MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Sabtu, 21 April 2018 - 10:35:57 WIB

Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia, Dua Putri asal Bandung Tiba di Basecamp Everest

Kategori: Adventure Diposting oleh : Kartini - Dibaca: 646 kali



Bandung, MapalaPTM.com (21/4) - Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) telah sampai di Everest Base Camp (EBC), Tibet yang berada di ketinggian 5.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) Kamis, 19 April 2018, pukul 11.08 waktu setempat.
 
Gunung Everest yang semula hanya ada di angan-angan dan hanya terlihat dari jauh semakin lama semakin terlihat jelas seiring dengan semangat kedua pendaki wanita yang semakin menggebu.
 
Foto: Suasana Saat Dua Putri Mahitala Unpar Bandung di  Basecamp Everest 
 
Ya, Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda) sudah semakin dekat dengan mimpi untuk menggapai Puncak Gunung Everest.
 
Setelah tiga minggu mempersiapkan diri di sekitar daerah Nepal dan Tibet, Tim WISSEMU akhirnya tiba di tempat yang disebut - sebut
sebagai titik awal pendakian Gunung Everest ini.
 
Dalam pendakian ini sendiri, Tim WISSEMU akan mengambil jalur utara --lewat Tibet. Jalur ini dipilih dengan pertimbangan menghindari penumpukan pendaki ketika menuju puncak.
 
Meski sebagai gantinya, tim harus menghadapi medan medan yang lebih curam pada jalur ini. Mulai dari titik Everest Basecamp ini, akses komunikasi ke luar akan semakin terbatas.
 
Foto: Saat Tim Putri Mahitala Unpar Menikmati Hidangan Makanan di Basecamp Everest
 
Rencananya Tim akan menghabiskan tujuh hari di EBC. Hari-hari tersebut akan dipakai untuk berlatih kembali teknik-teknik pendakian yang dibutuhkan untuk mencapai Puncak Gunung Everest.
 
Mulai dari penggunaan crampon, ice axe, sampai dengan pengaplikasian tali - temali dan segala persiapan lain untuk menunjang keselematan.
 
Beruntung, keadaan EBC saat ini boleh dibilang cukup baik. Meski cuaca dingin yang menyelimuti daerah tidaklah berkurang, namun kehangatan kebersamaan dengan rombongan lain rasanya cukup untuk meninggalkan kesan nyaman.
 
Mathilda, salah satu anggota Tim Wissemu mengatakan, “Akhirnya kami sampai di EBC. Artinya semua akan jadi lebih terasa real". 
 
"Everest akan kelihatan setiap hari, suasananya sudah masuk wilayah dengan ketinggian di atas 5.000an (mdpl), bersama dengan orang-orang di sekitar yang punya tujuan sama untuk bisa sampai di Puncak Gunung Everest,” tambah Hilda mengutarakan rasa tidak sabarnya untuk bisa segera mengibarkan Merah Putih di atap dunia.
 
Foto: Tenda yang digunakan Tim Putri Indonesia di Basecamp Everest
 
Lewat komunikasi terakhir, tim juga sempat mengucap terima kasih sebesar-besarnya tidak hanya kepada tim di Bandung tapi juga untuk semua pihak yang telah membantu dan mendoakan ekspedisi ini.
 
"Termasuk kepada rekan-rekan media yang memberi dukungan lewat pemberitaan ke masyarakat luas" ucapnya lagi.
 
Sebelum sampai titik ini, tim sempat menghabiskan waktu mengelilingi bangunan bangunan bersejarah di Tibet.
 
Dalam ekspedisi ini, bukan hanya puncak yang tim kejar, melainkan pembelajaran dan pengetahuan baru mengenai adat dan budaya dari suatu daerah dapat menjadi benefit bagi perjalanan ini.
 
Tim sempat mengunjungi Potala Palace yang merupakan bangunan utama dari Lhasa yang berada tepat di pusat kota.
 
Bukan cuma berhenti di situ, tim melanjutkan untuk mengunjungi Biara Sera yang merupakan tempat belajar Tradisi Budha Mahayan utama yang di dirikan pada 1419.
 
Deedee dan Hilda sebelumnya dilepas dari Bandara Soekarno Hatta pada Kamis, 29 Maret 2018.
 
Dua orang mahasiswi yang masih terdaftar aktif di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung ini sebelumnya telah mengibarkan Bendera Merah Putih di enam puncak gunung tertinggi di enam lempeng benua lain.
 
Mereka mencatatkan diri sebagai tim perempuan Iandonesia pertama yang berhasil mencapai puncak Puncak Gunung Denali (6.190 mdpl), Alaska dan Puncak Gunung Vinson Massif, Antartika (4.190 mdpl).
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Humas Mahitala Unpar Bandung
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru
7 Hari Pencarian di Gunung Merbabu, Pendaki Slovakia Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Kalimenek
Dua Srikandi Indonesia Tiba di Nepal, Siap Bergerak Untuk Proses Aklimatisasi Menuju Everest
Diduga Punya Empat Paspor, Pencarian Selama 6 Hari Pendaki Hilang di Gunung Merbabu Masih Nihil
Ditutup Selama Tiga Bulan, Jalur Pendakian Gunung Semeru Mulai Dibuka per 4 April 2018



IP Anda Adalah: 54.80.68.137

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2860938)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47133)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (44323)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33823)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (32379)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30945)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30293)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30274)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25845)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25771)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24449)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22335)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20915)

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia

Tim Putri Indonesia asal Mahitala Unpar Bandung Menunggu Waktu Menuju Puncak Everest

Para Pendaki Gunung Alpen Swiss Meninggal Dunia Akibat Terjebak Cuaca Buruk

Mapala Satria UMP Siap Gelar Talk Show Dampak Mega Proyek PLTPB Terhadap Hutan Lindung Gunung Slamet

Pemutaran Film dan Diskusi Asimteris Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi Se-Dunia

End Plastic Pollution, Tema Peringatan Hari Bumi Se-Dunia

Pecinta Alam Sebagai Ekskul Pembentukan Karakter, Anies Dukung Eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani