MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Selasa, 10 April 2018 - 20:19:26 WIB

Mabim LH Mapala Mahesa Observasi TPA Rawa Kucing

Kategori: Mapala Diposting oleh : Eko Fauzan Adima - Dibaca: 159 kali

Tangerang, MapalaPTM.com (08/04) - Mapala Mahesa UMT selanggarakan mabim LH di TPA Rawa Kucing. Materi yang disampaikan berupa pengenalan sampah, masalah sampah, cara penanggulangan sampah.

Kegiatan ini dimulai dengan acara CFD dan sosialisasi tentang sampah dan penanaman pohon di Kelurahan Gebang Kecamatan Periuk. Selanjutnya kegiatan bergeser ke TPA Rawa Kucing.
 
"Kegiatan mabim kali ini d TPA rawa kucing karena ingin memperkenalkan ke anggota muda proses pengelolaan sampah sampai menjadi barang yang bisa dimanfaatkan kembali dan mempelajari bagaimana cara pengelolaan sampah yang baik dan benar," ujar Muh. Boyke Kabid Diklat Mapala Mahesa UMT.

TPA Rawa Kucing berdiri sekitar tahun 1991. Terletak di Kelurahan Kedaung Wetan Kecamatan Kota Tangerang. TPA Rawa Kucing terus mengalami perubahan, awalnya pengelolaan sampah masih sulit, dikarenakan TPA ini dahulunya galian pasir. Luas TPA Rawa Kucing sekitar 34,8 Hektar, dan yang terpakai sebagai pembuangan sekitar 15 Hektar.
 
Saat ini TPA Rawa Kucing sedang mengembang Landfill. Tujuan Landfill untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Landfill juga dapat mempercepat proses pembusukan sampah. Selain itu area sekitar TPA juga ditanami pepohonan. Tujuan ditanami pohon, untuk mengurangi bau yang tercemar.
 
"Kalau TPA tidak ada pengelolalaan di hulu, maka daya tampung TPA ini hanya 10 tahun kedepan. Masalah sampah ini tidak bisa hanya ditanganin oleh DLH dan pemkot setempat. Butuh kerjasama dengan masyarakat dalam menanggapi permasalahan sampah," ujar Didin Sulaiman selaku kepala TPA.

Sekiranya sampah masih bisa dipilah, mana yang masih bisa dipakai mana yang benar-benar harus dibuang. Proses tersebut dinamakan 3R, Reuse, Reduse, Recycle. Dengan cara demikian dapat mengurangi sampah.
 
"Kita akan membuat TPS di setiap kelurahan, agar mengurangi beban di TPA, pemilahan sampah akan dilakukan di TPS3R," ujar Bayu dari DLH.

Kegiatan TPA dalam mengelola sampah organik baru sekitar 10 ton perhari. Sampah organik yang diolah merupakan sampah dari pasar-pasar yang ada di Kota Tangerang. Sedangkan sampah organik yang dari masyarakat dimasukkan ke landfill.
 
Dalam pengelolaan sampah ini membutuhkan biaya operasi yang cukup tinggi. Biaya angkut sampah, biaya alat berat, biaya bahan bakar, serta biaya bahan bakar yang diperlukan cukup tinggi.
 
"Untuk membuang sampah saja kita memerlukan biaya, belum pengelolaannya, butuh kesadaran masyarakat bahwa sampah juga termasuk kebutuhan," ujar Pak Supri DLH.

TPA punya pengelolaan sampah dengan teknologi yang canggih. Dengan demikian kita dapat mengelola sampah di TPA lebih mudah. Selain itu jika teknologinya canggih, kemungkinan bisa menambah daya umur TPA Rawa Kucing.
 
TPA Rawa Kucing selain sebagai tempat pembuangan, juga dapat dinikmati sebagai tempat wisata. Karena pengelolaan yang terus menerus dilakukan dalam rangka merubah menjadi lebih baik.
 
TPA Rawa kucing sudah mempunyai akses jalur untuk mengelilingi lahan pembuangan. Tahun ini, TPA Rawa Kucing juga mendapat sumbangan 5 hekar Lenvil.
 
TPA Rawa kucing terus mengalami peningakatan setiap tahunnya. Peningkatan tertinggi terjadi ditahun 2016. Dari 1100 ton naik ke 1300 ton perhari.
 
Sebagaimana tujuan kegiatan ini untuk membekali materi tentang lingkungan dan mengenal permasalahan sampah lebih dalam. Sekaligus merubah main set, bahwa sampah harus bisa dikelola. Mengurangi sampah harus dari hulu agar mempermudah pengelolaan sampah.
 
"Setelah mendapatkan materi yang disampaikan, semoga kita semua dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-sehari, membangun kesadaran terutama pada diri sendiri bahwa sampah juga kebutuhan yang harus diperhatikan," ujar Eko Fauzan Adima Ketua Umum Mapala Mahesa UMT.

Program kedepan gas metan yang dihasilkan dari sampah akan disalurkan ke masyarakat. Gas metan yang disalurkan dari pipa corong yang ada di TPA nantinya akan diberdayakan. Masyarakat bisa menggunakan gas metan sebagai bahan bakar dapur.
 
"Saya mau merubah pemahaman, bahwa TPA itu bukan hanya Tempat Pembuangan Akhir, tapi Tempat Pemrosesan Akhir, dimana tempatnya bisa menjadi obyek wisata dan mencipatakan lapangan pekerjaan," ujar Boy selaku Operasional TPA.

Jumlah pemulung sekitar 350 orang. Kebanyakan pemulung ini berdomisili dekat TPA Rawa Kucing. Jadi TPA Rawa Kucing ini selain menjadi tempat pembuangan Akhir, juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
 
"Kondisi TPA di Indonesia sudah mulai kritis, sudah waktunya ada teknologi yang lebih canggih dalam pengelolaan sampah," ujar Pak Supri DLH Kota Tangerang.

Air lindih merupakan air yang dihasilkan dari sampah. Air lindih bisa digunakan sebagai pupuk cair. Ada caranya untuk menjadikannya sebagai pupuk cair. Tahapan penggunaan air lindih, dalam pengelolaan air lindih ini membutuhkan erator dalam menyamakan PH air. Pemrosesan ini terjadi di dalam kolam ival.
 
 
Kontributor: Eko Fauzan Adima - Mapala Mahesa Universitas Muhammadiyah Tangerang
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Mapala Se-Banten Menyelenggarakan Sekolah Panjat Tebing Merah Putih di Pandeglang - Banten.
GEMAPALA BBC Cirebon Siap Melaksanakan Kegiatan Pendidikan Dasar IV
Sosialisasi dan Praktek Pembuatan Biopori di SD Negeri Katelan 3, Tangen, Sragen
Kamapala Intan Yogyakarta Gelar Wisuda Adat Yang Ke - 52
Surgayapala STIKes Surya Global Jogja Siap Gelar Tanam Bibit Pohon di Pantai Sanglen Gunung Kidul



IP Anda Adalah: 54.92.150.98

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2871382)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47256)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (44619)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33954)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (32939)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31053)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30448)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30363)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (26283)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25993)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24546)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22566)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21024)

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia

Tim Putri Indonesia asal Mahitala Unpar Bandung Menunggu Waktu Menuju Puncak Everest

Para Pendaki Gunung Alpen Swiss Meninggal Dunia Akibat Terjebak Cuaca Buruk

Mapala Satria UMP Siap Gelar Talk Show Dampak Mega Proyek PLTPB Terhadap Hutan Lindung Gunung Slamet

Pemutaran Film dan Diskusi Asimteris Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi Se-Dunia

End Plastic Pollution, Tema Peringatan Hari Bumi Se-Dunia