MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Senin, 23 April 2018 - 00:14:45 WIB

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Kategori: Lingkungan Diposting oleh : Sekber PPA DIY - Dibaca: 734 kali



Yogyakarta, MapalaPTM.com (23/4) - Sebagai wujud kepedulian terhadap Bumi, Sekertariat Bersama Perhimpunan Pecinta Alam (SEKBER PPA) DIY menyelenggarakan Peringatan Hari Bumi Minggu, 22 April 2018. Kegiatan kali ini mengangkat tema “JOGJA DARURAT RUANG TERBUKA HIJAU”. 
 
SEKBER PPA DIY merupakan wadah bagi para Organisasi Pecinta Alam yang ada di Jogja untuk berkumpul dan melakukan kegiatan bersama. SEKBER PPA DIY berdiri pada 13 April 1977,dan sekarang sudah berumur 41 tahun.
 
Pemilihan kata darurat dalam tema tersebut semata-mata untuk menarik perhatian masyarakat dan melihat kembali kondisi ruang terbuka hijau khususnya di Yogyakarta sesuai dengan aturan yang berlaku. 
 
Foto: Diskusi Publik Peringatan Bumi, Moderator sedang memulai acara diskusi
 
Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan suatu bentuk pemanfaatan lahan pada satu kawasan yang diperuntukan untuk penghijauan tanaman. Idealnya luas RTH yaitu 30 % yang terdiri dari 20% ruang terbuka hijau publik dan 10% ruang terbuka hijau privat. Adapun fungsi dari RTH itu sendiri yaitu untuk meningkatkan kualitas udara serta menunjang kelestarian air dan tanah.
 
Kegiatan ini diawali dengan apel untuk menandakan telah dibukanya rangkaian Peringatan Hari Bumi 2018 yang berlokasi di Gajah Wong Education Park, kemudian dilanjutkan dengan Diskusi Publik dengan materi pertama tentang kondisi terkini ruang terbuka hijau di kota Jogja yang disampaikan oleh Rina Aryati Nugraha, Kepala Bidang Pengelolaan RTHP DLH Kota Yogyakarta. 
 
Foto: Sekjen SEKBER PPA DIY sedang melakukan penanaman bersama Dinas Lingkungan Hidup Jogja
 
Materi kedua tentang permasalahan dan solusi ruang terbuka hijau di kota Jogja oleh Hatta Efendi, Dosen  Perencanaan Wilayah Kota STTNAS. Sebagai penutup diskusi, Endang Rohjiani, Koordinator Forum Komunikasi Winongo Asri menyampaikan materi tentang peran komunitas & penggiat alam dalam mewujudkan ruang terbuka hijau. Setelah diskusi selesai, dilanjut acara penanaman pohon di bantaran sungai Gajah Wong. ada dua jenis bibit pohon yang ditanam di area tersebut yaitu: bibit pohon gayam dan bibit pohon beringi.
 
Pohon Gayam termasuk jenis tanaman keras, banyak dijumpai dipekarangan yang berfungsi sebagai pohon peneduh dan penahan erosi.
Kelebihan pohon gayan antara lain:
1. Pohonnya mampu menyerap polutan udara seperti debu yang lebih banyak karena tekstur daunnya tebal, lebar serta rimbun.
2.Akarnya sangat kokoh sangat baik untuk penyimpan cadangan air bersih dan sudah pasti bermanfaat mencegah tanah longsor.
3.Batang pohonnya keras dan kuat,  banyak digunakan untuk  bahan baku mebelair.

Beringin merupakan tanaman yang memiliki struktur perakaran yang dalam dan akar lateral yang mencengkram tanah dengan baik. Beringin merupakan salah satu jenis tanaman yang mampu menyimpan cadangan air pada musim penghujan dengan baik dan mengeluarkannya pada musim kemarau secara teratur. Beringin memiliki peran yang penting dalam menjaga kontinuitas ketersediaan pasokan air pada suatu kawasan baik pada musim hujan maupun kemarau.

Rangkaian kegiatan selanjutnya yaitu Longmarch dan Aksi Teatrikal di titik 0 km Jogja, acara ini sebagai penutup dari rangkaian Peringatan Hari Bumi 2018 SEKBER PPA DIY.
 
