Laban Rata menuju ke tempat selamat di Timpohon Gate (titik awal saat pendakian)," dalam pernyataan APM tersebut.
 
Pernyataan itu melaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa bumi yang melanda di kawasan jalur pendakian gunung kinabalu.
 
Tindakan membawa turun pendaki bermula sejak kira-kira 9.40 malam yang dipimpin oleh Tim Pencarian dan Penyelamatan Gunung (Mosar).
 
Sejumlah 193 individu, termasuk 130 pendaki Gunung Kinabalu terpaksa membatalkan ekspedisi mendaki mereka dikarenakan terjadi susulan kejadian gempa bumi berukuran 5.2 skala ritcher di kawasan Ranau sekitar jam 9.06 malam tadi.
 
Pengarah Taman-Taman Sabah (TTS), Dr Jamili Nais berkata, kesemua orang yang terlibat selain pendaki, termasuk pemandu gunung, anggota TTS serta tim bantuan pencarian dan penyelamatan di Gunung (MOSAR).
 
Jelasnya, aktivitas pendakian mereka terpaksa dihentikan ke semua para calon pendaki tersebut sebagai langkah sebuah keselamatan.
 
"Sebanyak jumlah 193 itu, 130 individu dikenal pasti adalah pendaki yang akan menjalankan aktivitas mendaki Gunung Kinabalu pada hari ini," katanya, yang dirilis dilaman Astro AWANI.
 
Sementara itu, Tim Penolong Pengarah Operasi Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM) Sabah, Khairul Azuwan Ibrahim berkata, sekira pukul 10.30 malam tadi pihaknya masih belum menerima panggilan darurat atau insiden jatuhnya korban jiwa akibat susulan insiden gempa bumi tersebut.
 
"Sementara ini, kita tidak terima apa-apa panggilan darurat tentang jatuhnya korban jiwa, tanah runtuh dan sebagainya susulan kejadian gempa bumi itu.
 
"Bagaimanapun, pemantauan sedang dijalankan dan JBPM Sabah kini bersiap sedia menghadapi segala kemungkinan," katanya.
 
Pada 5 Jun 2015, 18 pendaki meninggal akibat gempa bumi berukuran 6 pada skala Richter di kawasan Kundasang, Ranau menggetarkan Gunung Kinabalu. Insiden tersebut merupakan gemba terburuk di negara ini.
 
Menteri Parawisata, Kebudayaan Dan Alam Sekitar, Datuk Masidi Manjun turut mengeluarkan arahan untuk penutupan sementara jalur pendakian Gunung Kinabalu setelah gempa berlaku.
 
Sampai Kamis lalu, tercatat sudah satu kali gempa susulan terjadi. Lindu tersebut berkekuatan kecil hanya sekitar 2,1 skala richter.
 
 
 
 
 
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Posting Titik Kordinat via Google Map Saat Tersesat, Dua Pendaki Gunung Salak Berhasil Ditemukan
Kirim Pesan via IG, Dua Pendaki asal Bogor Tersesat di Gunung Salak
Warsito Ditemukan Selamat Setelah Menghilang 4 Hari di Lereng Gunung Merapi
Jumlah Pendaki dari Tibet Menurun Drastis, China Ubah Ketinggian Gunung Everest
Evakuasi Pendaki Hilang yang Telah Meninggal di Puncak Tusuk Gigi Gunung Raung



IP Anda Adalah: 54.81.76.247

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2877591)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47330)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (44868)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34061)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (33581)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31147)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30603)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30409)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (26625)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26120)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24604)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22721)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21098)

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia

Tim Putri Indonesia asal Mahitala Unpar Bandung Menunggu Waktu Menuju Puncak Everest

Para Pendaki Gunung Alpen Swiss Meninggal Dunia Akibat Terjebak Cuaca Buruk

Mapala Satria UMP Siap Gelar Talk Show Dampak Mega Proyek PLTPB Terhadap Hutan Lindung Gunung Slamet

Pemutaran Film dan Diskusi Asimteris Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi Se-Dunia