Foto: Teatrikal Peringatan Hari Bumi 2018 SEKBER PPA DIY
 
Radoza Agatama atau biasa dipanggil Komplong, selaku Sekretaris Jenderal SEKBER PPA DIY dan juga salah satu anggota dari KPLH Carabiner Fakultas Teknik UNY berharap Peringatan Hari Bumi kali ini dapat meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat akan pentingnya RTH.
 
“Harapan pada kegiatan Hari Bumi kali ini ialah dapat meningkatnya kesadaran dari OPA, sispala, dan seluruh lapisan masyarakat akan pentingnnya RTH terhadap kehidupan. Selain itu, kegiatan kali ini sebagai salah satu langkah awal untuk menggerakan masyarakan dalam upaya-upaya pelestarian terhadap lingkungan, khususnya ruang terbuka hijau,” ungkap Radoza.
 
Foto: Peserta longmarch di titik 0 km
 
Hari Bumi diperingati secara serentak setiap tahunnya pada tanggal 22 April. Peringatan Hari Bumi pertama kali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson pada tahun 1970 sedangkan di Indonesia sendiri  biasanya di peringati oleh para aktifis maupun penggiat alam. 

Peringatan Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak orang lebih peduli terhadap lingkungan. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap bumi. Hari Bumi telah menjadi sebuah gerakan global yang sudah mendunia hingga kini.
 
Foto: Peringatan Hari Bumi SEKBER PPA DIY di 0 km
 
Robet Dian atau biasa dipanggil Cebol, selaku ketua panitia peringatan Hari Bumi 2018 dan juga salah satu anggota Mapala Agny STIA "AAN" Yogyakarta, mengatakan:

"Jaga bumi, Bumiku, Bumimu, Bumi Kita semua.
Genggamlah bumi sebelum bumi menggenggammu.
Pijaklah bumi sebelum bumi memijakmu".

"Bagi para mahasiswa, penggiat alam, mapala, sisipala janganlah melabeli diri kita sebagai pecinta alam ataupun penggiat alam, kalau kita tidak peduli dengan lingkungan di sekitar kita", ungkapnya lagi. 
 
Foto: kekompakan peserta Peringantan hari Bumi 2018 di titik 0 km
 
Antusiasme peserta dalam kegiatan ini sangatlah tinggi karena hampir seluruh organisasi pecinta alam di Jogja turut meramaikannya. Terlihat sangat kompak antar organisasi pecintaalam yang ada di Jogja untuk menyemarakan acara tersebut dan mengkampanyekan tentang Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau. 
 
Pipit Noiviyanti,selaku pemerhati lingkungan di Jogja dan juga salah satu anggota dari Matala Biogama Fakultas Biologi UGM, menyampaikan bahwasananya idealnya luas RTH itu sebesar 30%, yang terbagi atas 20% RTH Publik dan 10% RTH private. Meninjau dari hasil penelitian tahun 2017 yang dilakukan DLH, bahwasanya RTH yang ada di kota Jogja hanya 18%. 
 
"Sulitnya menenanamkan RTH di Jogja diakibatkan tidak adanya lahan yang bisa ditanami di daerah kota, harus banyak melakukan negoisasi dengan masyarakat untuk meningkatkan RTH dan menimbulkan rasa peduli terhadap RTH", tutupnya.
 
 
 
 
 
Kontributor: Diah Aryati (Beluk)-MADAWIRNA UNY
Editor: Ainun Irvanto (Usus)- MADAPALA UAD
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya
Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang
Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi
GLADIAN NASIONAL XIV Sumatera Barat Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Presiden RI Oktober Mendatang
Mengenal Lebih Dekat Pecinta alam di kota Reog, Mahipa Universitas Muhammadiyah Ponorogo



IP Anda Adalah: 54.156.51.193

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2888932)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47529)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45470)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (34742)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34253)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31347)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30917)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30592)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (27253)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26410)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24795)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (23146)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21323)

Sinergitas Pecinta Alam untuk “LOMBOK BANGKIT MANDIRI”

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia